Sun,24 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Kebutuhan Selenium Ibu Menyusui: Manfaat, Dosis, dan Sumber Terbaik

Kebutuhan Selenium Ibu Menyusui: Manfaat, Dosis, dan Sumber Terbaik

kebutuhan-selenium-ibu-menyusui:-manfaat,-dosis,-dan-sumber-terbaik
Kebutuhan Selenium Ibu Menyusui: Manfaat, Dosis, dan Sumber Terbaik
service

Jakarta

Asupan vitamin sangatlah diperlukan pejuang ASI untuk mendukung kebutuhan gizi, salah satunya adalah kandungan selenium. Yuk, cari tahu serba-serbi selenium dan ibu menyusui, mulai dari manfaat, dosis dan sumber terbaik yang bisa dipenuhi dalam asupan harian.

Selenium mungkin tidak terlalu familiar didengar sebagai bagian dari mineral penting untuk ibu menyusui. Padahal, selenium menjadi salah satu zat yang memberikan banyak manfaat lho, Bunda, untuk menunjang kesehatan selama masa menyusui.

Apa itu selenium?

Dari berbagai rangkaian vitamin penting untuk kesehatan tubuh ibu menyusui, selenium menjadi salah satunya, Bunda. Selenium merupakan mineral yang ditemukan secara alami di tanah, air, dan beberapa makanan. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, selenium juga bisa ditambahkan ke beberapa makanan untuk meningkatkan nilai gizinya. Jika kesulitan memenuhinya secara langsung, suplemen selenium pun banyak tersedia di pasaran.

Selenium sendiri disebut sebagai mineral jejak. Artinya, tubuh hanya membutuhkan sedikit selenium untuk berfungsi dengan baik. Selain selenium, mineral jejak lainnya termasuk di antaranya tembaga dan yodium. 

Pentingnya selenium untuk tubuh

Tubuh memang membutuhkan mineral selenium guna menunjang kesehatan dan fungsinya dengan baik. Ini karena selenium merupakan bagian penting dari protein yang dikenal sebagai selenoprotein. 

Zat ini sangat penting untuk kesehatan dan bisa membantu mengendalikan stres oksidatif yakni ketika terlalu banyak radikal bebas beredar di tubuh, membantu sistem kekebalan tubuh, serta mendukung pembentukan DNA.

Selain itu, selenium juga membantu menyehatkan usus, membantu pengaturan tiroid, membantu fungsi otak, dapat membantu meringankan konsekuensi dari banyak penyakit kardiovaskular, dan berperan dalam kesehatan reproduksi, seperti dikutip dari laman Kinfertility.

6 Manfaat selenium untuk tubuh

Selenium memang begitu pentingnya bagi tubuh. Tidak heran, manfaat yang diberikan dari selenium pun sangatlah beragam, Bun. Berikut beberapa manfaatnya setelah selenium masuk ke dalam tubuh:

1. Mendukung sistem kekebalan tubuh

Ada banyak bukti bahwa selenium memang diperlukan untuk menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap berfungsi dengan baik. Ini dikarenakan selenium dapat meningkatkan jumlah sel darah putih dalam tubuh yang dibutuhkan untuk melawan penyakit dan infeksi.

2. Baik untuk kesehatan otak

Selenium diketahui dapat membantu mengurangi stres oksidatif dan penelitian juga menunjukkan bahwa, bersama dengan antioksidan lainnya, selenium dapat meningkatkan daya ingat. 

Dalam sebuah penelitian tahun 2011, pasien diberi sejumlah vitamin dan mineral termasuk vitamin C, seng, dan selenium untuk menilai dampaknya pada fungsi kognitif. Hasilnya, mereka yang mengadopsi suplementasi antioksidan aktif benar-benar menunjukkan skor daya ingat yang lebih baik.

