Wed,27 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Dua Hari Bursa Masih Outflow tapi Top Broker Asing Tetap Belanja Saham ini

Dua Hari Bursa Masih Outflow tapi Top Broker Asing Tetap Belanja Saham ini

dua-hari-bursa-masih-outflow-tapi-top-broker-asing-tetap-belanja-saham-ini
Dua Hari Bursa Masih Outflow tapi Top Broker Asing Tetap Belanja Saham ini
service

KABARBURSA.COM – Di tengah tekanan jual investor asing yang masih membayangi pasar saham domestik, sejumlah broker global justru tercatat aktif mengoleksi saham-saham tertentu dalam dua hari perdagangan, Senin, 25 Mei dan Selasa, 26 Mei 2026. 

Aksi tersebut terlihat dari aktivitas beberapa sekuritas asing besar seperti UBS Sekuritas Indonesia (AK), Maybank Sekuritas Indonesia (ZP), J.P. Morgan Sekuritas Indonesia (BK), CGS International Sekuritas Indonesia (YU), hingga CLSA Sekuritas Indonesia (KZ).

Data perdagangan yang dihimpun Kabarbursa.com menunjukkan AK menjadi broker dengan nilai transaksi terbesar mencapai Rp7,2 triliun. 

Namun di balik tingginya transaksi tersebut, AK justru mencatat net sell sebesar Rp471 miliar dengan nilai beli Rp3,4 triliun dan nilai jual Rp3,9 triliun.

Meski mencatat net sell, AK terlihat aktif mengoleksi sejumlah saham perbankan dan blue chip. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi koleksi terbesar dengan nilai pembelian Rp165,8 miliar di harga rata-rata Rp4.196 per saham. 

Selain itu, AK juga memborong saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp141,7 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp112,2 miliar, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Rp38,3 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp27,3 miliar.

Sementara itu, ZP justru menjadi salah satu broker dengan tekanan distribusi terbesar. ZP mencatat net sell mencapai Rp1,3 triliun dengan nilai beli Rp1,8 triliun dan nilai jual Rp3,1 triliun.

Di tengah tekanan jual tersebut, ZP masih aktif mengoleksi saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) senilai Rp162,3 miliar. Selain itu, saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) juga dibeli Rp102,6 miliar, disusul PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp38,5 miliar, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp28,2 miliar, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp26,4 miliar.

Broker asing lain yang cukup agresif adalah J.P. Morgan. Broker ini mencatat net buy Rp606,5 miliar dengan nilai pembelian Rp1,9 triliun dan nilai jual Rp1,3 triliun.

Saham BBCA menjadi incaran utama BK dengan nilai pembelian mencapai Rp441,4 miliar. Selain itu, BK juga masuk ke saham ANTM Rp58,2 miliar, BREN Rp47,1 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp38,7 miliar, dan BMRI Rp38 miliar.

CGS International juga tercatat membukukan net buy Rp454,7 miliar. Nilai pembelian broker ini mencapai Rp1,5 triliun dengan nilai jual sekitar Rp1 triliun.

Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menjadi koleksi terbesar YU dengan nilai pembelian Rp335,1 miliar. Selain itu, YU juga mengoleksi PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp63,7 miliar, AMMN Rp55 miliar, BBNI Rp47 miliar, dan BBRI Rp46,9 miliar.

Di sisi lain, CLSA Sekuritas Indonesia justru mencatat tekanan distribusi cukup besar dengan net sell sekitar Rp1,3 triliun. Nilai pembelian broker ini tercatat Rp566,6 miliar, sedangkan nilai jual mencapai Rp1,9 triliun.

Meski demikian, KZ masih terlihat mengoleksi beberapa saham defensif dan konsumsi. Saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menjadi pembelian terbesar senilai Rp73,4 miliar, diikuti BMRI Rp53,2 miliar, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Rp13,7 miliar, BBRI Rp11,1 miliar, dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) Rp10,1 miliar.

Asing Masih Banyak Bawa Uang Keluar

Di balik aksi koleksi sejumlah saham tersebut, arus dana asing secara keseluruhan masih menunjukkan tekanan keluar dari pasar domestik. 

Aktivitas broker asing besar belum mampu mengubah arah foreign flow yang masih dominan negatif dalam dua hari perdagangan terakhir.

ZP dan KZ menjadi dua broker dengan net sell terbesar, masing-masing mencapai sekitar Rp1,3 triliun. UBS alias AK juga masih mencatat distribusi Rp471 miliar.

Data tersebut memperlihatkan investor asing masih cenderung selektif. Aksi beli hanya terkonsentrasi pada saham-saham tertentu, terutama sektor perbankan besar, komoditas, dan beberapa saham berbasis energi maupun logam.

Sementara itu, tingginya nilai transaksi broker asing juga menunjukkan volatilitas pasar masih sangat aktif. Stockbit Sekuritas Digital (XL) bahkan mencatat total volume transaksi terbesar mencapai 19,3 miliar saham dengan frekuensi transaksi sekitar 2,2 juta kali.(*)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.