Patung Gus Dur Menuai Kontroversi

Rasa hati ingin menjadikan Gus Dur abadi dalam kenangan dan perjuangannya dengan membuat patung. Tetapi ada daya jika niat suci yang dibungkus dengan nuansa dan pendekatan seni itu akhirnya menuai kontroversi.
Itulah yang terjadi dengan pembuatan patung Gus Dur oleh beberapa seniman di Magelang Jawa Tengah. Patung yang rencananya dihadiahkan oleh para seniman pecinta Gus Dur ini kepada publik dan rakyat Indonesia yang merasa akan menjadi penerus perjuangan mantan presiden RI ke 4 itu menuai kontroversi di kalangan ummat islam sendiri maupun agama lain.
APa sebab, ternyata Gus Dur dibikin patung dengan 5 model. Salah satunya adalah dengan menjadikan patung Gus Dur ala Buddha. Tentu saja hal ini memancing kemarahan dan reaksi keras kaum Buddhis karena merasa tuhannya dilecehkan. Belum lagi dari kaum muslimin yang khawatir pembuatan patung Gus Dur ini hanya membawa madharat dan laknat Allah karena menjadikan orang yang tidak paham akan kemurnian tauhid menjadi musyrik karena mengkultuskan atau bahkan menyembah Gus Dur.
Sebagaimana yang dikutip dari www.detik.com, Senin (8/2/2010),rasa hormat untuk mengenang jasa mendiang Gus Dur terus dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan pembuatan patung serta lukisan Gus Dur yang dibuat oleh beberapa seniman asal Jawa Tengah.
Salah satunya adalah Ismanto atau yang dikenal dengan seniman 5 gunung asal Magelang. Ia membuat patung badan Gus Dur yang sedang dikerubungi oleh beberapa binatang. Ada juga Cipto Purnomo (komunitas seniman Borobudur Indonesia) yang membuat patung Gus Dur berbentuk persis menyerupai Budha.
Judul patung Ismanto bertemakan 'Gunung Gus Dur', Cipto bertemakan 'Sinar Hati Gus Dur'. Patung karya Syamsuddin bertajuk 'Presiden di sarang penyamun' dan karya Jono diberi nama 'Gladiator Gus Dur'.
Selain empat patung tersebut, seniman Mamikato juga ikut menyumbangkan karyanya dalam bentuk lukisan yang diberi judul 'Gus Dur dan Gembilaloka'. Keempat patung itu dibuat di Studio Mendut, Magelang sejak Jumat (5/2) silam.
"Keempat patung dan satu lukisan itu menjelaskan karakter Gus Dur sebagai tokoh yang multietnis, multikultur dan universal," kata Sutanto, pemilik studio Mendut tersebut, Minggu (7/2/2010).
Menanggapi protes dari kalangan pemuda Buddhis tersebut, Gus Nuril meminta Pemahat patung Gus Dur berhati-hati untuk tidak melukai perasaan umat beragama. Ini bukti mengamalkan pluralisme dan demokratisasi ala Gus Dur yang diperjuangkannya selama ini.
"Jangan sampai disebut Buddha Gus Dur, karena Gus Dur adalah seorang wali Allah," kata orang dekat Gus Dur, Gus Nuril saat dihubungi detikcom, Senin (8/2/2010).
Lanjut pria yang pernah memimpin pasukan berani mati untuk Gus Dur ini, patung tersebut jangan sampai menjadi sarana pengkultusan. "Patung ini jangan dijadikan sarana kemusyrikan dan jangan ada ritual penghormatan," terangnya.
Gus Nuril tidak mempermasalahkan jika ada seniman yang ingin membuat patung Gus Dur. Tokoh nasional lain seperti Diponegoro atau Jenderal Sudirman saja sudah dijadikan patung. "Mau dipatungkan dalam bentuk apapun silahkan, itu hak mereka (pembuat patung)," tambahnya.
Sementara itu, dari pihak keluarga ternyata tidak mempersoalkan patung Gus Dur dibuat mirip Buddha dan dikelilingi binatang. "Kita tangkap itu sebagai bentuk kecintaan seniman kepada Gus Dur," kata menantu Gus Dur, Dhohir Farisi, saat dihubungi detikcom, Senin (8/2/2010).
