Wed,10 June 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. Mendagri salurkan alat pembersih lumpur dari Presiden di Aceh Taming

Mendagri salurkan alat pembersih lumpur dari Presiden di Aceh Taming

mendagri-salurkan-alat-pembersih-lumpur-dari-presiden-di-aceh-taming
Mendagri salurkan alat pembersih lumpur dari Presiden di Aceh Taming
service

Aceh Tamiang, Aceh (ANTARA) – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyalurkan alat pembersih lumpur dari Presiden Prabowo Subianto kepada Pemerintah Aceh Tamiang untuk mempercepat pemulihan pascabencana banjir serta mendukung aktivitas masyarakat dan layanan publik daerah setempat.

“Pada pagi ini yang kita serahkan adalah dari bantuan Presiden (Prabowo Subianto) yaitu skid loader sebanyak sembilan unit, bukan kelas besar tapi kelasnya kelas mini untuk masuk ke gang-gang dan masuk ke rumah-rumah karena kalau yang besar itu nanti malah merobohkan rumah nanti,” kata Mendagri di Aceh Tamiang, Aceh, Jumat.

Pada kesempatan yang sama Tito juga menyerahkan perlengkapan lainnya berupa 5.000 pasang sepatu boots, 3.000 gerobak dorong (lori), 1.000 sekop, serta 1.000 cangkul.

Seluruh alat tersebut diserahkan Mendagri secara simbolis kepada pemerintah daerah untuk digunakan secara maksimal dalam pembersihan rumah warga hingga fasilitas layanan publik.

“Kemudian perlengkapan ‘peperangannya’ sepatu boots, gerobak dorong, sekop, cangkul. Nah inilah senjatanya, perang melawan lumpur dan lumpur yang mengeras,” ujar Tito.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian (tengah) didampingi pejabat lainnya dalam penyaluran alat pembersih lumpur di Aceh Taming, Aceh, Jumat (23/1/2026). ANTARA/Harianto

Selain di Aceh Tamiang, Mendagri mengatakan pemerintah juga mengupayakan dukungan bagi daerah terdampak lumpur lain seperti Aceh Timur, Aceh Utara, Kota Bireuen, dan Pidie Jaya, guna mempercepat pemulihan dan aktivitas masyarakat setempat.

Untuk di Gayo Lues, Bener Meriah dan Aceh Tengah kondisinya, menurut dia, relatif lebih aman.

Sedangkan untuk jalan serta jembatan terdampak longsor, sehingga membutuhkan penanganan infrastruktur khusus agar konektivitas dan mobilitas warga kembali pulih, kata Tito.

Mendagri menegaskan bantuan dari Presiden diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dan mempercepat pemulihan Aceh Tamiang, yang saat ini menjadi satu-satunya daerah dengan pemerintahan yang belum sepenuhnya normal akibat dampak bencana banjir dan lumpur.

Ia menyebut Bireuen telah normal, Kota Langsa juga berfungsi baik, dan seluruh kabupaten/kota Aceh lainnya berjalan normal kecuali Aceh Tamiang yang masih membutuhkan percepatan pemulihan layanan publik dari pemerintahan setempat.

Sejumlah alat pembersih lumpur di yang disalurkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di Aceh Taming, Aceh, Jumat (23/1/2026). ANTARA/Harianto

Tito mengaku telah mengecek langsung melalui daring (zoom) dengan para kepala daerah, termasuk di Sumatera Barat dan Sumatera Utara, yang wilayahnya terdampak bencana namun pemerintahannya tetap berjalan lancar, dengan dinas-dinas beroperasi penuh melayani masyarakat.

“Jadi sekali lagi sumbangan atau bantuan ini dari Bapak Presiden ini kiranya bisa meringankan dan bisa mempercepat pemulihan di Aceh Tamiang ini. Satu-satunya pemerintahan yang belum berjalan normal sepenuhnya,” katanya.

Berdasarkan Laporan Pantauan Data dan Penanggulangan Bencana Alam Hidrometeorologi di Posko Terpadu Kabupaten Aceh Tamiang per 22 Januari 2026, pukul 18.00 WIB, tercatat wilayah dan korban terdampak banjir dan longsor di sana tersebar di 12 kecamatan, 209 kampung. Sebanyak 101 orang di antaranya meninggal dunia dan 18 orang lainnya luka-luka.

Selain itu tercatat 1.435 kepala keluarga (KK) dan 5.901 jiwa mengungsi. Sedangkan 73.670 KK dan 290.466 jiwa tidak mengungsi.

Sejumlah alat pembersih lumpur di yang disalurkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di Aceh Taming, Aceh, Jumat (23/1/2026). ANTARA/Harianto

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.