Oh Yeon Ho, Pencetus Gagasan Citizen Journalism

Terinspirasi Ungkapan ‘Oh My God!’

Setiap warga negara adalah reporter. Inilah prinsip dasar yang dipegang Oh Yeon Ho untuk mengembangkan situs OhmyNews.com yang kini jadi simbol kesuksesan citizen journalism.

MELALUI situs OhmyNews.com, Oh menggebrak dunia media massa dengan konsep baru “citizen journalism.” Dengan konsep semua warga negara adalah jurnalis, Oh mampu menarik minat 50 ribu orang bergabung sebagai wartawan amatirnya. Padahal ketika awal berdiri Februari 2000, Oh hanya dibantu empat orang.

Seiring perjalanan waktu, situs itu semakin dikenal publik Korea Selatan (Korsel) dan menembus batas negara hingga ke luar negeri. Nama Oh kian masyur dengan rencana ambisiusnya menambah jumlah reporter di penjuru Seoul hingga 100 ribu orang dalam tiga tahun ke depan.

Sepak terjang Oh pun dilirik Softbank, perusahaan dari Jepang yang menginvestasikan USD11 juta untuk menambahkan kemampuan OhmyNews menampilkan video berita. Dana itu digunakan Oh untuk memperluas jaringan situsnya di Jepang.

“Tidak masalah jika mereka dari Korea, Jepang, atau Amerika Serikat (AS), manusia tetap memiliki insting yang sama. Mereka secara alami ingin orang lain tahu apa yang mereka temukan,” tutur Oh, yang dianggap karismatis ini.

Oh tak memungkiri, OhmyNews.com juga seperti media massa lain, baik baru atau lama, hidupnya tergantung pada iklan dan menjual content berita. Karena itulah, Oh kini berniat meningkatkan pendapatan iklan dari situsnya tersebut.

OhmyNews.com berkantor di gedung dua lantai di Seoul. Disinilah, 80 editor profesional, reporter, dan jurnalis video memilah ratusan berita yang dikirim tiap hari oleh 50 ribu warga negara jurnalis mereka di seluruh Korsel. Tak hanya dari Seoul, Oh juga memiliki 3.000 reporter di Jepang, dan 2.500 reporter di berbagai negara terpisah.

Di pintu kantornya, Oh sengaja memasang slogan “setiap warga negara adalah reporter”. “Setiap warga negara adalah reporter tidak sekadar slogan namun telah menjadi realitas,” ungkap Oh.

Karena banyaknya berita yang masuk, sepertiga dari berita yang masuk itu tidak dimuat karena berbagai hal. Misalnya, fakta yang kurang, topik yang tidak tepat, atau berisi hujatan kepada pihak tertentu. Berita yang ditolak akan mendapat kesempatan kedua untuk diperbaiki lagi sesuai ijin penulisnya. Tulisan yang dimuat akan mendapat imbalan USD20 (sekitar Rp180 ribu).

Oh juga membuat kebijakan untuk memberi prioritas pada nama penulis baru jika ada beberapa artikel dalam satu tema. Dengan kebijakan itu, Oh berharap pembaca memiliki kesempatan mendengar banyak sudut pandang berita.

Den gan kiat seperti itu, OhmyNews.com dapat mempublikasikan 150 berita setiap hari, sepertiga berita dari staf profesional dan sisanya dari warga yang lain. Pembaca juga dapat memberikan tanggapan singkat secara langsung. Situs ini mampu menarik lebih dari 800 ribu pengunjung dan lebih dari 2 juta halaman dibaca setiap hari.

Disinilah masyarakat dan jurnalis profesional bekerja sama. Misalnya, staf reporter menulis secara umum sebuah perjanjian perdagangan, sementara warga yang lain menulis bagaimana kebijakan itu berpengaruh terhadap mereka.

Pengalaman paling menggembirakan bagi Oh adalah ketika Roh Moo Hyun memenangkan pemilu presiden pada 2002. Tanpa diduga Roh justru memberikan wawancara pertamanya dengan OhmyNews.com. Presiden Roh memuji jurnalis warga negara OhmyNews.com yang menulis tentang dirinya dan membantu meningkatkan dukungan terhadapnya.

