Sebagian, sebagian karena pernapasan, Pneumonia. Tapi juga sebagian besar karena kelelahan. Karena itu kita pantau sebagian besar yang meninggal itu, yang meningkat itu setelah pasca-Armuzna
Jakarta (ANTARA) – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI bakal mengevaluasi program city tour atau tur kota menyusul adanya indikasi kelelahan yang dialami sebagian peserta haji akibat padatnya aktivitas pra dan pasca-puncak ibadah haji.
“Kami amati lagi memang pasca-Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) banyak yang langsung diajak city tour, diajak ke mana-mana, yang membuat mereka lelah, sehingga kami akan mengevaluasi lagi kebijakan kita tentang city tour,” ujar Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa.
Menhaj Irfan menyampaikan sejumlah peserta haji diketahui langsung mengikuti kegiatan kunjungan ke berbagai lokasi sebelum maupun setelah menyelesaikan rangkaian Armuzna. Aktivitas tersebut mencakup perjalanan ke sejumlah destinasi di luar Makkah, seperti Thaif dan Jeddah.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena berpotensi berdampak pada kesehatan jamaah, terutama mengingat tingginya tingkat kelelahan setelah menjalani rangkaian ibadah haji yang padat.
Baca juga: Jaga fisik jamaah, Kemenhaj RI larang tur kota sebelum puncak haji
“Ini dapat sangat mempengaruhi kesehatan jamaah kita,” ucap Menhaj Irfan.
Menhaj menegaskan aspek kesehatan dan keselamatan jamaah akan menjadi pertimbangan utama dalam penyusunan kebijakan penyelenggaraan ibadah haji pada musim berikutnya.
Menurut dia, hingga hari ini ada 350 orang yang wafat di Arab Saudi. Mayoritas mereka yang wafat karena pneumonia dan faktor kelelahan karena aktivitas berat tanpa dibarengi kondisi fisik yang prima.
Baca juga: KBIHU diimbau batasi umrah sunnah dan tunda tur kota ke luar Makkah
“Sebagian, sebagian karena pernapasan, Pneumonia. Tapi juga sebagian besar karena kelelahan. Karena itu kita pantau sebagian besar yang meninggal itu, yang meningkat itu setelah pasca-Armuzna,” ujar Menhaj Irfan.
Di samping itu Kemenhaj juga akan memperkuat istitha’ah kesehatan demi menekan angka perawatan dan meninggal dunia yang saat ini jumlahnya masih tinggi.
“Selama ini kita sudah punya standar kesehatan istitha’ah, hanya saja memang kita akui ada perbedaan pelaksanaannya di beberapa daerah. Ada daerah yang bagus menjalankannya, ada yang kurang bagus, sehingga ini juga menjadi salah satu tugas kami untuk bisa menyamaratakan standar istitha’ah kesehatan kita,” kata Menhaj Irfan.
Baca juga: Apresiasi, Menhaj sambut langsung kedatangan petugas di Bandara Soetta
Baca juga: Kemenhaj tak akan bedakan pelatihan petugas haji pusat & daerah 2027
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





Comments are closed.