Thu,11 June 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Jurnalistik
  3. Kita Disadap seperti Warga Palestina Diawasi Israel

Kita Disadap seperti Warga Palestina Diawasi Israel

kita-disadap-seperti-warga-palestina-diawasi-israel
Kita Disadap seperti Warga Palestina Diawasi Israel
service

Indonesia mungkin tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel, tetapi teknologi yang lahir dari pendudukan Palestina kini menyusup ke ruang demokrasi kita. Dari spyware Pegasus hingga sistem pengawasan lain, alat yang diuji pada masyarakat terjajah itu kini dipakai pemerintah untuk memetakan, memata-matai, dan membungkam warga di negeri sendiri. Dampaknya, demokrasi melemah dan rasa aman publik runtuh.

Antony Loewenstein menempatkan fenomena ini dalam sejarah panjang hubungan tersembunyi Indonesia–Israel sejak era Soeharto. Ia menilai warisan kedekatan itu masih terasa hari ini, terlihat dari pendekatan rezim Prabowo terhadap AS dan Israel serta kultur impunitas atas kekerasan negara, dari 1965 hingga Papua. Negara yang enggan mengakui masa lalunya, tegasnya, akan lebih mudah mengulang pola represif, termasuk mengadopsi teknologi yang dikembangkan dan dipakai untuk menindas populasi lain.

Di dunia pasca-9/11, istilah “terorisme” berubah menjadi senjata politik, dan media besar kerap menjadi corong kekuasaan. Di Indonesia, pola yang sama terlihat ketika kritik dibalas tuduhan makar dan teror. Antony Loewenstein mengamati media independen bertumbuh – seiring masyarakat meninggalkan media arus utama – dan berperan krusial dalam mempertahankan ruang demokrasi agar tidak kian menyempit.


Jurnalis/host: Ronna Nirmala

Produser: Ricky Yudhistira

Videografer: Abdil, Ricky Yudhistira

Fotografer: Ricky Yudhistira

Editor: Hafitz Maulana

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.