Semangat anak-anak ini untuk bersekolah luar biasa. Mereka harus bertaruh nyawa saat menuju sekolah di MTS Ngemplak Kabupaten Boyolali Jawa Tengah

Semangat anak-anak ini untuk bersekolah luar biasa. Mereka harus bertaruh nyawa saat menuju sekolah di MTS Ngemplak Kabupaten Boyolali Jawa Tengah, atau sebaliknya warga Boyolali akan bersekolah ke SMK di Colomadu Karanganyar.

Yaitu menyeberangi jembatan yang kondisinya memprihatinkan, setiap hari demi menuntut ilmu.

Siswa-siswa di Kabupaten Karanganyar dan Boyolali, Jawa Tengah tetap semangat bersekolah meski harus melintasi jembatan itu.

Para siswa itu berasal dari Desa Bolon, Kecamatan Colomadu, Karanganyar serta siswa dari Desa Suruh, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali.

Para siswa ini harus melintasi sungai Pepe melalui jembatan sepanjang 50 meter yang hanya terbuat dari sebilah papan di atas saluran irigasi yang menghubungkan kedua desa ini.

Ketinggian jembatan dari sungai sekitar 25 meter. Siswa dan warga melintasi jembatan ini untuk mempersingkat waktu, lantaran apabila harus memutar ke jembatan di Pasar Colomadu menempuh jarak 8 hingga 10 kilometer.

"Tidak takut jatuh karena sudah biasa. Tetapi ya harus hati-hati karena kalau hujan papannya licin. Kalau lewat sini jaraknya lebih dekat hanya sekitar satu kilometer," ujar Arif yang berasal dari Desa Bolon, Karanganyar yang hendak berangkat ke sekolahnya di MTS Ngemplak, Boyolali, Kamis (12/3/2015).

Hal senada juga diutarakan warga Ngemplak, Boyolali yang hendak berangkat ke sekolahnya yakni SMK YP Colomadu, Karanganyar.

Dicky mengaku sudah sering melihat orang terjatuh dari jembatan ini.

"Pernah ada juga yang jatuh, dan berharap pemerintah dapat menyediakan atau memperbaiki jembatan ini," harapnya.

Editor: Cak Sur

Sumber:Tribunnews

YOUR REACTION?

Facebook Conversations