Sat,18 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Health
  3. Nata de Coco Dibuat dengan Urea? Ini Fakta Proses Pembuatannya

Nata de Coco Dibuat dengan Urea? Ini Fakta Proses Pembuatannya

nata-de-coco-dibuat-dengan-urea?-ini-fakta-proses-pembuatannya
Nata de Coco Dibuat dengan Urea? Ini Fakta Proses Pembuatannya
service

Nata de coco merupakan salah satu produk fermentasi air kelapa yang populer sebagai pelengkap minuman dan hidangan penutup. Teksturnya yang kenyal, rasa manis, serta tampilannya yang putih bening menjadikan produk ini digemari berbagai kalangan.

Di balik kepopulerannya, muncul kekhawatiran masyarakat terkait penggunaan urea dan amonium sulfat (ZA) dalam proses pembuatannya.

Guru Besar Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, Khaswar Syamsu menegaskan nata de coco yang beredar di pasaran aman dikonsumsi apabila diproduksi sesuai prosedur fermentasi yang benar.

Khaswar menjelaskan, penggunaan urea maupun ZA dalam proses pembuatannya bukan sebagai bahan pangan yang dikonsumsi, melainkan sebagai nutrisi bagi bakteri selama proses fermentasi.

“Nata de coco merupakan selulosa mikrobial murni yang dihasilkan oleh aktivitas bakteri Acetobacter xylinum. Dalam proses tersebut, mikroorganisme memerlukan sumber karbon dan nitrogen untuk tumbuh sekaligus membentuk nata de coco,” ujar Khaswar.

Jadi, kata dia, baik urea maupun ZA berfungsi sebagai sumber nitrogen bagi bakteri selama proses fermentasi, bukan sebagai bahan yang dikonsumsi secara langsung oleh manusia.

Khaswar menegaskan setelah fermentasi selesai, sisa media dan substrat akan hilang melalui tahapan pencucian, perebusan, serta perendaman.

Dengan demikian, produk akhir yang dipasarkan merupakan selulosa mikrobial murni tanpa membawa media fermentasi yang digunakan selama proses produksi.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.