Menurut Dhohir, jika umat Buddha merasa keberatan dengan patung tersebut, sang pematung harus segera memberi respons. "Kalau ada perdebatan dari umat Buddha, senimannya harus memberi respons," lanjut politisi Gerindra ini.
Memang diakui Dhohir, tidak ada dari panitia atau seniman yang bersangkutan meminta izin mau membuat patung tersebut. Namun keluarga tidak mempermasalahkan. "Tidak ada keberatan apa pun. Ya sudahlah, itu ekspresi seni," kata Dhohir.
Suami Yenny Wahid ini menambahkan sudah diinformasikan oleh para seniman, mereka akan kembali mengadakan kegiatan serupa di Magelang untuk memperingati 100 hari wafatnya Gus Dur. Menurutnya, publik masih belum banyak tahu kalau Gus Dur juga dekat dengan komunitas seni. "Selain sebagai kyai dan mantan presiden, beliau juga pernah menjadi Ketua Dewan Kesenian Jakarta," kata Dhohir.
Bagaimana tanggapan Yenny Wahid soal patung Gus Dur itu? "Yenny juga sudah lihat gambarnya. Kita ketawa saja, ada patung Gus Dur pakai peci putih dll. Inilah ekspresi seni," terangnya.
Bagaimana tanggapan para pemahat patung Gus Dur? Sang pematung, Cipto Purnomo, mengaku tidak ada niat melecehkan Buddha. Justru dia melihat adanya nilai kebajikan dari Buddha dan Gus Dur.
"Saya saat menciptakan patung itu melihat bahwa patung itu adalah bentuk simbolis. Bukan maksud dan tujuan saya untuk melecehkan agama tertentu," tegas Cipto Purnomo saat ditemui detikcom di rumahnya, di Desa Blangkunan, Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (8/2/2010).
Kenapa Cipto membuat patung Gus Dur menyerupai Buddha? Cipto mengatakan dirinya melihat adanya nilai-nilai kebaikan yang sama-sama muncul dari Buddha dan sosok Gus Dur.
"Gus Dur seperti kita ketahui, dengan umat lain tidak memusuhi, malah terjalin hubungan yang baik. Apalagi di negara kita banyak agama dan kepercayaan yang bisa diterima," tegas Cipto.
Cipto menceritakan, awal mula membuat patung ini adalah ajakan dari pemilik Studio Mendhut, Sutanto, dalam rangka memperingati 40 hari wafatnya Gus Dur. "Seminggu sebelum acara dilangsungkan di Studio Mendut, saya dihubungi Pak Tanto untuk membuat patung," tegas guru SMP Muhammadiyah 1 ini.
Setelah memperoleh ide dan imajinasi, dia memilih sosok Buddha. Menurutnya, karya seni tercipta secara subyektif dari seniman itu berdasarkan imajinasi dan hasil pengamatan di lingkungannya.
"Saya dekat dan dibesarkan di lingkungan Candi Borobudur. Siapa yang tidak kenal dan tidak mengaguminya," tegas Cipto.
Cipto adalah pematung yang sudah sering membuat patung Buddha. Dia adalah pemegang rekor MURI tahun 2009 sebagai pembuat patung Buddha terkecil di Indonesia berukuran 8x4x5 mm dari emas.
Semoga karya seni yang agung dan luhur ini tidak dicederai semata-mata karena kepentingan popularitas dan ketenaran, apalagi latar belakang materi. Jika ini yang terjadi, Sungguh biadab karena selain akan membuat peluang kemusyrikan juga akan menyakiti pecinta Gus Dur lainnya dan tokoh yang disucikan agama lainnya seperi pating Buddha.
Pekerja sosial yang kini menetap di pinggiran Jakarta
Total Posting: 563 | Rating: 138



del.icio.us
Digg

Komentar terkini (0 komentar):
Jika anda akan memberikan komentar dan memberikan rating pada artikel ini, silahkan login atau klik disini untuk pendaftaran baru