Sun,24 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Kronologis Forum Kiai Sepuh NU Minta Pleno yang Digelar Kiai Miftah untuk Mencopot Gus Yahya Dibatalkan

Kronologis Forum Kiai Sepuh NU Minta Pleno yang Digelar Kiai Miftah untuk Mencopot Gus Yahya Dibatalkan

kronologis-forum-kiai-sepuh-nu-minta-pleno-yang-digelar-kiai-miftah-untuk-mencopot-gus-yahya-dibatalkan
Kronologis Forum Kiai Sepuh NU Minta Pleno yang Digelar Kiai Miftah untuk Mencopot Gus Yahya Dibatalkan
service

Arina.id – Forum Sesepuh Nahdlatul Ulama yang digelar pada Sabtu kemarin, 06 Desember 2025, di Pondok Pesantren Tebureng merekomendasikan agar rapat pleno yang direncanakan untuk menetapkan Pj Ketua PBNU pada 9-10 Desember 2025 oleh Rais Aam tidak diselenggarakan terlebih dahulu.

“Forum merekomendasikan agar rapat pleno menetapkan Pj tidak diselenggarakan sebelum forum dan musyawarah diselesaikan sesuai ketentuan organisasi,” kata Juru bicara Forum Sesepuh Nahdlatul Ulama K.H. Oing Abdul Muid Sohib usai rapat di Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, Sabtu, 06 Desember 2025.

Ia mengatakan forum juga berpendapat bahwa proses pemakzulan Ketua Umum PBNU tersebut tidak sesuai aturan organisasi sebagaimana ketentuan AD/ART.

Namun, kata dia, forum juga melihat adanya informasi kuat terjadinya pelanggaran atau kekeliruan serius dalam pengambilan keputusan oleh Ketua Umum PBNU yang perlu diklarifikasi melalui mekanisme organsasi secara menyeluruh

Ia menambahkan, Forum Sesepuh NU juga mengajak seluruh pihak menahan diri, menjaga ketertiban organisasi dan menghindari langkah yang berpotensi memperbesar ketegangan.

“Forum menegaskan persoalan ini diselesaikan melalui mekanisme internal NU tanpa melibatkan institusi atau proses eksternal demi menjaga kewibawaan jamiyah dan memelihara NU sebagai aset besar bangsa,” kata Gus Muid, sapaan akrabnya.

Gus Muid juga mengatakan dalam rapat yang digelar di Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang tersebut, Forum Sesepuh NU juga mengusulkan bagaimana diupayakan agar Rais Aam dan Ketua Umum PBNU bisa bertemu di satu forum. Namun, hal itu masih dibicarakan lagi.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf mengatakan dirinya selalu berusaha membuka komunikasi dengan jajaran Syuriah PBNU. Dirinya lega karena bisa bertemu dengan jajaran Syuriah PBNU dalam rapat di Pesantren Tebuireng, Jombang.

Ia menyebut, dalam forum tersebut ia memberikan penjelasan serta dilengkapi dengan dokumen. Dirinya juga menilai keputusan Syuriah PBNU itu bermasalah karena melakukan penggantian tanpa memberi kesempatan untuk klarifiikasi.

“Itu juga di luar wewenangnya, maka semua itu bermasalah. Nanti, akan dibicarakan dengan semua pihak dari PWNU, dari PCNU,” kata dia.

Sejumlah kiai sepuh hadir dalam rapat yang diselenggarakan di Pesantren Tebuireng, Jombang. Dari sesepuh dan mustasyar NU yang hadir di antaranya K.H. Ma’ruf Amin (via Zoom); mantan Ketua Umum PBNU K.H. Said Aqil Siradj; Pengasuh Pesantren Lirboyo Kediri K.H. Anwar Manshur.

Kemudian Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri K.H. Nurul Huda Djazuli; ada H. Abdullah Ubab Maimoen (via Zoom), Hj. Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid (via Zoom), Hj. Mahfudloh Wahab dan tamu undangan lainnya.

