Jelang Mukamar NU ke 32
Para Kandidat Ketum PBNU Galang Dukungan Lewat Facebook

Jakarta, (KW) -- Fenomena Facebook bukan hanya dimanfaatkan oleh para ABG, artis, dan para politisi dalam mencari dukungan, organisasi kemasyarakatan Nahdlatul Ulama yang dinilai gagap teknologi juga tak ketinggalan untuk memanfaatkan situs jejaring sosial itu untuk berkampanye, hal itu dilakukan oleh para kandidat Ketua Umum yang akan bertarung di Muktamar ke-32 NU di Makassar, 25-31 Januari 2010.
Bila anda salah satu pengguna facebook dan mengikuti perkembangan Nahdlatul Ulama dengan mengikuti group, fans dan halaman dukungan yang berafiliasi dengan NU anda pasti akan mendapati invite dukungan dari salah-satu kandidat yang akan bersaing di arena muktamar, sebut saja misalnya, Gus Sholah, Gus Mus, Kang Said, Ulil dan lainnya.
Dalam pengamatan penulis, setidaknya ada beberapa calon yang blak-blakan secara vulgar mencalonkan diri untuk menjadi kandidat Ketum PBNU. Kang Said Aqil Siradj untuk Ketua Umum PBNU misalnya saat ini sudah mendapatkan dukungan 1041 anggota facebook.Coba saja ketik di fasilitas pencarian facebook nama para kandidat Ketum PBNU yang sekarang ini muncul di hasil pencarian situs pertemanaan yang saat ini sudah mencapai 400 juta pengguna di dunia. Tentu saja, jangan bayangkan para kandidat itu bakal bersusah payah memutakhirkan data, mengisi wall atau menjawab berbagai pesan dari kita. Pastilah para kandidat itu memiliki tim Facebook yang kerjanya khusus mengelola situs tersebut.
Tokoh-tokoh NU yang memiliki Facebook pribadi antara lain adalah KH Musthofa Bisri (Pengasuh Pondok Pesantren Roudhatuth Tholibin Rembang Jawa Tengah), KH Salahuddin Wahid (Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur) dan KH Adib Rofiuddin Izza, Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Pondok Pesantren Buntet Cirebon, Jawa Barat dan lain-lain.
Sementara itu, beberapa tokoh yang memiliki akun group dukungan sebagai kandidat Ketua Umum PBNU antara lain adalah KH Said Agil Siradj, KH Salahuddin Wahid, KH Musthofa Bisri, Yahya C Staquf dan Jusuf Kalla.
Selain akun Group dukungan, juga terdapat akun penolakan. Namun, tentu saja yang cukup unik adalah kenyataan bahwa Nama Gus Dur merupakan nama tokoh NU yang paling populer di Facebook.
Model kampanye lewat facebook memang relatif lebih mudah, murah dan nyaman, daripada kunjungan fisik. Selain bisa dijangkau secara cepat, dengan menggunakan facebook mereka bisa mensosialisasikan agenda dan menjaring dukungan.
Tentu kita masih ingat, jasa facebook yang terbukti mengantarkan Barack Obama menjadi Presiden Amerika Serikat adalah berhasil menggaet pendukung di dunia maya. Selain membuat situs barackobama.com, ia juga mendekatkan diri dengan pendukungnya melalui banyak situs, termasuk situs jejaring sosial, salah satunya Facebook. Dan jika mengacu pada konteks lokal di Indonesia, kita masih ingat dukungan untuk Prita, Bibit dan Chandra untuk kasus KPK yang ternyata memang efektif menjadi ruang publik untuk mencapai dukungan dan mendesak pemerintah.
Pekerja sosial yang kini menetap di pinggiran Jakarta
Total Posting: 563 | Rating: 138



del.icio.us
Digg

Komentar terkini (0 komentar):
Jika anda akan memberikan komentar dan memberikan rating pada artikel ini, silahkan login atau klik disini untuk pendaftaran baru