Tue,16 June 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Indonesia Harus Serius Beralih dari Energi Kotor

Indonesia Harus Serius Beralih dari Energi Kotor

indonesia-harus-serius-beralih-dari-energi-kotor
Indonesia Harus Serius Beralih dari Energi Kotor
service

Indonesia masih bergantung energi fosil sebagai tulang punggung perekonomian dan sumber elektrifikasi. Indonesia harus serius menggencarkan transisi energi bersih bukan sebatas tetapkan target. Fabby Tumiwa, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), mengatakan, 85% pasokan energi Indonesia berasal dari energi fosil, seperti batubara, minyak, dan gas. Perekonomian Indonesia,  juga tertopang dari ketiga industri ekstraktif itu, terutama batubara. Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor batubara terbesar dunia. Pada 2025 saja, total  ekspor batubara sekitar 500 juta ton. “Hampir mungkin sekitar 40% dari total batubara yang diekspor dari seluruh dunia,” katanya dalam Podcast: Outlook Energi Indonesia 2026. Dengan struktur energi saat ini, emisi cenderung naik. Emisi batubara meningkat 27% dari 2019-2023, dari 315 juta ton jadi 399 juta ton pada 2023. Cadangan batubara pun makin menipis. Dalam dokumen Neraca Sumber Daya dan Cadangan Mineral dan Batubara Indonesia 2025, cadangan batubara Indonesia tercatat 31.955,50 juta ton. Hasil studi Publish What You Pay (PWYP) Indonesia memprediksi,  batubara Indonesia akan habis dalam kurun waktu 30 hingga 50 tahun. Fabby menyoroti upaya-upaya pemerintah untuk kemandirian energi. Salah satunya mengganti atau mencampur (blending) LPG impor dengan dimethyl ether (DME). DME dari batubara melalui proses gasifikasi. Proses gasifikasi batubara menghasilkan CO₂ dalam jumlah besar, bahkan sebelum DME dibakar. Upaya lain, pemerintah mendorong biodiesel berbasis sawit (CPO FAME), yakni menjadikan etanol sebagai campuran bensin. Hal ini, katanya,  akan mendorong deforestasi karena terjadi perluasan perkebunan sawit. Hutan Pahuwato yang hilang atas nama transisi energi. Foto: FWI Dia contohkan, pembukaan lahan perkebunan skala besar di Merauke untuk pasokan etanol. Padahal,…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.