Tue,21 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Mau Makan Banyak tapi Berat Badan Turun? Ini Pilihan Dietnya Menurut Studi

Mau Makan Banyak tapi Berat Badan Turun? Ini Pilihan Dietnya Menurut Studi

mau-makan-banyak-tapi-berat-badan-turun?-ini-pilihan-dietnya-menurut-studi
Mau Makan Banyak tapi Berat Badan Turun? Ini Pilihan Dietnya Menurut Studi
service

Jakarta

Makan dalam porsi banyak, tetapi tetap ingin berat badan turun mungkin terdengar mustahil bagi sebagian orang. Namun siapa sangka, ternyata ada metode diet yang bisa Bunda pilih untuk mewujudkannya.

Para peneliti dari Inggris mengungkap bahwa metode itu adalah diet Mediterania, yang mengonsumsi makanan utuh.

Dilansir dari laman The Sun, mereka mengatakan orang yang mengikuti diet dengan banyak makan buah dan sayuran, mengonsumsi 330 kalori lebih sedikit per hari.

Hal ini terjadi meskipun seseorang mengonsumsi makanan sekitar 57 persen lebih banyak setiap hari dibandingkan mereka yang mengonsumsi makanan seperti biasa, berkalori tinggi seperti steak, pasta, dan krim.

Peneliti tersebut menemukan bahwa mengikuti pola makan makanan utuh juga dapat membantu mengurangi keinginan untuk makan.

Makan berlebihan belum tentu bikin berat badan naik

Penulis utama studi dan profesor psikologi eksperimental di Universitas Bristol, Profesor Jeff Brunstrom, mengatakan makan berlebihan belum tentu menjadi masalah inti.

“Penelitian kami dengan jelas menunjukkan bahwa konsumen yang mengonsumsi makanan utuh sebenarnya makan jauh lebih banyak daripada mereka yang mengonsumsi makanan olahan. Namun, komposisi nutrisi makanan memengaruhi pilihan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan tampaknya makanan olahan ultra mendorong orang untuk memilih pilihan makanan berkalori tinggi, yang bahkan dalam jumlah yang jauh lebih sedikit pun kemungkinan akan mengakibatkan asupan energi berlebih dan pada akhirnya memicu obesitas.

Diet makanan utuh

Dalam sebuah penelitian, para ilmuwan melacak 20 orang dewasa yang kelebihan berat badan, 10 perempuan dan 10 laki-laki, yang rata-rata berusia 31 tahun dan membagi mereka menjadi dua kelompok.

Setengah dari peserta diminta untuk mengikuti rencana diet selama dua minggu yang terdiri dari makanan yang diproses seminimal mungkin, seperti salad dan daging tanpa lemak. Sementara setengah lainnya, diberi makanan seperti makanan siap saji dan hot dog.

Setelah menyelesaikan satu program diet, kelompok-kelompok tersebut kemudian bertukar peran.

Para peneliti menyamakan makanan utama secara nutrisi berdasarkan kadar lemak, lemak jenuh, protein, karbohidrat, garam, dan serat.

Namun, peserta yang menjalani diet makanan utuh tetap mengonsumsi lebih banyak makanan per hari dan lebih sedikit kalori, sehingga menunjukkan berat badan mereka turun hampir satu kilogram.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di The American Journal of Clinical Nutrition, para peneliti tidak dapat menjelaskan secara pasti mengapa orang makan lebih banyak saat mengonsumsi makanan yang tidak diolah.

Namun, mereka berpendapat, “Konsumsi sayuran dan buah-buahan mungkin memainkan peran penting dalam kecenderungan makanan-makanan ini memiliki kepadatan energi yang relatif rendah.”

Daftar makanan utuh dan olahan

Untuk mengenali apa saja makanan utuh hingga olahan, berikut daftarnya yang dapat Bunda ketahui:

1. Makanan utuh/tidak diolah atau diolah seminimal mungkin

  • Sayuran dan buah-buahan (Segar atau beku)
  • Buah-buahan kering tanpa gula, madu, atau minyak
  • Biji-bijian dan kacang-kacangan
  • Daging, unggas, ikan, makanan laut, telur
  • Susu tanpa tambahan gula
  • Yoghurt tawar tanpa tambahan gula
  • Kacang dan biji-bijian
  • Rempah-rempah dan bumbu
  • Teh, kopi, dan air

2. Bahan kuliner olahan

  • Garam beryodium
  • Mentega asin
  • Gula dan molase dari tebu atau buah bit
  • Madu yang diekstrak dari sarang lebah
  • Sirup dari pohon maple
  • Minyak nabati yang diekstraksi dari buah zaitun atau biji-bijian
  • Pati yang diekstrak dari jagung dan tanaman lainnya
  • Minyak nabati dengan tambahan antioksidan
  • Cuka dengan tambahan pengawet

3. Makanan olahan

  • Sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan kalengan
  • Buah-buahan dalam sirup
  • Kacang dan biji-bijian yang diasinkan atau diberi gula
  • Daging yang diasinkan, diawetkan, atau diasap
  • Ikan kalengan
  • Roti dan keju

4. Makanan ultra olahan

  • Minuman bersoda dan minuman buah
  • Yoghurt manis
  • Makanan ringan kemasan mans atau gurih
  • Permen dan adonan kue
  • Roti kemasan produksi massal
  • Margarin
  • Sereal sarapan
  • Minuman berenergi
  • Sup, saus, dan mi instan
  • Nugget dari ikan, hot dog
  • Banyak produk siap saji

Nah, itulah pilihan diet untuk Bunda yang ingin makan banyak, tetapi tetap turun berat badannya. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.