“Kami mendapat banyak berita besar dalam kampanye pemilu Roh—yang dilewatkan oleh media-media konvensional. Kami ingin menjadi suara akar rumput. Sesuatu yang seringkali diabaikan oleh media konservatif,” jelas Oh mengenai sikap medianya dalam pemilu presiden kala itu.

Nama Oh dan OhmyNews.com pun kian populer ketika mengangkat berita tentang kasus mobil militer AS yang menabrak dua gadis pelajar Seoul hingga tewas. Kasus itu memicu protes massa menentang AS dan impeach terhadap Roh.

Saat itu Oh melalui OhmyNews.com kembali membantu Roh tetap di posisinya. Tindakan ini diambil Oh sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah.

Kendati pemerintah pernah memberikan subsidi pada situsnya sebesar USD10 ribu, Oh membantah tudingan situs ini merupakan corong pemerintah. Oh menyebutkan sejumlah sikap OhmyNews.com untuk mengkritisi presiden, seperti tentang kontribusi Seoul dalam perang AS di Irak.

Keberanian Oh membuat terobosan dan mengambil sikap tersebut merupakan cerminan dari perjalanan hidupnya sendiri. Sebagai mantan aktivis mahasiswa yang menentang diktator yang didukung militer, Oh pernah meringkuk di penjara selama satu tahun pada 1980-an.

Setelah dilepaskan, daya kritis Oh kian terapresiasi ketika bergabung dalam sebuah majalah progresif pada 1990-an.

Pria yang pernah mengecap studi jurnalisme di AS dalam kajian literatur Korea itu menegaskan, media massa tidak boleh sendirian dalam proses agenda setting.

“Jurnalis profesional harus dalam posisi sama rata dengan audiens mereka,” papar Oh yang terpilih sebagai Agenda Setter 2006, orang paling berpengaruh nomor 16 di dunia dalam teknologi informasi. Survey itu dilaksanakan oleh silikon.com

Oh pun menamakan situsnya sesuai jalan pikirannya tentang seorang reporter, baik profesional atau pun amatir, yang harus berorientasi pada berita yang bagus. “Berita membuat reporter bergerak. Berita bagus membuat jantung mereka berdetak. Momen ketika detak jantung Anda berkata ‘Oh my God!’ Anda harus menulis. Itulah oh my news! Ini tidak berkaitan dengan nama depan saya,” ujarnya sambil tersenyum lebar.

Dan menghadapi tantangan ke depan, Oh berujar akan menjaga kualitas situsnya. “Saya akan meningkatkan kualitas dan kuantitas warga negara yang menjadi jurnalis di situsnya,” papar Oh.

Ambisi Oh untuk melakukan ekspansi ke berbagai negara tetap dia jaga. “Saya ingin OhmyNews.com menjadi model di seluruh dunia, sehingga sistem jurnalisme profesional menjadi sistem yang interaktif antara profesional dan warga negara jurnalis,” ujar Oh.

Oh yakin ketika setiap negara menemukan sebuah model yang benar-benar mereka inginkan, OhmyNews.com akan menjadi pusat jaringan situs jurnalisme warga negara. “Ini salah satu mimpi kami,” terang Oh.

Dalam tiga tahun pertama berdiri, OhmyNews.com belum mencatatkan keuntungan berarti hingga tahun 2005. Oh menganggap tahun-tahun awal itu sebagai pengeluaran investasi dan tidak menganggapnya sebagai kerugian. Setelah 2005, Oh mengaku situsnya mulai menarik banyak pemasang iklan.

Oh tidak mau membuka berapa pendapatan situs tersebut, namun kini dia menyebutkan pendapatan rata-rata pertahun telah mencapai USD6,35 juta. Dari jumlah sebesar itu 70%-nya berasal dari iklan.

ALI IKHWAN 

YOUR REACTION?

Facebook Conversations