Sat,18 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Intip New Gambir, Stasiun Bakal Menyatu dengan Monas dan Transportasi Jakarta

Intip New Gambir, Stasiun Bakal Menyatu dengan Monas dan Transportasi Jakarta

intip-new-gambir,-stasiun-bakal-menyatu-dengan-monas-dan-transportasi-jakarta
Intip New Gambir, Stasiun Bakal Menyatu dengan Monas dan Transportasi Jakarta
service

Direktur KAI Bobby Sadikin/KAI


PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyiapkan pengembangan Stasiun Gambir secara bertahap sebagai bagian dari penguatan transportasi publik di pusat Jakarta. Penataan stasiun diarahkan untuk memperkuat layanan Kereta Api Jarak Jauh, membuka peluang integrasi dengan KRL, sekaligus mengoptimalkan aset agar memberikan manfaat ekonomi lebih luas.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menegaskan, pengembangan Gambir bukan untuk berhadapan dengan Stasiun Manggarai. Menurutnya, kedua stasiun memiliki fungsi berbeda dalam sistem transportasi publik Jabodetabek.

“Selama ini ada persepsi yang perlu diluruskan mengenai Gambir. Gambir tidak kami benturkan dengan Manggarai. Manggarai tetap menjadi pusat perpindahan antarlintas, sementara Gambir kami siapkan sebagai pintu KA Jarak Jauh di pusat kota, akses ke kawasan Monas, dan bagian dari integrasi transportasi publik Jakarta,” ujar Bobby.

Gambir Berpeluang Layani KRL Secara Bertahap

Saat ini Stasiun Gambir melayani 34 KA reguler per hari atau sekitar 78 pemberhentian untuk aktivitas naik dan turun pelanggan KA Jarak Jauh. Sementara jalur layang Gambir dilintasi 326 perjalanan KRL Bogor Line setiap hari pada rute Jakarta Kota–Bogor dan Jakarta Kota–Nambo pergi pulang.

Namun, Commuter Line yang melintas di Gambir belum melayani naik dan turun pelanggan. KAI menegaskan, potensi pelayanan KRL membutuhkan kesiapan prasarana, kapasitas lintas, kelistrikan, persinyalan, pola operasi, dan aspek keselamatan.

“Integrasi itu perlu tahap. Pelanggan harus mendapat akses yang lebih mudah, tetapi keselamatan dan keandalan operasi tetap nomor satu. Karena itu, kesiapan peron, alur pelanggan, listrik, persinyalan, kapasitas lintas, dan koneksi moda lanjutan harus dihitung dengan benar,” kata Bobby.

Kebutuhan integrasi semakin relevan seiring pertumbuhan pengguna KRL Jabodetabek. Volume perjalanan meningkat dari 217,96 juta pada 2022 menjadi 344,62 juta pada 2025. Dalam tiga tahun, kenaikannya mencapai 58,11 persen.

Bogor Line menjadi lintas dengan jumlah pelanggan terbesar. Pada 2025, jalur tersebut melayani 155 juta pelanggan. Sementara sepanjang Januari hingga Juni 2026, jumlah pengguna telah mencapai 78,07 juta pelanggan.

KAI juga mengembangkan peron jalur 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor untuk mendukung operasional rangkaian SF12. Program tersebut ditargetkan selesai sepenuhnya pada 15 Juli 2026.

“Menambah rangkaian tidak bisa berdiri sendiri. Peron harus siap, listrik harus siap, persinyalan harus siap, dan pola operasinya juga harus siap. Kalau semuanya tertata, kepadatan bisa dikelola lebih baik dan pelanggan mendapat layanan yang lebih nyaman,” ujar Bobby.

Gambir Menuju Modern Station dan Lifestyle Hub

Pengembangan Gambir juga menjadi bagian dari strategi KAI memperkuat struktur pendapatan. Saat ini sekitar 96 persen pendapatan KAI berasal dari operasi kereta api, sedangkan pendapatan non-farebox masih berada di kisaran empat persen.

“Selama ini sekitar 96% pendapatan KAI berasal dari operasi kereta api. Pendapatan non-farebox masih sekitar 4%. Ke depan, ini perlu diperkuat. Operasi tetap menjadi inti, tetapi aset stasiun juga harus bekerja lebih produktif agar manfaatnya kembali kepada layanan dan masyarakat,” ujar Bobby.

Dalam Kajian Optimalisasi Bisnis dan Visioning Stasiun Gambir, kawasan tersebut diarahkan menjadi Modern Station & Lifestyle Hub dengan tiga konsep utama, yakni mobility, culture, dan lifestyle.

Rencana pengembangan mencakup koneksi dengan Transjakarta dan MRT, kawasan pedestrian, ruang publik Monas, ritel, kuliner, lounge, hotel, rooftop park, hingga ruang pertemuan. Konsep desain juga memuat peron Commuter Line, concourse KRL, dan intermoda hub di area lower ground.

“Stasiun yang baik itu membuat pelanggan mudah. Mereka tahu masuk dari mana, menunggu di mana, berpindah moda ke mana, dan melanjutkan perjalanan lewat akses apa. Itu yang sedang kami tata di Gambir,” ujar Bobby.

Saat ini Gambir memiliki 132 area atau titik komersial yang telah tersewa. Tenant mencakup kuliner, kedai kopi, minimarket, toko oleh-oleh, lounge, hotel transit, loker, ATM, vending machine, dan berbagai layanan perjalanan lainnya.

Pengembangan Gambir Berpotensi Buka Lapangan Kerja

Berdasarkan kajian, fasilitas ritel baru memiliki potensi area komersial sekitar 15.479 meter persegi. Area tersebut diperkirakan mampu menampung sekitar 220 hingga 310 unit usaha kecil dan menengah.

Jika setiap unit menyerap dua hingga tiga pekerja, potensi tenaga kerja langsung dari tenant mencapai 440 sampai 930 orang. Pada fase operasional penuh, pengembangan Gambir diperkirakan membuka sekitar 500 hingga 1.000 peluang kerja langsung dan pendukung.

Pengembangan tersebut ditopang kinerja keuangan KAI Group. Pada 2025, total aset perusahaan mencapai Rp105,43 triliun, sedangkan ekuitas naik menjadi Rp39,29 triliun. Laba tahun berjalan tercatat Rp2,28 triliun dan arus kas operasi mencapai Rp7,15 triliun.

“Kinerja keuangan yang sehat memberi ruang bagi KAI untuk menjaga perawatan, memperkuat kesiapan sarana, menata stasiun, serta menjalankan investasi layanan secara lebih terukur. Efisiensi yang dilakukan perusahaan dikembalikan untuk mendukung keselamatan, operasi, dan kenyamanan pelanggan,” ujar Direktur Keuangan dan Umum KAI Indarto Pamoengkas.

Bobby menegaskan, seluruh pengembangan akan dilakukan secara bertahap dengan keselamatan dan keandalan operasi sebagai prioritas.

“KAI ingin setiap pengembangan memberi arti bagi pelanggan dan masyarakat. Gambir kami siapkan sebagai stasiun yang semakin mudah diakses, nyaman digunakan, terhubung dengan kehidupan pusat Jakarta, dan memberi manfaat ekonomi bagi kawasan,” tutup Bobby.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.