Jakarta, Arina.id — Dallas seolah menjadi panggung yang memang diciptakan untuk Lionel Messi. Di usia yang tinggal dua hari lagi menginjak 39 tahun, sang kapten Argentina kembali membuktikan bahwa waktu belum mampu mengejar kejeniusannya. Dua gol yang ia lesakkan ke gawang Austria dalam kemenangan 2-0 Argentina bukan sekadar mengantar Albiceleste ke babak gugur Piala Dunia 2026, tetapi juga mengukir rekor baru yang mungkin akan bertahan sangat lama.
Laga itu sebenarnya tidak dimulai dengan sempurna. Messi gagal mengeksekusi penalti pada menit kesembilan. Namun kegagalan tersebut justru menjadi pembuka kisah yang lebih besar. Pada menit ke-38, ia memecah kebuntuan melalui penyelesaian khas kaki kirinya. Ketika Austria mulai berani menekan dan berharap mencuri poin, Messi kembali muncul pada masa injury time untuk mencetak gol kedua sekaligus memastikan kemenangan Argentina. Dua gol tersebut membuat koleksi golnya di Piala Dunia mencapai 18, melampaui rekor lama milik Miroslav Klose yang bertahan selama lebih dari satu dekade.
Namun, catatan Messi di Piala Dunia 2026 tidak berhenti pada rekor gol. Sebelum menghadapi Austria, ia sudah lebih dahulu mencetak hattrick ke gawang Aljazair, menyamai rekor Klose dengan 16 gol. Dalam hitungan enam hari, ia bergerak dari penyama rekor menjadi pemilik tunggal takhta pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.
Rekor demi rekor juga berjatuhan. Messi menjadi pemain pria pertama yang tampil dalam enam edisi Piala Dunia dan kini memegang rekor penampilan terbanyak di turnamen tersebut. Ia juga terus memperlebar jarak dalam daftar kemenangan terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan 18 kemenangan, melampaui nama-nama legendaris seperti Miroslav Klose, Cafu, Lothar Matthäus, dan Philipp Lahm.
Yang membuat pencapaian ini terasa istimewa adalah cara Messi melakukannya. Ia tidak lagi mengandalkan kecepatan seperti dua dekade lalu. Ia tidak lagi harus menggiring bola melewati lima pemain sekaligus. Kini ia bermain dengan kecerdasan, insting, dan kemampuan membaca ruang yang seolah tidak pernah menua. Ketika pemain lain berjuang melawan usia, Messi justru terus menambah bab baru dalam sejarah sepak bola dunia.
Piala Dunia 2026 mungkin disebut sebagai turnamen terakhirnya. Namun sejauh ini, panggung terbesar sepak bola justru terlihat masih enggan berpisah dengan sang maestro. Setiap pertandingan menghadirkan rekor baru, setiap gol menambah kisah baru, dan setiap sentuhan Messi seakan mengingatkan dunia bahwa legenda terbesar Argentina itu belum selesai.
Di Dallas, Austria menjadi saksi. Dunia kembali menyaksikan. Lionel Messi sekali lagi menulis sejarah, dan sejarah itu kini semakin sulit untuk dikejar siapa pun.




Comments are closed.