Pajak merupakan pembiayaan yang wajib dilunasi oleh tiap-tiap wajib pajak kepada pemerintah untuk pembiayaan atas anggaran belanja negara.

Pajak ini pun telah diatur oleh undang-undang dasar dan telah diaplikasikan secara merata Pajak merupakan pembiayaan yang wajib dilunasi oleh tiap-tiap wajib pajak kepada pemerintah untuk pembiayaan atas anggaran belanja negara.

Pajak ini pun telah diatur oleh undang-undang dasar dan telah diaplikasikan secara merata. Adapun salah satunya ialah karyawan sebagai objek wajib pajak dengan hitungan yang telah ditentukan. Dimana perhitungan pajak penghasilan bagi pegawai tetap ini ada aturannya dan nantinya dapat diterapkan sesuai kebijakan pemerintah yang telah mengaturnya.

Adapunperhitungan pajak untuk karyawan atau pegawai tetap dengan rumus penghasilan kotor dikurangi biaya jabatan yang pada biasanya bertotal 5% dari gaji bruto.Total maksimalnya ialah Rp. 500.000 untuk per bulannya atau Rp. 6.000.000 pertahun. Angka tersebut dikurangi anggaran pensiun, anggaran hari tua dan PTKP atau penghasilan tidak kena pajak. Pada nantinya, hitungan pembiayaan pajak tersebut dapat diaplikasikan. 

Tak perlu cemas, hampir sebagian besar gaji yang diterima disuatu perusahaan, terutama sebagai karyawan tetap telah ada potongan gaji. Dimana dari potongan upah tersebut telah tercover oleh pembiayaan untuk iuran pensiun, jaminan hari tua dan pajak. Secara pastinya,pajak dari seorang personal satu dan lainnya tidaklah sama sekali pun berstatus sebagai karyawan tetap. Dari website penyedia aplikasi payroll Indonesia Sleekr, berikut hal-hal yang mempengaruhi perbedaan perhitungan pajak penghasilan antara lain ialah:

·       Gaji pokok yang diterima.

·       Besarnya nominal dari dana pensiun dan jaminan hari tua.

·       Status diri sebagai karyawan lajang atau menikah atau mempunyai anak satu, dua dan tiga.

·       Nominal PTKP atau penghasilan tak kena pajak.

Hitunganpajak yang harus dibayarkan oleh karyawan tetap telah ada aturannya dan nantinya pajak ini bisa dibayar sendiri maupun dihandle oleh pihak perusahaan secara langsung. Sekalipun harus membayar sendiri,Anda tak perlu cemas karena jalur pembayaran ini cukuplah mudah yang antara lain ialah:

·       Pembayaran pajak secara langsung atau via offline yakni ke Kantor pos maupun via Bank persepsi.

·       Pembayaran via online melalui situs resmi yang disediakan oleh pemerintah. Akses ini sebaiknya dioperasikan pada media online milik sendiri yakni dari laptop maupun komputer kepunyaan sendiri guna menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

Dari jalur yang tak sama itu, tentu saja masing-masing dapatdipilih sesuai kenyamanan dari Anda sendiri. Akses via online sangat cocokuntuk Anda yang tak ingin mengantri dan dapat melakukan pembayaran dimana saja dengan segera. Cukup dengan mengakses laman online, dan tahap-tahapnya dapat diakses satu per satu maka proses pembayaran akan segera clear. Sedangkansecara offline, Anda bisa mendatangi kantor pos maupun Bank persepsi terdekat guna menyelesaikan pembayaran pajak secara langsung. Masing-masing mempunyai jalur kemudahan tersendiri yang dapat disesuaikan dengan opsi. Tetapi, tetap perhitungan pajak penghasilan telah diatur dibawah kewenangan undang-undang dasar.

YOUR REACTION?

Facebook Conversations