“Bapak Sosiologi Pedesaan.” Begitu orang menyebut sosok Kusumo Kampto Utomo yang populer dengan panggilan Sajogyo atas jasa-jasanya membela kelompok-kelompok rentan dan lemah di pedesaan. Sajogyo juga “Bapak Agraria.” Menurut Ivanovic Agusta, Kepala Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan IPB University, mengatakan, Sajogyo punya banyak warisan studi agraria yang terpakai hingga saat ini. Agusta yang jadi pembicara dalam seminar 100 Tahun Perayaan Sajogyo di Universitas Soegijapranata, Semarang akhir April ungkap sedikit riwayat sosok kelahiran Kebumen, Jawa Tengah (Jateng), 21 Mei 1926 itu. Setelah lulus dari Hollandsch-Inlandsche School (HIS) di Kediri dan Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) di Purwokerto, Sejogyo lantas sekolah SMA di Yogyakarta. Usai tamat, dia melanjutkan kuliah di Fakultas Pertanian Universitas Indonesia (UI) di Bogor 1949 dan meraih gelar insinyur pada 1955. Setelah itu, Sajogyo menjadi asisten lapangan dan banyak terlibat penelitian bersama Karl J Pelzer, pengajarnya asal Belanda. Museum IPB University menyebut, Sajogyo terlibat dalam penelitian yang berkaitan dengan koperasi dan permasalahan kelas sosial di wilayah pedesaan. Salah satunya Desa Teruka, Dataran Tinggi Cibodas, Jawa Barat (Jabar) atau penelitiannya tentang kondisi para transmigran asal Jawa yang membuka hutan di Lampung. Sajogyo pernah menjadi Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 1964-1965. Hanya satu tahun karena terjadi huru-hara peristiwa 1965. Dia juga memimpin Survey Agro Ekonomi (SAE) pada 1965-1972 yang melibatkan 15 kampus. Sajogyo meninggal pada 17 Maret 2012 di Bogor. Harun, Petani Pakel, Banyuwangi menyampaikan aspirasinya di depan Museum Markas Besar Polri, Jakarta, Jum’at (21/01/2022). Foto: Falahi Mubarok/Mongabay Indonesia Kritik revolusi hijau Agusta katakan, pada era pembangunan sekitar 1963-1972,…This article was originally published on Mongabay
100 Tahun Sajogyo, Mengenang Pembela Kelompok Lemah di Pedesaan
100 Tahun Sajogyo, Mengenang Pembela Kelompok Lemah di Pedesaan





Comments are closed.