Institusi Tentara Negara Indonesia (TNI) menjadi sorotan setelah beredar video seorang anggota TNI di Serang yang ditegur langsung warga, karena merokok sambil melaju mengendarai kendaraan dinas di jalan raya baru-baru ini, Saat ditegur, anggota TNI ini diduga tidak terima dan merespon dengan mengatakan, “Jangan cari masalah” kepada pihak warga yang menegurnya. Peristiwa itu diunggah melalui akun Instagram @anakgaul.23 dan menuai berbagai kritik dari warganet.
Menanggapi video viral ini, pada 7 Juli 2026, Komando Distrik Militer (Kodim) 0602 Serang menyatakan telah melakukan tindakan memeriksa anggotanya yang kedapatan merokok saat mengendarai kendaraan dinas di Jalan KH. Abdul Fatah Hasan, Ciceri, Kota Serang, Banten.
Melalui situs resminya, Kodim 0602 Serang menyatakan tindakan anggotanya ini membahayakan, tidak tepat, dapat mengganggu kenyamanan pengguna jalan dan tidak patut dijadikan teladan. Atas kejadian ini, pimpinan Kodim 0602 Serang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap anggotanya untuk memperkuat etika, disiplin, sikap keprajuritan, dan nilai TNI di tengah masyarakat.
Warga Kota Serang Addini Khairunnisa, mengatakan perilaku merokok anggota TNI di jalanan sambil berkendara bukanlah hal baru. Menurutnya, kebiasaan itu sering dijumpai. Bahkan kelakuan buruk itu dianggap lumrah oleh sebagian perokok yang berkendara. Padahal, perbuatan itu membahayakan pengguna jalan lainnya.
“Dikasih tahu ngeyel, selalu cari pembenaran, padahal sudah jelas yang dibahayakan enggak diri sendiri doang, tapi, orang sekitar juga,” katanya.
Dini menilai tentara yang seharusnya memberikan contoh baik justru menjadi keresahan bagi masyarakat. Bagi Dini, perilaku merokok saat mengemudi di jalan harus ditindak secara tegas. Hal ini untuk memberikan efek jera sekaligus membuat lingkungan lebih sehat dari paparan asap rokok.
“Harus ditindak secara serius, bukan hanya dikasih teguran oleh institusi. Kalau hukumannya ringan, yah pasti diulangi lagi nanti,” ujarnya.
Organisasi Control at Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) turut menyoroti peristiwa ini. Menurut CISDI, tindakan anggota TNI yang merokok saat berkendara sangat mengecewakan dan memalukan. Praktik ini seharusnya tidak dilakukan oleh aparat negara, karena bertentangan dengan peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pelindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat, yang secara tegas melarang pengendara sepeda motor merokok saat berkendara.
Project Lead for Tobacco Control CISDI, Beladenta Amalia, menyatakan pelanggaran yang dilakukan tentara semakin memperburuk kondisi kepercayaan masyarakat terhadap TNI maupun Polri. “Jelas ini adalah pelanggaran hak kesehatan yang juga mengancam keselamatan dari pengguna jalan lainnya. Ini sangat ironis,” katanya.
CISDI berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap tanggung jawabnya, baik dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, tentara, polisi, maupun kepada anak-anak mengenai bahaya merokok. Beladenta menyatakan upaya ini penting untuk menjaga kesehatan masyarakat dari paparan asap rokok.
Menurut Beladenta, merokok saat berkendara seharusnya bukan menjadi pemandangan yang dianggap biasa. Namun, praktik itu sering dijumpai di jalan setiap hari. Ia mengatakan, penegakan hukum terhadap pelanggaran yang berkendara saat merokok tidak hanya menyasar warga sipil, tetapi juga tentara, polisi, atau pegawai pemerintah.
Pasalnya, kata dia, pelanggaran yang dilakukan aparat negara menjadi persoalan serius mengingat mereka memiliki kekuasaan yang lebih besar daripada warga sipil. “Ini harus menjadi perhatian bersama ya untuk penegakan hukum yang tidak boleh tebang pilih, pada latar belakangnya,” ujarnya.
Aksi menegur pengendara yang merokok di jalan kini berkembang menjadi gerakan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan. Di media sosial, gerakan tersebut dilakukan akun instagram @matabukanasbak. Hingga kini lebih dari 200 video diunggah oleh akun itu yang memperlihatkan aksi menegur pengendara yang merokok di jalan. Respon pihak yang ditegur pun beragam mulai dari kooperatif, membantah, hingga berujung tindakan kekerasan.
Anggota Matabukanasbak Rocky Marsiano, mengatakan ia telah terbiasa mendapat respon negatif ketika menegur pengendara yang merokok. Meski demikian, ia tetap berupaya mengingatkan para pelanggar demi meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan keselamatan di jalan.
“Alhamdulilah-nya warga Instagram 100 persen sering mendukung aksi kami. Menegur mereka perlu keberanian, agar perilaku seperti ini tidak lagi dianggap normal di jalan.” katanya.





Comments are closed.