Tue,9 June 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Digerogoti Ulat, Tanaman Kacang Ini Memanggil Tawon untuk Menghabisi Sang Ulat

Digerogoti Ulat, Tanaman Kacang Ini Memanggil Tawon untuk Menghabisi Sang Ulat

digerogoti-ulat,-tanaman-kacang-ini-memanggil-tawon-untuk-menghabisi-sang-ulat
Digerogoti Ulat, Tanaman Kacang Ini Memanggil Tawon untuk Menghabisi Sang Ulat
service

Tanaman tidak bisa berlari, tidak bisa berteriak, dan tidak punya tangan untuk mengusir hama. Tapi bukan berarti mereka tak berdaya. Tanaman kacang, ternyata, bisa memanggil bantuan. Saat seekor ulat grayak mulai memakan daunnya, tanaman ini melepaskan sinyal kimia ke udara yang menarik tawon predator untuk datang dan memangsa sang ulat. Para ilmuwan sudah lama menduga hal ini terjadi, tapi baru sekarang mereka bisa membuktikan bagaimana persisnya mekanisme itu bekerja, dari tingkat molekul hingga apa yang terjadi di ladang sungguhan. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances pada Mei 2026 ini dilakukan oleh tim dari Universitas Washington bersama kolaborator dari Swiss dan Meksiko, melalui serangkaian percobaan laboratorium dan lapangan di negara bagian Oaxaca, Meksiko. Tanaman kacang merah (Phaseolus vulgaris) dengan polong yang mulai terbentuk. Spesies inilah yang menjadi subjek penelitian, dan terbukti memiliki kemampuan mendeteksi kehadiran ulat grayak melalui molekul dalam air liur hama tersebut. Foto: Rasbak/Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0) Dimulai dari Air Liur Ulat Lalu bagaimana caranya tanaman memanggil bantuan? Jawabannya dimulai bukan dari tanaman, melainkan dari perut ulat itu sendiri. Saat ulat memakan daun kacang, protein dari daun ikut masuk ke perutnya dan tercerna. Dari proses pencernaan itu, tanpa disadari ulat, terbentuk sebuah molekul kecil bernama In11. Molekul ini semacam “sidik jari” yang hanya muncul ketika ada ulat yang sedang makan. Saat ulat terus mengunyah dan mengeluarkan air liur, In11 ikut tersebar ke permukaan daun. Di sinilah tanaman mulai bereaksi. Pada permukaan daun terdapat semacam sensor bernama INR, atau Inceptin Receptor. Begitu In11 terdeteksi, tanaman langsung merespons dengan…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.