Sudahi memaki, sudahi merendahkan orang lain, apalagi kepada Ulama dan Orang-orang Alim yang lebih tinggi ilmu dalam segala hal dibanding kita.

Biarlah tulisan ini tidak nyambung antara judul dan batang tubuh, yang penting baca dulu baru ambil kesimpulan. Masalah isi, iklan bear brand aja gak konsisten. Susunya susu sapi, gambarnya beruang, iklannya naga..ayo coba... mari ketawa bersama di akhir pekan yang murung...

Gara-gara #ahok dan #pilkada jadi merasa asing dengan linimasa kawan2.. Bagi saya #ahok adalah penista dan harus diperlakukan di depan hukum. Selanjutnya, mari kita ketawa dan bercanda riang bersama, jangan lantas "menari" dan "mabuk" dengan gendang yang ditabuh orang lain.

Mulai dari pagi, sampai menjelang malam, selama gadget tidak dimatikan, pujian dan hujatan seakan makanan yang wajib disantap oleh kita di jagat media. Tak usah heran jika dalam kehidupan sosial kita dihadapkan pada persoalan yang teramat serius yang bisa berbuntut kepada perpecahan bahkan permusuhan.

Kita tengok saja kasus yang belakangan ramai, dari Ulama yang dicaci, dihujat bahkan direndahkan martabatnya semudah mengedikan mata, tanpa memikirkan dengan jiwa. Dengan mudah kita jumpai link-link dari berita palsu yang disebar untuk memengaruhi jiwa kita, dari mulai kebohongan politisi A, aliran dana politik, ruang privat tokoh-tokoh politik semuanya telanjang, terbuka seperti melihat Luna & Ariel Noah di masa lalu. Kita pun lantas berdebat, menyatakan sikap, mengemukakan pendapat, bahkan menyerang pribadi satu dengan yang lain, untuk sebuah urusan yang mungkin tidak akan pernah bepengaruh terhadap dapur kita--kecuali bagi para akrobator politik yang memang menciptakan ladang untuk panen uang dan kekuasaan.

Analisa pun bertebaran dimana-mana, dari analisa yang objektif bahkan subjektif pun mengemuka. Seolah #ahok #pilkada adalah masa depan kita. Segala energi tumpah ruah tak tersisa. Kita lalai, bahwa masih banyak masalah yang harus kita tuntaskan, masih banyak janda-janda yang harus "diselamatkan"..eh... masih banyak kerja sosial yang belum tersentuh oleh tangan-tangan kesadaran kita, masih banyak kebaikan yang masih melulu berada dibenak kita tanpa pernah mewujud jadi nyata.

Kita pun terlihat menjadi bangsa yang barbar, kesopanan ala timur hanya manis dibibir, pahit diempedu. Mempertontonkan "keaslian" kita didepan jutaan pasang mata layar hp umat manusia. Lantas kita merasa bahwa kita sedang dianiyaya, diadu domba, menikmati hari-hari dengan kemarahan, kekecewaan dan menebar dendam hingga ke dalam jiwa. Energi ini suatu saat akan meledak, menjadi bahan bakar yang ampuh untuk menghancurkan Keindonesiaan kita, Kebhinekaan kita, Keislaman kita bahkan Kemanusiaan kita. Ditangan orang-orang serakah, orang orang yang punya kuasa, kita adalah martir-martir kecil dan debu yang setiap saat diblower dengan mesin pemusnah massal bernama "AKUISME".

Karenanya, sudahi memaki, sudahi merendahkan orang lain, apalagi kepada Ulama dan Orang-orang Alim yang lebih tinggi ilmu dalam segala hal dibanding kita. Agama itu mestinya indah, mestinya membawa kedamaian, mestinya mengajarkan ahlak dan kesopanan dimanapun tempat, tak peduli di jamban maupun di twitterland.

Jika ada jenis manusia yang pandai memaki, apalagi ditakdirkan jadi pemimpin kita, maka tugas kita untuk mengakhirinya, tugas kita untuk mencari yang benar-benar mewakili ruang idealisme kita, mewakili kewarasan kita dalam hidup rukun, damai dan sejahtera bersama dalam bingkai NKRI. Amat rugi, jika kita harus tercabik dari norma-norma kesantunan kita hanya gegara #Ahok #pilkada #sosialmedia dan #brokerpolitik.

Mari berjamaah laksana sholat. Bukan sekadar sholat dalam ibadah, tapi sholat dalam sosial budaya. Kuu Anfusakum---mulai dari diri sendiri. Jika kita berhasil menata diri, menata keluarga kita, dan jika itu dilakukan oleh jutaan keluarga umat muslim di Indonesia bahkan di dunia, maka kita adalah Almuslim ahul muslim kaljasadil wahid, bagaikan satu tubuh, yang secara individu menata diri dengan baik dan berjamaah menata kebaikan bersosial dan berbudaya. Jadi amat rugi rasanya jika gara-gara #ahok #pilkada kita menjadi pecah antar umat, padahal kita syahadatnya sama, Insya Allah BERTUHAN yang sama... Malu sama "Sikafir" Elon Musk yang sudah menyiapkan SpaceXnya ke Angkasa Raya. Yang lebih asyik itu bahas gimana hukum sholat di Mars, gimana cara mengatur kiblatnya, gimana kalo ternyata spescies manusia bisa berkembang biak disana..dan segala dampak turunanya. plis ah jangan jadi#ummatanbaferan

#ummatanbaferan hanya cocok untuk abegeh dan mamah-mamah muda yang hobi gadgetan atau dedek-dedek cantik yang berdaieltika dengan puberitas dan kutukan jomblo... Wassalam

YOUR REACTION?

Facebook Conversations