Sun,24 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Awan Cumulonimbus Dominasi Indonesia Sepekan ke Depan, Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang

Awan Cumulonimbus Dominasi Indonesia Sepekan ke Depan, Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang

awan-cumulonimbus-dominasi-indonesia-sepekan-ke-depan,-waspadai-hujan-lebat-dan-angin-kencang
Awan Cumulonimbus Dominasi Indonesia Sepekan ke Depan, Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang
service

Jakarta, Arina.idBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) akan mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan, tepatnya pada 26 Maret hingga 1 April 2026.

Kondisi ini menjadi sinyal kuat meningkatnya potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di berbagai daerah.

Berdasarkan prakiraan cuaca terbaru BMKG mengelompokkan potensi pertumbuhan awan CB ke dalam dua kategori utama berdasarkan cakupan spasial, yakni Frequent (FRQ) dengan cakupan lebih dari 75 persen dan Occasional (OCNL) dengan cakupan antara 50 hingga 75 persen.

Kategori ini digunakan untuk mengidentifikasi seberapa luas area yang berpotensi terdampak awan konvektif aktif yang identik dengan cuaca ekstrem.

Wilayah dengan Potensi Tinggi
Wilayah dengan kategori Frequent (FRQ) atau dominasi awan CB tinggi tercatat meliputi Kalimantan Timur, Laut Maluku, serta Samudra Hindia. Pada area ini, pertumbuhan awan badai diperkirakan terjadi secara luas sehingga meningkatkan peluang hujan berintensitas tinggi dalam durasi tertentu.

Sementara itu, kategori Occasional (OCNL) yang menunjukkan cakupan awan CB cukup luas juga terdeteksi di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Di Pulau Jawa, potensi ini mencakup Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur. Artinya, wilayah padat penduduk ini berpeluang mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat terjadi secara tiba-tiba.

Hampir Seluruh Wilayah Terdampak
Di wilayah Sumatera, kondisi serupa diperkirakan terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, hingga Lampung.

Sementara di Kalimantan, seluruh provinsi mulai dari Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, hingga Kalimantan Utara masuk dalam cakupan awan CB kategori OCNL.

Potensi yang sama juga meluas ke kawasan Indonesia timur, termasuk Sulawesi (Barat, Selatan, Tengah, Tenggara, dan Utara), Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), serta wilayah Maluku dan Papua, termasuk Papua Pegunungan dan Papua Selatan.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama pada siang hingga malam hari, seiring meningkatnya aktivitas awan konvektif di berbagai wilayah.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.