Prof. Dr. Charlie Danny Heatubun, Guru Besar bidang Botani Hutan di Fakultas Kehutanan Universitas Papua (UNIPA), memiliki perjalanan karier yang unik. Ia dikenal luas sebagai salah satu ahli palem terkemuka dunia yang mendedikasikan hidup akademiknya untuk meneliti kekayaan flora Papua. Selama lebih dari dua dekade, Charlie Heatubun (52) terlibat dalam berbagai ekspedisi botani di Tanah Papua. Dari hutan pesisir hingga pegunungan, ia menemukan puluhan spesies baru—bahkan marga baru—dan menjadi bagian penting dari proyek besar Palms of New Guinea yang kini menjadi rujukan global dalam studi palem. Namun, perjalanan hidupnya tidak berhenti di laboratorium dan hutan. Dalam beberapa tahun terakhir, ia mengambil peran strategis sebagai Ketua Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Papua Barat. Dalam posisi ini, sains tidak lagi berhenti pada publikasi ilmiah, melainkan diterjemahkan menjadi dasar perumusan kebijakan pembangunan di Papua Barat—sebuah provinsi dengan kekayaan hayati luar biasa di wilayah Kepala Burung Tanah Papua. Dalam satu dekade terakhir, Provinsi Papua Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dominggus Mandacan, mengambil langkah berani dengan mendeklarasikan diri sebagai Provinsi Pembangunan Berkelanjutan. Komitmen ini diwujudkan melalui sejumlah kebijakan kunci, mulai dari perlindungan tutupan hutan, pengakuan dan perlindungan wilayah adat, hingga pengembangan skema Dana Abadi Daerah sebagai fondasi pembiayaan jangka panjang daerah. Dalam artikel ini, Charlie D. Heatubun menjelaskan bagaimana kekayaan flora Papua menjadi kunci penting dalam merancang masa depan pembangunan Papua Barat. Ia juga menguraikan upaya penguatan jejaring ilmiah internasional, termasuk melalui penyelenggaraan The 12th International Flora Malesiana Symposium & International Nature-Based Climate Solutions Conference yang diselenggarakan dari tanggal 9-14 Februari 2026 di…This article was originally published on Mongabay
Charlie Heatubun dan Narasi Sains di Balik Pembangunan Papua Barat Berkelanjutan
Charlie Heatubun dan Narasi Sains di Balik Pembangunan Papua Barat Berkelanjutan





Comments are closed.