3. Menyehatkan usus

Selenium juga diketahui dapat meningkatkan kesehatan usus, Bun. Sebuah tinjauan menyebutkan pentingnya selenium untuk menyeimbangkan flora mikroba di usus dan membantunya menghindari masalah kesehatan

4. Membantu kesehatan reproduksi

Selenium merupakan bagian penting dari kesehatan reproduksi baik pada laki-laki maupun perempuan. Pada perempuan, kekuatan antioksidan selenium dapat mendukung kesehatan rahim, dan selama kehamilan, selenium dapat menjaga pertumbuhan dan ekspresi gen janin, perkembangan kelenjar susu, dan pertumbuhan plasenta.

5. Mendukung kesehatan tiroid

Selenium sebagian besar disimpan di jaringan otot seseorang. Tetapi, kelenjar tiroid sebenarnya memiliki konsentrasi terbesar dari zat tersebut. Sebagian besar selenoprotein didistribusikan di kelenjar tiroid dan penting untuk berbagai tugas, termasuk metabolisme hormon tiroid, mengatur keseimbangan radikal bebas dan antioksidan, serta menjaga sel dalam keadaan stabil.

6. Bermanfaat sebagai antioksidan

Tubuh mengandung sejumlah molekul tidak stabil yang dikenal sebagai radikal bebas. Molekul-molekul ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui hal-hal seperti merokok, radiasi UV, dan polusi. 

Namun, tubuh juga dapat menghasilkan antioksidan secara cukup agar menjaga radikal bebas tetap terkendali. Jika tidak, hal tersebut dapat menyebabkan stres oksidatif. Dalam hal ini, selenium merupakan antioksidan yang efektif di mana dapat melindungi tubuh dari kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas.

Berapa dosis selenium yang dibutuhkan per hari?

Kebutuhan selenium setiap orang memang berbeda satu sama lain ya, Bunda. Ini biasanya disesuaikan pada usia dan apakah mereka sedang hamil atau menyusui. 

Untuk mereka yang berusia 14 tahun ke atas, disarankan untuk mendapatkan 55 mcg per hari. Jika sedang hamil, kebutuhan yang direkomendasikan yakni sekitar 60 mcg dan saat menyusui, tingkatan asupannya naik menjadi 70 mcg setiap harinya.

Memenuhi kebutuhan harian selenium bisa didapatkan dari asupan harian yang kaya gizi. Di antaranya kacang brasil yang per porsinya sekitar 6-8 butir kacang mengandung sekitar 544 mcg selenium. 

Bunda juga bisa memenuhinya melalui ikan tuna sirip kuning dalam satu porsi sekitar 85 gr ikan ini mengandung 92 mcg selenium. 

Jika ingin memenuhi dari sumber ikan lainnya, Bunda juga dapat memenuhinya lewat sarden kalengan yang per porsinya sekitar 85 gram mengandung 45 mcg selenium. Selain itu, Bunda juga bisa memilih udang (mengandung 40 mcg per porsi 85 gram), dan hati sapi (28 mcg per porsi 85 gram).

Oh iya, Bunda, jenis makanan laut dan jeroan lainnya juga cukup tinggi kandungan seleniumnya. Namun, dari unggas, biji-bijian, dan telur sudah dapat memberikan jumlah yang cukup bagi Bunda.

Suplementasi selenium juga bisa jadi pilihan terutama jika Bunda memiliki kadar selenium yang rendah. Namun, para ahli sendiri merekomendasikan bagi para ibu hamil untuk memenuhi kebutuhan selenium utamanya dari makanan.

Saat menyusui, kebutuhan selenium menjadi lebih besar dari kehamilan. Ini dikarenakan selenium juga diberikan kepada bayi melalui ASI yang Bunda berikan. Itulah sebabnya Bunda perlu meningkatkan asupan selenium harian. Jadi, tetap semangat memilih asupan sehat serta kandungan makanan yang mengandung selenium untuk menunjang kesehatan tubuh dan asupan ASI ya, Bunda.

Semoga informasinya membantu ya, Bunda. Tetap semangat mengASIhi!

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.