Jangkau Dan Bantu Aku Teman

Hai teman, pagi itu aku melihatmu keluar dari pintu gerbang rumahmu yang besar dan luas, ibumu memasukkan sesuatu ke dalam tas mu, mungkin itu sebuah bekal makanan untuk kau bawa ke sekolah, ayahmu mendampingimu untuk menghampiri mobil sedan berwarna hitam, dan supirmu membukakan pintu mobil agar kau tidak perlu merasa terbebani dengan hal sekecil itu. Dan untuk itu aku sangat merasa terperosok dengan keadaan hidupku sendiri..
Teman, engkau begitu putih dan cerah, gayamu sungguh free style, sementara aku hanya dengan gaya yang tak seberapa..
Teman, engkau memakai pakaian yang sungguh blink-blink, dan aku hanya dicukupkan dengan satu pakaian, yang apabila hari ini kotor dan besok tetap aku pakai..
Teman, engkau begitu ceria memasuki harimu dengan segala yang kau punya, sementara aku hanya memiliki apa yang baru aku inginkan dan belum kudapatkan..
Teman, engkau tampak menggelegar di dalam komunitas pergaulanmu, tapi aku cukup menjadi angin yang lewat begitu saja di dalam pergaulan ini..
Teman, sementara aku berdiri di gedung sekolah yang tidak memiliki atap, dan kau melenggang masuk ke gedung yang megah..
Teman, pendidikan yang kau terima sangat terlihat bermutu, tapi aku hanya merasa rongsokanlah yang kuterima dari pendidikan yang diajarkan kepadaku..
Teman, sama sekali aku tidak berniat untuk tidak me-respect perbedaan ini, atau merasa bahwa Tuhan lebih sering hadir di rumahmu dibandingkan untuk datang ke rumahku yang hampir rubuh itu, aku hanya ingin bertanya kepadamu teman, apakah dunia kita berbeda? apakah kebijakan Tuhan kita tak sama? dan apakah hidup ini lebih bermakna bagimu? bukankah kita manusia yang diciptakan di dunia yang sama, tapi mengapa teman, semua terasa berbeda?..
Bantu aku teman, jangan jadikan aku sebagai sosok yang Minus, beri aku sedikit pengakuan sebagai temanmu, biarkan aku masuk dalam hari-harimu, supaya aku mengerti dan tahu akan arti Perbedaan Kondisi hidup ini, bukan sebagai Perbedaan KELAS SOSIAL yang hingga pada akhirnya menjadi KESENJANGAN SOSIAL.. GBU teman
BERBEDALAH DAN TETAP BERDAMAI
Pekerja sosial yang kini menetap di pinggiran Jakarta
Total Posting: 563 | Rating: 138



del.icio.us
Digg

Komentar terkini (6 komentar):
Jika anda akan memberikan komentar dan memberikan rating pada artikel ini, silahkan login atau klik disini untuk pendaftaran baru