Kronologis pertemuan kiai sepuh NU merespons gonjang-ganjing di internal NU:

1.  Pertemuan pertama pada 30 November 2025

Sejumlah kiai sepuh Nahdlatul Ulama berkumpul di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur pada Minggu, 30 November 2025. Mereka bertemu menanggapi kegaduhan di internal PBNU sekarang ini. Dalam pertemuan yang diprakarsai oleh KH Anwar Manshur (Lirboyo) dan KH Nurul Huda Djazuli (Ploso) itu, berharap agar dua kubu yang berseteru bisa segera Islah. Seperti disampaikan Kiai Ubaidillah Shodaqoh, pertemuan tersebut bentuk keprihatinan mendalam. 

“Forum Sesepuh Nahdlatul Ulama menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di lingkungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama saat ini dan berharap bisa segera terjadi ISLAH,” kata Kiai Ubaidullah Shodaqoh dikonfirmasi Arina.id.

2. PBNU merespons pertemuan kiai sepuh, Selasa 02 Desember 2025

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Rapat Koordinasi bersama seluruh pengurus lembaga dan badan otonom (banom) di lingkungan NU di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya Nomor 164, Jakarta Pusat, Selasa 02 Desember 2025

Sekretaris Jenderal PBNU Amin Said Husni menyatakan pertemuan tersebut dimaksudkan untuk menindaklanjuti arahan Forum Silaturahim para Kiai sepuh di Ploso yang meminta seluruh jajaran NU tetap fokus menjalankan tugas masing-masing, meski organisasi tengah dilanda persoalan. 

“Menindaklanjuti arahan itu, kami mengundang seluruh pimpinan banom dan lembaga untuk memastikan semuanya kembali pada tugas utamanya,” ujar Amin saat ditemui seusai pertemuan. Akan tetapi di gedung yang sama, Rais Aam juga menggelar rapat bersama kubunya.

3. Beredar surat undangan Pleno PBNU, Rabu 03 Desember 2025

Kubu Rais Aam menyebar undangan bakal menggelar Rapat Pleno menentukan Pj Ketum PBNU pengganti Gus Yahya dan bakal membahas muktamar yang rencananya bakal dipercepat. Undangan Rapat Pleno sendiri bakal digelar pada 09-10 Desember 2025. Namun rencana percepatan Muktamar dan penyelenggaraan rapat pleno dibantah oleh Kubu Gus Yahya–dan disebut rapat ilegal. Kubu Gus Yahya juga menegaskan kalau Muktamar diselenggarakan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan, yakni awal 2027 nanti. 

Mayoritas Badan Otonom (Banom) PBNU juga menegaskan menolak rencana Rapat Pleno tersebut, yang satu alasannya ialah surat undangan tidak ditandatangani oleh Ketua Umum PBNU, yang artinya surat tersebut tidak sesuai dengan AD/ART, bahwa setiap proses kegiatan harus ditandatangani oleh Rais Aam, Ketum PBNU dan Sekjen PBNU.

4. Tebuireng menyebar undangan buat Kiai Sepuh, Rabu 03 Desember 2025

Di hari yang sama, Tebuireng mengundang kiai-kiai sepuh acara PBNU di Jombang Jawa Timur. Acara pertemuan Mustasyar NU itu akan digelar di Tebuireng, bersama dengan jajaran pengurus PBNU, mulai dari Syuriyah, Tanfidziyah. Namun Rais Aam tidak bisa datang dan meminta dijadwalkan ulang dengan alasan akan menggelar Rapat Pleno pada 09-10 Desember 2025. Sementara Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyatakan siap menghadiri acara tersebut.

5. Forum Kiai Sepuh digelar di Tebuireng pada Sabtu, 06 Desember 2025

Forum kiai sepuh akhirnya benar-benar digelar di Jombang. Sejumlah kiai yang ikut di antaranya K.H. Ma’ruf Amin (via Zoom); mantan Ketua Umum PBNU K.H. Said Aqil Siradj; Pengasuh Pesantren Lirboyo Kediri K.H. Anwar Manshur. Kemudian Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri K.H. Nurul Huda Djazuli; ada H. Abdullah Ubab Maimoen (via Zoom), Hj. Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid (via Zoom), Hj. Mahfudloh Wahab dan tamu undangan lainnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.