Home | Internasional | Rest In Peace: ADI...

Rest In Peace: ADI...

image

Saya mengenalnya sekitar 5 bulan yang lalu, sosok lelaki sederhana yang baru datang untuk melaporkan diri ke kantor kami. Lewat perkenalan itu saya hanya tau segelintir biografinya, Adi Wisaksono, bekerja di PBB volunteer (UNV). Di mata saya, adi seorang yang ramah, tidak sombong, rajin ibadah dan aktif. Hampir setiap week end di datang ke kantor kami untuk sekedar bertatap muka dengan para WNI dan berolah raga.

 

Jum’at, 2nd oct 2009

Jumat itu saya harus ke kantor. Selain menemani suami, saya juga membantunya menyelesaikan sedikit tugas kantornya. Bekerja di hari libur sungguh sesuatu yang berat bagi saya, karyawan pemula. Tak habis akal menyiasatinya, saya pun mengunjungi teman-teman yang bertempat tinggal di wisma. Bertukar sapa dan nebeng sarapan ceritanya, saya pun bertemu dengan adi di dapur wisma. Bubur kacang ijo mbak?? Tawarnya sambil mengacungkan gelas. Saya menyambut tawarannya dan mengambil segelas lagi untuk suami saya di ruanganya. Saya dan adi juga teman-teman yang lain (pak rush dan sahab) akhirnya terlibat perbincangan seru, seputar urusan lelaki. Saya merasa sangat canggung, secara cewek sendiri…hehe

Dengan sengaja saya putar perbincangan ke yang lain. Mas adi baru datang pulang Jakarta ya??tanya saya, iya mbak, kakak saya meninggal!! Innalillahi wa inna ilaihi roojiuun…sakit kangker payudara mbak, tambahnya…

Kemudian adi bercerita panjang lebar tentang penyakit yang direnggut kakak tercintanya tersebut. dia mengaku sangat sedih dan merasa sangat kehilangan. Saya lihat mata adi berkaca-kaca. Semoga kakak mas adi tenang dan bahagia ya mas???ucap saya, amin..ya robbal alamin…

 

Jum’at, 16th oct 09

Hari itu saya merasa letih sekali, beruntung suami saya tidak ada kerja tambahan, jadi tidak ada kewajiban untuk ngantor di hari libur. Sehari penuh waktu kami habiskan berdua. Memasak, bersih-bersih rumah, belanja dan jalan-jalan. Heeh…jum’at yang indah. Hehe

 

Minggu, 18th oct 09

I hate Sunday!! Kalimat itu seperti momok bagi saya setiap hari minggu tiba. Menyelesaikan laporan mingguan, mencari berita, mengecek surat menyurat, edit tulisan, kirim berita. Begitu selalu alur yang kami lalui. Hilir mudik, wira wiri, ngalor ngidul, selalu begitu hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan 12.30 waktu Kabul. Waktu makan siang…!!

Saya pun mengunjungi ruang suami saya (enaknya kalo sekantor begini, hehe). Mas makan yuuk..?! kata saya sambil menyodorkan piring berisi makan siang. Iya bentar lagi, jawabnya. Ada apa sih kok semua orang hillir mudik?? Tanya saya lagi ke suami saya. Heehh…dia menghela nafas panjang. Belum dengar berita yaa?? Belum, apa?? Adi meninggal dunia!! Innalillahi wa inna ilaihi roojiuun…saya langsung lemas mendengar kabar itu. Dimana?? Di guest house nya. Kenapa?? Sakit?? Nggak tau, berita masih belum jelas.

Hari itu, adi wisaksono, lelaki sederhana staff UNV yang tidak sombong itu telah menghembuskan nafas terakhir. Dari hasil medical check up nya, adi terserang jantung. Adi kemudian dimandikan dan disholatkan sebagaimana selayaknya. Dan kembali ke Indonesia, menemui sanak saudara kemudian istirahat dengan tenang bersama kakak tercintanya.

 

Sungguh ajal sangat dekat dengan nafas kita. Kita bisa saja berhati-hati memilih asupan makan, bisa menjaga kesehatan dengan berolah raga. Bisa juga hidup bahagia tidak kekurangan. Tapi jika Allah sudah memanggil kita untuk menghadap, apakah kita mampu menolak datangnya???

 

Sahabat yang saya cintai…melalui tulisan ini sungguh saya tidak berniat untuk mengotak atik cerita hidup Adi, tapi saya hanya ingin mengambil hikmah dari setiap jalan hidup yang dilalui manusia. Hanya kepasrahan total kepada Allah SWT yang membawa hati kita pada ketenangan. Jika suatu waktu Allah memberikan taqdir, itu pulalah jalan yang akan kita lalui hingga akhir hayat.

 

Semoga Adi juga kakaknya, diberi ketenangan di alam sana. Dimaafkan segala khilaf dan diterima amalnya. Juga keluarga dan sanak saudara, diberi ketabahan dan kekuatan juga keimanan.

 

))dedicated to: adi wisaksono((

 

 

Siapa saja yang merating artikel ini:

Frans Frans:
Bermanfaat

Komentar terkini (3 komentar):

Rusmana Wungkul pada 28/10/2009 17:22:06
avatar
Sorry mba agak kurang dikit PBB volunteer (UNV) dibawah UNDP
Anita Maharani pada 28/10/2009 12:02:25
avatar
Menyentuh sekali mba... semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisiNya...
ahmad Sodiqin pada 27/10/2009 20:23:17
avatar
innalillah ... semoga kita senantiasa diberikan khusnul khotimah ... amin ...
Jika anda akan memberikan komentar dan memberikan rating pada artikel ini, silahkan login atau klik disini untuk pendaftaran baru
  • email Kirim kepada teman
  • print Cetak berita ini