Mon,15 June 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Bimas Islam Perkuat Komunikasi Publik dan Literasi Digital Pimpinan

Bimas Islam Perkuat Komunikasi Publik dan Literasi Digital Pimpinan

bimas-islam-perkuat-komunikasi-publik-dan-literasi-digital-pimpinan
Bimas Islam Perkuat Komunikasi Publik dan Literasi Digital Pimpinan
service

Jakarta, Arina.idDirektorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama memberikan penguatan komunikasi publik dan literasi digital kepada jajaran pimpinannya melalui pelatihan Upgrade Skill Pimpinan Bimas Islam bertajuk Engaging Communication 2026.

Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad saat membuka kegiatan tersebut di Jakarta pada Selasa (20/1/2026) mengatakan pelatihan ini merupakan terobosan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar terus berakselerasi dalam penyelenggaraan layanan kepada masyarakat.

Abu Rokhmad mengatakan, penguatan kapasitas komunikasi pimpinan menjadi kebutuhan mendesak di tengah masyarakat yang semakin terbuka dan kritis. Ia menegaskan bahwa kualitas layanan keagamaan tidak hanya ditentukan oleh substansi kebijakan, tetapi juga oleh cara kebijakan tersebut disampaikan kepada publik.

“Komunikasi yang engage bukan sekadar menyampaikan informasi, melainkan membangun kedekatan, kepercayaan, dan partisipasi publik,” ujarnya.

“Dalam konteks tugas Bimas Islam, pendekatan komunikasi yang humanis dan persuasif penting agar pesan-pesan keagamaan dapat hadir, mencerahkan, dan menenangkan. Kita ingin layanan keagamaan hadir sebagai solusi, bukan sekadar administrasi,” kata Abu Rokhmad.

Ia menambahkan, pimpinan Bimas Islam dituntut adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk kemajuan teknologi dan media digital. Menurutnya, dinamika ruang publik yang bergerak cepat menuntut aparatur pemerintah mampu menyampaikan pesan secara ringkas, jelas, dan relevan.

“Pesan yang baik bisa kehilangan makna jika disampaikan dengan cara yang tidak tepat,” katanya.

Lebih lanjut, Abu Rokhmad menyebutkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari pembenahan internal Bimas Islam agar kebijakan dan program yang dijalankan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat. Dengan komunikasi yang tepat, ia berharap layanan keagamaan semakin inklusif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Kita ingin membangun layanan keagamaan yang dipercaya publik,” tutur Abu Rokhmad.

Peningkatan kapasitas komunikasi pimpinan ini sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama yang menempatkan kualitas layanan sebagai prioritas utama. Abu Rokhmad berharap pelatihan tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan peran pimpinan dalam menghadirkan layanan keagamaan yang profesional, berintegritas, dan berdampak nyata.

“Komunikasi yang baik adalah pintu masuk kepercayaan publik,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Lubenah, mengatakan pelatihan ini bertujuan memperkuat kemampuan komunikasi pimpinan agar lebih humanis, komunikatif, serta mampu membangun kedekatan dengan masyarakat secara berkelanjutan.

“Penguatan soft skill, terlebih komunikasi, menjadi fondasi penting dalam mendukung efektivitas pelaksanaan program-program Bimas Islam. Pelatihan ini tidak berdiri sendiri, tetapi terintegrasi dengan agenda peningkatan kinerja organisasi,” ujar Lubenah.

Ia menjelaskan, materi pelatihan disusun untuk menjawab tantangan komunikasi birokrasi. Para pimpinan diharapkan mampu menyampaikan kebijakan dan layanan secara efektif, transparan, akuntabel, serta mudah dipahami masyarakat.

“Bahasa yang sederhana dan pendekatan yang empatik menjadi kunci,” katanya.

“Kami ingin membangun pola komunikasi yang dialogis dan solutif,” ujarnya.

Pelatihan Engaging Communication 2026 diikuti oleh seluruh pimpinan di lingkungan Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.