Mon,15 June 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. Ni Nengah Widiasih sumbang medali pertama para angkat beban

Ni Nengah Widiasih sumbang medali pertama para angkat beban

ni-nengah-widiasih-sumbang-medali-pertama-para-angkat-beban
Ni Nengah Widiasih sumbang medali pertama para angkat beban
service

Saya baru tiga kali mengangkat 93 kg, dua saat latihan dan satu dalam pertandingan tadi

Nakhon Ratchasima (ANTARA) – Atlet para angkat beban Ni Nengah Widiasih menyumbangkan medali pertama untuk tim para angkat beban Indonesia yakni perak, dalam ASEAN Para Games 2025 Thailand, di Convention Hall, The Centre Point Hotel Korat, Nakhon Ratchasima, Kamis.

Perempuan berusia 33 tahun itu tampil dalam pertandingan final nomor 45 kg putri klasifikasi BB.

“Saya bersyukur bisa menyumbang medali untuk Indonesia, walaupun ada sedikit kecewa karena panitia meletakkan saya di nomor yang di atas spesialisasi atau tidak sesuai,” kata atlet yang kerap disapa Widi itu kepada ANTARA setelah pertandingan.

Baca juga: Target realistis dan regenerasi atlet di ASEAN Para Games 2025

Dalam pertandingan tersebut, dia meraih skor 88,997 melalui tiga kali percobaan.

Saat angkatan pertama, atlet asal Karangasem, Bali itu mengangkat 88 kg. Namun saat hasil angkatannya dinilai tidak sah (no lift) oleh juri.

Kemudian, pada angkatan kedua, dia mulai tampil lebih tenang dan berhasil mengangkat 90 kg.

Lalu, dalam momen terakhir atau angkatan ketiga. Dia mencoba mengangkat 93 kg guna mencuri peluang merebut emas dari lawannya. Namun, angkatan itu juga dinilai tidak sah.

“Saya baru tiga kali mengangkat 93 kg, dua saat latihan dan satu dalam pertandingan tadi,” ujar dia yang mengaku tidak dalam kondisi fit akibat cedera bahu pada 2 bulan lalu.

Atlet para angkat beban Ni Nengah Widiasih beraksi dalam pertandingan final nomor 45 kg putri klasifikasi BB, pada ASEAN Para Games 2025 Thailand, di Convention Hall, The Centre Point Hotel Korat, Nakhon Ratchasima, Kamis (22/1/2026). ANTARA/Donny Aditra

Baca juga: Nur Ferry sumbang emas para atletik di APG 2025 Thailand

Pelatih angkat beban Indonesia Daryanto, menjelaskan Widi turun di nomor yang tidak sesuai spesialisasinya.

“Tetapi dia tetap berusaha maksimal untuk Indonesia,” tambah dia.

Sementara itu, medali emas direbut oleh wakil Vietnam, Thi Linh Phuong Dang, yang memiliki berat tubuh 50 kg.

Atlet itu meraih skor 90,826, setelah melakukan angkatan 94 kg, 97 kg, dan 100 kg (no lift).

Sedangkan medali perunggu direbut oleh atlet asal Filipina, Achelle Guion. Dia melakukan angkatan 80 kg, 82 kg, dan 85 kg, dengan torehan skor 82,934.

Baca juga: Tangis Tiwa pecah usai raih emas 1.500 meter putri di APG 2025

Pewarta: Donny Aditra
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.