Abadikan Peran dan Perjuangannya
Gus Dur Dibikin Patung 'Afala Tatafakkarun'

Sosok Almarhum Gus Dur memang tak pernah mati dihati para pecintanya. Dengan berbagai cara Gus dur diingat dan di uri-uri (di jaga dan dirawat). Salah satunya seperti yang dilakukan staf fraksi FPKB DPR Maman Kholilurrahman Ahmad dan Sutanto Mendut.
Besarnya rasa cinta kepada Gus Dur yang telah memperjuangkan hak-hak kaum marginal dan islam rahmatan lil alamin, Maman yang asli Payaman Megelang, namun mencaru 'upo' (sesuap nasi dan segebok dolar) di Jakarta bersama Tanto menghubungi beberapa seniman di Magelang. Bertemulah Maman dengan seniman yang bernama Jono, seniman dari Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Pertemuan 3 orang yang sama-sama cinta Gus Dur ini berujung pada kesepakatan pembuatan patung Gus Dur dengan model ukiran tulisan bahasa arab yang diambil dari penggalan ayat suci Alqur'an. Tulisan yang bisa dilihat dari patung itu adalah 'afala tatadabbarun, afala ta'qulun, afala tatafakkarun' yang artinya secara sederhana berarti apakah kau tidak memikirkannya?
Menurut Gus Man, panggilan Maman, pesan dalam patung ini adalah Gus Dur sebagai patung atau hidup adalah surga inspirasi bagi rakyat. 2 tahun menjadi pemerintah seperti 2.000 tahun hidup di tengah kampung Indonesia.
"Gus Dur terbukti telah menjadikan manusia-manusia Indonesia hidup lebih indah, mesra, dan harmonis dalam bertata hidup. Maka itu, pas kiranya kalau patung ini kami beri judul 'afala tatafakkarun...," papar Maman sambil meneteskan air mata.
Menurut mantan Presiden IAIN Jogja ini, patung tersebut adalah bukti nyata dan kontribusi riil masyarakat Magelang dan keluarga besar anak muda NU yang cinta Gus Dur dan perjuangan kemanusiaannya. Biaya pembuatan patung tersebut memang besar, tetapi karena pembuatannya didorong oleh rasa cinta dan penghormatan maka angka tersebut tidak menjadi beban dan kendala.
"Patung itu aku yang pesan, mau dilaunching tanggal 5 besok di Studio Mendut, Magelang, Jawa Tengah, ini bersamaan untuk merayakan acara 40 hari wafatnya Gus Dur," papar Maman.
"Soal harga, tidak menjadi kendala, karena kami ihlas. Saya sendiri tidak keluar dana, hanya menyediakan beberapa fasilitas yang dibutuhkan dan gagasan. Patung dengan bahan baku sebesar itu biasanya dijual seharga Rp 40 juta, dan berdasarkan pesanan," pungkas Gus Maman dengan sumringah.
Selamat jalan Gus ... Semoga Engkau sudah ditemani para bidadari sebagai wujud amal baikmu di dunia lalu ... amin ... Alfatehah ...
(orisinil)
Pekerja sosial yang kini menetap di pinggiran Jakarta
Total Posting: 563 | Rating: 138



del.icio.us
Digg

Komentar terkini (2 komentar):
Jika anda akan memberikan komentar dan memberikan rating pada artikel ini, silahkan login atau klik disini untuk pendaftaran baru