Sat,11 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Pakai Teknologi Bayi Tabung, Formula Ini Bikin Kepiting Cepat Besar dan Kebal Penyakit

Pakai Teknologi Bayi Tabung, Formula Ini Bikin Kepiting Cepat Besar dan Kebal Penyakit

pakai-teknologi-bayi-tabung,-formula-ini-bikin-kepiting-cepat-besar-dan-kebal-penyakit
Pakai Teknologi Bayi Tabung, Formula Ini Bikin Kepiting Cepat Besar dan Kebal Penyakit
service

Foto oleh alvin matthews di Unsplash


Komoditas kepiting bakau selama ini menjadi salah satu primadona perikanan di kawasan Asia Tenggara dengan nilai ekonomi yang sangat menggiurkan.

Namun, di balik lezatnya hidangan seafood tersebut, para pengusaha tambak lokal sebenarnya sedang menghadapi kecemasan mendasar. Industri budidaya nasional sampai detik ini masih terjebak pada ketergantungan klasik, yakni mengandalkan pasokan anakan atau benih yang ditangkap langsung dari habitat liar di alam.

Ketergantungan ini memicu masalah baru berupa ketidakstabilan stok di pasar lokal akibat pengaruh musim dan cuaca yang tidak menentu. Merespons kerentanan pasokan tersebut, peneliti BRIN mengumpulkan para peneliti, akademisi, hingga pelaku industri dari Indonesia dan Malaysia untuk merumuskan sistem pemuliaan genetik fauna akuatik yang lebih modern dan terukur.

Fokus riset diarahkan pada pengembangan kualitas genetik hewan ternak, bukan sekadar mengandalkan pembenahan lingkungan tambak semata. Langkah intervensi sains ini dianggap penting agar pemanfaatan ruang perairan pesisir Indonesia bisa berjalan secara berkelanjutan tanpa menguras populasi asli yang ada di alam liar.

“Kelompok Riset Genetika Fauna Akuatik BRIN secara konsisten melakukan berbagai kegiatan ilmiah guna mendukung keberlanjutan ekosistem perairan,” kata Kepala PRZT BRIN, Delicia Y. Rahman.

Tantangan Biologis Proses Perkawinan Silang

Jalur ilmiah yang ditempuh para peneliti untuk mencetak bibit unggul ini adalah melalui metode interspecific hybridization atau perkawinan silang antara dua spesies kepiting bakau yang berbeda.

Konsep dasarnya mirip dengan persilangan tanaman, di mana sifat-sifat baik dari masing-masing induk digabungkan agar menghasilkan keturunan hibrida yang memiliki daya tumbuh lebih cepat serta kebal terhadap serangan penyakit makro.

Meskipun terdengar sederhana di atas kertas, proses menjodohkan dua jenis kepiting berbeda ini menghadapi tembok tebal berupa hambatan biologis yang rumit. Mulai dari masalah isolasi perilaku, ketidakcocokan mekanis alat reproduksi, hingga seringnya sel telur yang gagal berkembang setelah dibuahi.

Guna mengatasinya, tim peneliti mengadopsi teknologi reproduksi buatan seperti Artificial Insemination (AI) atau kawin suntik serta In Vitro Fertilization (IVF) alias sistem bayi tabung khusus fauna.

Namun, proyek rekayasa genetika konvensional ini menuntut kedisiplinan dan pengawasan yang ekstra ketat dari para pengelola laboratorium di lapangan.

“Hibridisasi tidak boleh dilakukan sembarangan. Kontrol yang ketat sangat diperlukan agar varietas hibrida tidak terlepas ke alam dan mengganggu kelestarian serta keamanan populasi asli,” tegas Peneliti PRZT BRIN, Muhammad Nur Syafaat.

Jika kepiting hasil kawin silang ini sampai lolos ke laut bebas, dikhawatirkan mereka akan merusak tatanan ekologi dan mencemari kemurnian plasma nutfah kepiting asli yang menghuni kawasan hutan bakau nusantara.

Target Kemandirian Tambak Nasional

Ambisi besar dari proyek riset hibridisasi ini adalah mencetak varietas baru yang tidak hanya bongsor, tetapi juga memiliki tingkat efisiensi pakan yang tinggi. Karakteristik “irit makan tapi cepat besar” ini sangat dinanti oleh para petambak lokal guna menekan biaya operasional produksi yang selama ini menguras kantong.

Di sisi lain, kesuksesan membesarkan kepiting bakau unggul ini tidak bisa dilepaskan dari faktor teknis pemeliharaan di area pembesaran. Perspektif dari negara tetangga yang disampaikan oleh Amin Safwan Adnan dari Tunku Abdul Rahman University of Management and Technology, Malaysia, mengingatkan bahwa rekayasa genetik terbaik sekalipun akan sia-sia jika manajemen pengelolaan kualitas air di petak tambak diabaikan oleh peternak.

Lewat integrasi antara keunggulan benih hibrida hasil riset BRIN dengan sistem kontrol air yang ketat, mata rantai industri perikanan nasional diharapkan bisa segera memutus ketergantungan pada tangkapan alam, sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pemain utama pariwisata dan ekspor kepiting di tingkat global.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.