Sat,18 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Perlu Penguatan Sistem Advokasi dan Pendampingan Pesantren Cegah Kekerasan

Perlu Penguatan Sistem Advokasi dan Pendampingan Pesantren Cegah Kekerasan

perlu-penguatan-sistem-advokasi-dan-pendampingan-pesantren-cegah-kekerasan
Perlu Penguatan Sistem Advokasi dan Pendampingan Pesantren Cegah Kekerasan
service

Kediri, NU Online

Pesantren-pesantren perlu memperkuat jejaring dalam mengatasi problem kekerasan. Dari sini, Rabithah Maahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) didorong untuk memberikan pendampingan dalam menguatkan sistem advokasi dalam mencegah dan menangani kekerasan di pesantren.

“Penanganan di pesantren itu membutuhkan spesialis, bukan hanya generalis. Karena itu kami berharap RMI dapat berkolaborasi dengan kepolisian dan pemerintah dalam memperkuat sistem advokasi dan pendampingan bagi pesantren,” ujar M Danial, peserta dari Malang, dalam Program INKLUSI di Pondok Pesantren Al Falah II, Kediri, Jawa Timur, Ahad (21/6/2026).

Pendekatan penanganan kekerasa perlu menonjolkan fungsi pendampingan dan konseling dibandingkan pendekatan represif. Karenanya, program konselor sebaya di lingkungan pesantren perlu dikembangkan. Model ini dinilai mampu menjadi ruang aman bagi santri untuk menyampaikan persoalan yang mereka alami sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

“Konselor sebaya bisa menjadi solusi karena banyak anak lebih nyaman bercerita kepada temannya. Karena itu perlu ada pelatihan agar santri yang menjadi konselor sebaya memiliki kemampuan mendengar dan mendampingi secara tepat,” kata Ning Jihan dari Pesantren Al-Ma’ruf Kediri.

Usulan serupa disampaikan Ning Alfi yang menekankan pentingnya penyediaan ruang konsultasi psikologis bagi santri.

Menurutnya, model pengasuhan yang terlalu dipengaruhi emosi berpotensi menjadi faktor risiko munculnya kekerasan sehingga diperlukan mekanisme pendampingan yang lebih profesional.

“Yang kita butuhkan bukan hanya penanganan ketika kasus sudah terjadi, tetapi juga ruang konsultasi dan pendampingan yang bisa mencegah persoalan berkembang menjadi kekerasan,” ujarnya.

Selain itu, sejumlah peserta mengusulkan sistem pelaporan berjenjang dari tingkat pesantren hingga struktur organisasi RMI sebagai upaya memperkuat standar penanganan kasus dan memastikan setiap laporan mendapatkan pendampingan yang memadai.

Forum juga merekomendasikan penguatan kolaborasi antara pesantren dan perguruan tinggi, terutama dalam bidang psikologi, kesehatan, dan konseling. Langkah ini dinilai penting untuk menjawab keterbatasan tenaga profesional yang masih dihadapi banyak pesantren.

Ning Maya menilai kampus memiliki banyak sumber daya yang dapat membantu penguatan sistem perlindungan anak di pesantren.

“Pesantren tidak bisa berjalan sendiri. Kita perlu menggandeng psikolog, tenaga kesehatan, dan perguruan tinggi agar ada pendampingan profesional yang berkelanjutan,” katanya.

Selain itu, peserta mendorong RMI di setiap daerah untuk melakukan pendataan pesantren secara lebih sistematis, termasuk pesantren kecil yang selama ini belum banyak tersentuh program pendampingan. Pendataan tersebut dinilai penting agar seluruh pesantren merasa dirangkul dan memiliki akses yang sama terhadap penguatan kapasitas kelembagaan.

Peserta juga mengusulkan agar hubungan antara pesantren induk dan pesantren-pesantren yang berada dalam jejaringnya kembali diperkuat sebagai bagian dari sistem pembinaan dan pendampingan berkelanjutan.

Selain penguatan sistem internal, peserta menilai pentingnya membangun komunikasi publik yang lebih baik terkait pesantren.

Menurut mereka, berbagai kasus yang muncul memang harus ditangani secara terbuka dan berpihak kepada korban. Namun pada saat yang sama, masyarakat juga perlu mengetahui berbagai upaya pembenahan yang sedang dilakukan pesantren.

Karena itu, forum merekomendasikan adanya strategi kampanye publik yang lebih terarah, termasuk penyediaan jalur pengaduan yang jelas, hotline yang terpercaya, serta publikasi praktik-praktik baik yang telah dilakukan pesantren dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan.

Para peserta menyepakati sejumlah komitmen bersama yang akan dibawa pulang ke masing-masing pesantren, di antaranya memperkuat jejaring antar-pondok pesantren, meningkatkan kapasitas pengasuh dan santri dalam pencegahan kekerasan, serta membangun sistem pendampingan yang lebih profesional dan berkelanjutan.

Dalam sesi penutupan, Gus Hakim menegaskan bahwa pesantren memiliki posisi penting dalam menjawab berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.

“Pondok pesantren merupakan garda terakhir untuk isu-isu seperti ini. Karena itu kita harus bersatu untuk berbenah dan berkolaborasi mewujudkan pesantren yang aman dan bebas dari kekerasan,” tegasnya.

Rekomendasi yang dihasilkan dalam halaqah ini akan menjadi bahan tindak lanjut RMI PBNU bersama jajaran RMI di tingkat wilayah dan cabang dalam memperkuat gerakan Transformasi Pesantren serta pengembangan sistem perlidungan anak yang lebih efektif di lingkungan pesantren.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.