Monumen Pers Nasional Kekurangan Dana

Solo, (KW) --- Monumen Pers Nasional yang berlokasi di Jalan Gajah Mada No. 59, Solo, Jawa Tengah, adalah saksi bisu terbentuknya organisasi kewartawanan di Indonesia dengan nama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 9 Februari 1949. Berdasarkan hari kelahiran PWI itu, 9 Februari ditetapkan sebagai Hari Pers Nasional. Untuk mengenang peristiwa tersebut, Monumen Pers Nasional diresmikan almarhum Presiden Soeharto pada 9 Februari 1978.
Di monumen ini, seperti disiarkan liputan6 SCTV Selasa (9/2/2010), pengunjung bisa menyaksikan beraneka koleksi terkait perjalanan pers Indonesia. Koleksi itu berupa diorama, dokumentasi, maupun benda-benda bersejarah lain seperti majalah kuno, surat kabar, mesin tik, dan baju-baju wartawan. Berbagai koleksi itu dipajang di ruang pameran tetap di sisi kanan monumen. Di ruang lain yang merupakan ruang utama, berbagai koleksi yang selalu diperbarui sesuai tema yang diangkat, ditampilkan.
Sayangnya, akibat kekurangan dana, penggantian koleksi di ruangan ini kerap sulit dilakukan. Saat ini, koleksi yang ditampilkan masih bertema Sumpah Pemuda. Seharusnya sudah diganti tentang Hari Pers Nasional. Kesulitan dana ini juga mengakibatkan sejumlah koleksi di monumen menjadi rusak dan terpaksa dimusnahkan. Padahal, koleksi-koleksi tersebut bernilai sejarah tinggi bagi perjalanan pers Indonesia.
Kepala Seksi Pelayanan Informasi Monumen Pers Nasional, Tri Wibawani, koleksi monumen memang hanya dirawat dengan seadanya karena kekurangan dana sehingga kebanyakan rusak. Jika kondisi ini tetap dibiarkan, bukan tidak mungkin beberapa tahun ke depan koleksinya sudah tak dapat dilihat
Pekerja sosial yang kini menetap di pinggiran Jakarta
Total Posting: 559 | Rating: 130



del.icio.us
Digg

Komentar terkini (0 komentar):
Jika anda akan memberikan komentar dan memberikan rating pada artikel ini, silahkan login atau klik disini untuk pendaftaran baru