Fri,12 June 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Oppie Andaresta Tak Tahan Jauh dengan Sang Putra, Kunjungi di Bandung Hampir Tiap Minggu

Oppie Andaresta Tak Tahan Jauh dengan Sang Putra, Kunjungi di Bandung Hampir Tiap Minggu

oppie-andaresta-tak-tahan-jauh-dengan-sang-putra,-kunjungi-di-bandung-hampir-tiap-minggu
Oppie Andaresta Tak Tahan Jauh dengan Sang Putra, Kunjungi di Bandung Hampir Tiap Minggu
service

Jakarta

Penyanyi Oppie Andaresta kini menetap di Bali bersama suaminya Kurt Kaler. Dari pernikahannya dengan Kurt, Oppie dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Kai Matari Bejo Kaler atau akrab disapa Kai, Bunda.

Saat ini, Kai sudah berusia 18 tahun. Pria berparas blasteran ini diketahui tengah menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Oppie begitu dekat dengan putra semata wayangnya. Baru-baru ini, Oppie mengungkap kedekatannya dengan sang putra yang dianggapnya memiliki kepribadian baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Dia adalah pria yang baik ya. Maksudnya, saya dan suami cukup bangga lah punya anak. Belajarnya hampir tidak pernah dikasih tahu,” ungkap Oppie dalam acara Pagi-Pagi Ambyar di Trans TV, belum lama ini.

Sebagai seorang ibu, Oppie mengaku bahwa ia cukup posesif dengan putranya. Saat Kai diterima kuliah di ITB, Oppie mengaku kangen hingga sering terbang ke Bandung untuk menjenguk sang putra.

“Tapi memang karena anaknya cuma satu, (jadi) emak-emak posesif. Enggak ketemu itu enggak bisa,” ungkap Oppie.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kai. Putra Oppie ini mengaku bahwa sang Bunda hampir setiap minggu menjenguknya lantaran kangen.

“Sebenarnya walaupun (hidup) terpisah, tiap minggu tuh dia tiba-tiba datang gitu. Enggak dikabarin, aku balik ke kos, tiba-tiba (datang) itu bisa tuh. Sering tiap minggu,” ujar Kai.

Saat pertama hidup terpisah dari sang putra, Oppie mengaku sedih. Hal ini karena ia sudah terbiasa menjalani peran sebagai Bunda yang mengurus sendiri putranya sejak kecil.

Seiring berjalannya waktu, Oppie mengaku sudah mulai beradaptasi. Saat ini, ia sedang mencoba untuk menerima keputusan sang putra yang memilih kuliah jauh dari keluarga.

“Iya (sedih), kan biasa dari pagi bangun tidur sudah urusin dia, tiba-tiba dia sudah bisa mandiri gitu. Jadi kayak kehilangan profesi sebagai seorang ibu. Ini lagi masa transisi, jadi lama-lama sudah bisa terima,” katanya.

Oppie memahami bahwa sebagai orang tua, ia harus rela melepas anaknya untuk hidup mandiri. Tapi tetap saja, ia tak bisa menghilangkan rasa kangen karena harus hidup berjauhan.

“Tapi kita sebagai orang tua memang harus sadar bahwa anak memang harus dilepas pelan-pelan ya. Kalau enggak, dia enggak akan mandiri,” ungkap perempuan 53 tahun ini.

“Sebenarnya anak kita kuliah, dilepas mandiri, mereka enggak ada masalah. Justru masalah adanya di kita. Mereka cepat beradaptasi, kalau ada masalah akan belajar.”

Sosok Oppie di mata sang putra

Tak hanya Oppie, sang putra Kai juga merasa kangen saat hidup berjauhan dengan ibundanya. Kai mulai kangen dengan kehadiran sang Bunda setelah beberapa bulan menetap di Bandung.

“Aku pas sebulan pertama kayak bahagia, kayak aduh lumayan nih independent, bisa ngerantau sendiri, hidupnya bebas. Tapi sebenarnya setelah sebulan pertama dan bulan kedua, kayak kangen juga lama-lama, enggak dimasakin,” katanya.

Menurut Kai, sang Bunda adalah sosok ibu yang selalu memberikan dukungan emosional. Saat ini merasa stres atau terbebani tugas kuliah, Kai akan menghubungi ibundanya untuk meminta dukungan.

“Mama itu emotional support. Aku selalu telepon Mama kalau aku lagi stres, kayak kadang-kadang lagi butuh uang, yah namanya juga anak ya,” ungkapnya.

“Tapi biasanya kalau aku lagi kebanyakan beban tugas atau lagi merasa sendiri, rasa kangen sama orang tua, itu aku telepon Mama, langsung kabarin. Menurut aku Mama tuh selalu punya jawaban yang benar,” sambungnya.

Demikian kisah kedekatan Oppie Andaresta dan sang putra Kai yang kini sudah beranjak dewasa.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.