Sun,24 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Features
  3. Bandung Bidik 40% Pengolahan Sampah Lewat Gerakan RW

Bandung Bidik 40% Pengolahan Sampah Lewat Gerakan RW

bandung-bidik-40%-pengolahan-sampah-lewat-gerakan-rw
Bandung Bidik 40% Pengolahan Sampah Lewat Gerakan RW
service

Kota Bandung tengah mempercepat upaya menangani persoalan persampahan yang selama ini menjadi tantangan besar perkotaan. Dengan produksi sampah harian mencapai sekitar 1.500 ton, pemerintah kota mengambil langkah strategis agar pengelolaan limbah tidak semakin membebani Tempat Pembuangan Akhir (TPA). 

Salah satu pendekatan utama yang digalakkan adalah memperkuat peran masyarakat di tingkat paling dasar melalui program Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah, yang dikenal dengan sebutan Gaslah. Pemerintah Kota Bandung menugaskan satu petugas pemilah di setiap Rukun Warga (RW) untuk memimpin proses pemilahan sampah dari sumbernya. Hingga kini, sebanyak 1.596 petugas Gaslah telah disiagakan di seluruh RW dengan dukungan honor bulanan dan anggaran sekitar Rp23–24 miliar per tahun. Mereka juga diberi fasilitas pendukung yang terus ditingkatkan, serta menerima pemantauan dan evaluasi kinerja secara berkala. 

Program Gaslah tidak hanya berfokus pada pengumpulan dan pemilahan, tetapi juga mengedukasi warga untuk mengolah sampah organik secara mandiri. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi volume limbah yang masuk ke TPS dan TPA. Dengan proporsi sampah organik mencapai 30–40 persen dari total timbulan setiap hari, peningkatan kapasitas pengolahan di lingkungan warga menjadi kunci untuk keberlangsungan sistem pengelolaan sampah. 

Selain itu, Pemerintah Kota Bandung terus memperluas Kawasan Bebas Sampah (KBS) di tingkat RW. Saat ini sekitar 500 RW atau sekitar 30 persen dari total wilayah telah memperoleh status tersebut. Targetnya, jumlah RW yang menerapkan prinsip kawasan bebas sampah akan bertambah menjadi 750–800 RW pada 2026, seiring dengan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah, mengurangi, dan memanfaatkan sampah. 

Melalui rangkaian program ini, Bandung membidik pengolahan hingga 40 persen dari seluruh sampah kota pada pertengahan 2026 — jauh meningkat dari capaian pengolahan saat ini yang masih di kisaran 22 persen. Strategi ini sekaligus merupakan respons terhadap tantangan keterbatasan kapasitas pembuangan ke TPA dan kebutuhan solusi berkelanjutan yang lebih mendasar. 

Langkah-langkah ini juga ditopang oleh kerangka regulasi yang kuat, termasuk Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Sampah dan aturan turunannya, yang menjadi landasan pelaksanaan kebijakan serta kerja sama lintas lembaga pemerintah. 

Dengan fokus pada penguatan SDM di tingkat lokal, perluasan kawasan bebas sampah, serta target pengolahan yang ambisius, Bandung berupaya memposisikan masyarakat bukan hanya sebagai konsumen layanan kebersihan, tetapi sebagai aktor utama dalam perubahan perilaku pengelolaan sampah perkotaan.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.