Thu,11 June 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Nasih, Ember Tumpuk, dan Ikhtiar Memuliakan Tanah

Nasih, Ember Tumpuk, dan Ikhtiar Memuliakan Tanah

nasih,-ember-tumpuk,-dan-ikhtiar-memuliakan-tanah
Nasih, Ember Tumpuk, dan Ikhtiar Memuliakan Tanah
service

Setiap hari orang menghasilkan sampah. Tapi berapa banyak yang mau membuat pupuk? Nasih Widya Yuwono punya kerisauan akan hal itu. Sebagai dosen ilmu kesuburan tanah, juga mengampu mata kuliah keharaan tanaman, dia paham benar bahwa biomassa yang mudah busuk bisa diolah menjadi pupuk yang kaya nutrisi bagi tanaman. Sampah yang bisa diubah menjadi pupuk sebenarnya sudah menjadi pengetahuan umum. Namun masih banyak yang belum tahu caranya, juga belum mau. Salah satu faktor penyebabnya, karena membuat pupuk dianggap sulit dan membutuhkan peralatan rumit. Kerisauan itu kian relevan ketika melihat kondisi Yogyakarta. Kota yang dikenal sebagai kota pelajar dan wisata itu juga menghadapi persoalan serius terkait sampah. Di sudut-sudut kampung dan kawasan padat penduduk, sampah rumah tangga kerap menumpuk karena tak terangkut tepat waktu. Tap masalah ini tak semata soal pengangkutan, namun juga soal cara pandang terhadap sampah. Sampah masih dianggap residu yang harus dibuang sejauh mungkin, bukan sumber daya yang bisa diolah di dekat tempat dihasilkan. Padahal, sebagian besar sampah rumah tangga di Yogyakarta adalah sampah organik, biomassa, bahan terbaik pupuk alami. Nasih pun putar otak. Andai di setiap rumah ada reaktor pupuk sederhana, persoalan sampah bisa diselesaikan di tingkat rumah. Matanya tertuju pada ember, wadah yang hampir selalu ada di lingkungan tempat tinggal. Dengan modifikasi sederhana, dua buah ember dijadikan reaktor pupuk dengan cara ditumpuk. Reaktor itu kemudian diberi nama ember tumpuk. Saat ini ember tumpuk menjadi salah satu teknologi yang paling sederhana dan murah untuk mengolah sampah organik dapur menjadi pupuk organik cair. “Dengan setiap orang bisa membuat pupuk,…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.