Di tanah kering yang berpasir, sering terlihat jejak kecil berbentuk garis tak beraturan. Jika diikuti, jejak itu biasanya berakhir di lubang kecil berbentuk corong. Di dasar lubang itu bersembunyi makhluk mungil yang tampak sederhana, tetapi menyimpan strategi hidup yang menakjubkan: undur-undur. Nama “undur-undur” bukan hanya sebutan unik. Ia benar-benar menggambarkan kebiasaan khasnya, yakni hewan ini selalu bergerak mundur. Pertanyaannya, mengapa undur-undur berjalan mundur padahal secara fisik ia juga bisa bergerak maju? Jawabannya terletak pada cara hidupnya yang sangat khusus. Setiap bagian tubuhnya dibentuk oleh evolusi untuk menjalankan satu peran: menjadi pemburu bawah tanah yang efisien. Undur-undur yang sering kita lihat sebenarnya adalah larva dari serangga famili Myrmeleontidae, bagian dari ordo Neuroptera. Famili ini sangat luas, mencakup lebih dari 1.500 spesies yang terbagi dalam sekitar 190 genus, di antaranya Myrmeleon, Euroleon, Glenurus, Distoleon, dan Palpares. Di Indonesia, belum semua spesies terdata lengkap, tetapi genus seperti Myrmeleon dan Glenurus cukup umum ditemukan di wilayah Asia Tenggara. Nama ilmiah yang paling sering digunakan untuk menggambarkan kelompok ini adalah Myrmeleon sp., yang berarti “spesies dari genus Myrmeleon.” Salah satu spesies paling dikenal di dunia ilmiah adalah Myrmeleon formicarius, yang banyak diteliti di Eropa karena perilaku berburu dan teknik menggali perangkapnya yang efisien. Saat dewasa, undur-undur berubah menjadi serangga bersayap yang dikenal sebagai antlion dalam bahasa Inggris. Namun masa larvanya jauh lebih menarik. Pada fase ini, ia hidup di bawah pasir dan berperan sebagai predator penyergap yang sangat terampil. Tubuh yang Dirancang untuk Mundur Tubuh undur-undur tampak sederhana, tetapi setiap bagian memiliki fungsi yang saling…This article was originally published on Mongabay
Bisa Berjalan Maju, Mengapa Undur-Undur Memilih Berjalan Mundur?
Bisa Berjalan Maju, Mengapa Undur-Undur Memilih Berjalan Mundur?





Comments are closed.