Sun,19 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Masuki Kemarau, LPBI PBNU Imbau Masyarakat Waspada Kebakaran Hutan dan Kekeringan

Masuki Kemarau, LPBI PBNU Imbau Masyarakat Waspada Kebakaran Hutan dan Kekeringan

masuki-kemarau,-lpbi-pbnu-imbau-masyarakat-waspada-kebakaran-hutan-dan-kekeringan
Masuki Kemarau, LPBI PBNU Imbau Masyarakat Waspada Kebakaran Hutan dan Kekeringan
service

Jakarta, NU Online
Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPBI PBNU) menghimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau dipengaruhi fenomena El Nino, yang berpotensi memicu kekeringan, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kita semua agar upaya mitigasi dan upaya pengurangan risiko bencana bisa dilakukan dengan sebaik-baiknya dengan melibatkan seluruh potensi yang ada di dalam masyarakat,” ujar Ketua LPBI PBNU, Tubagus Ace Hasan Syadzili dalam acara lokakarya di Padang, Sumatra Barat, sebagaimana dalam pernyataannya kepada NU Online, Jumat (26/6/2026).

Ace mengatakan fenomena El Nino tahun ini diperkirakan akan mencapai tingkat yang sangat ekstrem. Dampak perubahan iklim tersebut tidak hanya berpengaruh terhadap kondisi cuaca, tetapi juga berpotensi mengganggu sektor pertanian dan ketersediaan pangan.

“Akibat dari perubahan iklim terutama kemarau akibat dari El Nino ini akan berdampak terhadap ketersediaan pangan kita karena akan mempengaruhi terhadap masa tanam dan potensi produksi pertanian yang bisa jadi akan menurun dan bahkan menjadi gagal,” tuturnya.

Senada, Wakil Ketua LPBI PBNU, Affan Asirozi, menjelaskan bahwa dampak El Nino mulai terlihat di sejumlah wilayah Indonesia melalui munculnya anomali iklim.

Menurutnya, pola musim saat ini tidak lagi seragam, sehingga membutuhkan langkah antisipasi yang lebih adaptif.

“Sekarang kan berbeda-beda, ada yang sudah kering, ada daerah lain yang masih hujan. Jadi memang kita harus bisa mengantisipasi, terkait dengan El Nino ini, karena ini menyebabkan bencana yaitu kekeringan dan kebakaran hutan,” ujarnya.

Affan mengajak pengurus LPBI pusat hingga cabang, masyarakat, dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menangani musim kemarau yang berpotensi mengakibatkan bencana tersebut.

“Jadi LPBI PBNU mengimbau masyarakat, pengurus LPBI NU di setiap tingkat, dan pemerintah di daerah supaya mengantisipasi,” tegasnya.

Ia mengingatkan untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar yang berpotensi memperparah kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

“Kita tidak menyarankan masyarakat yang ada di sekitar hutan untuk membuka lahan hutan dengan cara membakar pohonan atau hutan. Karena membakar hutan, dalam membuka lahan itu pasti akan melebar ke mana-mana, yang nanti akan menyebabkan kebakaran hutan dan lahan semakin besar,” ujarnya.

Di sisi lain, LPBI PBNU juga menyiapkan langkah mitigasi untuk menghadapi ancaman kekeringan dengan memetakan wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak. Upaya tersebut akan dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak agar penanganan dapat dilakukan secara cepat.

“Terkait kekeringan ini, kita coba mendata wilayah mana-mana saja. Jadi kita bisa mengatasi bencana kekeringan ini dengan cepat,” ujarnya.

“Kita akan berkolaborasi dengan pihak terkait, misalnya kita membuat sumur bor atau memompa air yang ada di bawah sampai ke atas, itu harus melibatkan beberapa pihak,” lanjutnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.