Tanaman tidak bisa berlari, tidak bisa berteriak, dan tidak punya tangan untuk mengusir hama. Tapi bukan berarti mereka tak berdaya. Tanaman kacang, ternyata, bisa memanggil bantuan. Saat seekor ulat grayak mulai memakan daunnya, tanaman ini melepaskan sinyal kimia ke udara yang menarik tawon predator untuk datang dan memangsa sang ulat. Para ilmuwan sudah lama menduga hal ini terjadi, tapi baru sekarang mereka bisa membuktikan bagaimana persisnya mekanisme itu bekerja, dari tingkat molekul hingga apa yang terjadi di ladang sungguhan. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances pada Mei 2026 ini dilakukan oleh tim dari Universitas Washington bersama kolaborator dari Swiss dan Meksiko, melalui serangkaian percobaan laboratorium dan lapangan di negara bagian Oaxaca, Meksiko. Tanaman kacang merah (Phaseolus vulgaris) dengan polong yang mulai terbentuk. Spesies inilah yang menjadi subjek penelitian, dan terbukti memiliki kemampuan mendeteksi kehadiran ulat grayak melalui molekul dalam air liur hama tersebut. Foto: Rasbak/Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0) Dimulai dari Air Liur Ulat Lalu bagaimana caranya tanaman memanggil bantuan? Jawabannya dimulai bukan dari tanaman, melainkan dari perut ulat itu sendiri. Saat ulat memakan daun kacang, protein dari daun ikut masuk ke perutnya dan tercerna. Dari proses pencernaan itu, tanpa disadari ulat, terbentuk sebuah molekul kecil bernama In11. Molekul ini semacam “sidik jari” yang hanya muncul ketika ada ulat yang sedang makan. Saat ulat terus mengunyah dan mengeluarkan air liur, In11 ikut tersebar ke permukaan daun. Di sinilah tanaman mulai bereaksi. Pada permukaan daun terdapat semacam sensor bernama INR, atau Inceptin Receptor. Begitu In11 terdeteksi, tanaman langsung merespons dengan…This article was originally published on Mongabay
Digerogoti Ulat, Tanaman Kacang Ini Memanggil Tawon untuk Menghabisi Sang Ulat
Digerogoti Ulat, Tanaman Kacang Ini Memanggil Tawon untuk Menghabisi Sang Ulat





Comments are closed.