Sat,11 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Ilmuwan Gaza yang Meneliti Pari Manta dari Zona Perang

Ilmuwan Gaza yang Meneliti Pari Manta dari Zona Perang

ilmuwan-gaza-yang-meneliti-pari-manta-dari-zona-perang
Ilmuwan Gaza yang Meneliti Pari Manta dari Zona Perang
service

Mohammed Abu Daya adalah seorang ahli ekologi laut asal Gaza. Penelitiannya berfokus pada pari spinetail devil ray, atau dikenal juga sebagai giant devil ray, spesies yang berstatus Kritis (Critically Endangered/CR) dan bermigrasi melintasi Laut Mediterania hingga perairan sekitarnya. Hanya sedikit ilmuwan yang mengkhususkan diri pada satwa ini, dan lebih sedikit lagi yang menelitinya dari Gaza, yang perairannya bagian dari jalur migrasi spesies tersebut. Sebelum perang, Abu Daya mengajar di sejumlah universitas Palestina dan bekerja di Pusat Penelitian Nasional Gaza. Dia rutin melaut bersama para nelayan, mengukur pari spinetail devil ray (Mobula mobular) yang dibawa ke darat, memantau pasar ikan, serta mengumpulkan data mengenai spesies yang lebih sering diteliti di kawasan Mediterania bagian barat. Penelitiannya membantu menunjukkan bahwa perairan Gaza merupakan bagian penting dari wilayah jelajah satwa migran yang terancam ini. Bahkan sebelum perang, tekanan terhadap ekosistem laut Gaza sudah sangat berat. Pembatasan yang diberlakukan Israel membatasi area penangkapan ikan. Stok ikan terus menurun. Kemiskinan dan tingginya biaya bahan bakar memaksa masyarakat menangkap apa pun yang dapat diperoleh di dekat pantai. Pada 2013, ketika sekelompok besar pari setan mendekati pesisir Gaza, ratusan ekor berhasil ditangkap nelayan. Abu Daya tidak semata-mata melihat peristiwa itu sebagai kegagalan konservasi. Dia berusaha memahami penyebabnya, mulai dari minimnya sistem konservasi lokal hingga tekanan hidup yang dihadapi masyarakat yang sangat sedikit memiliki pilihan. Lalu perang berkecamuk. Abu Daya kehilangan rumah, kantor, dan akses rutin ke laut. Universitas, perpustakaan, kapal nelayan, lokasi pendaratan ikan, hingga infrastruktur pelabuhan hancur. Dia telah beberapa kali mengungsi dan kini hidup, seperti banyak…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.