Thu,11 June 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Pesan Wamenag: Penyuluh Agama Harus Praktik Nyata Jaga Kelestarian Lingkungan

Pesan Wamenag: Penyuluh Agama Harus Praktik Nyata Jaga Kelestarian Lingkungan

pesan-wamenag:-penyuluh-agama-harus-praktik-nyata-jaga-kelestarian-lingkungan
Pesan Wamenag: Penyuluh Agama Harus Praktik Nyata Jaga Kelestarian Lingkungan
service

Jakarta, Arina.idWakil Menteri Agama (Wamenag) Muhammad Syafi’i mengajak para penyuluh agama untuk menjadi teladan dalam menjaga kelestarian alam. Ia menegaskan, penyuluh tidak hanya berdakwah secara lisan melalui mimbar, tetapi juga harus memberi contoh melalui praktik nyata dalam menjaga lingkungan.

Hal tersebut disampaikan Wamenag saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Tahun 2026, Kamis (22/1/2026). Rakernas mengusung tema Menyiapkan dan Melayani Umat Masa Depan ini menjadi forum strategis untuk merumuskan arah kebijakan layanan keagamaan yang adaptif terhadap tantangan zaman.

Syafi’i menegaskan bahwa kesalehan umat Islam tidak boleh dipahami secara sempit sebagai ritual individual semata. Menurutnya, ajaran Islam meniscayakan keseimbangan tiga dimensi relasi, yakni hubungan dengan Allah (hablum minallah), hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas), serta hubungan dengan alam semesta (hablum minal alam).

“Umat masa depan adalah umat yang utuh kesalehannya. Saleh secara ritual, saleh secara sosial, dan saleh secara ekologis. Tanpa kepedulian terhadap lingkungan, kualitas keberagamaan seseorang belumlah paripurna,” tegasnya..

Wamenag mendorong jajaran Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) untuk menjadikan isu lingkungan sebagai bagian integral dari program dakwah dan pembinaan umat. Ia menilai, keberadaan puluhan ribu penyuluh agama Islam di seluruh Indonesia merupakan modal sosial yang sangat besar untuk menanamkan kesadaran ekologis di tengah masyarakat.

“Penyuluh agama harus tampil sebagai teladan. Dakwah tidak hanya disampaikan lewat mimbar, tetapi juga melalui sikap dan praktik nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Senada dengan Wamenag, Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menegaskan pentingnya pendekatan ekoteologi dalam memahami relasi manusia dan alam. Ia mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan kerap terjadi karena manusia memposisikan diri sebagai penguasa yang eksploitatif, bukan sebagai khalifah yang bertanggung jawab.

“Pengelolaan alam harus berlandaskan nilai-nilai ketuhanan. Jika kerusakan lingkungan dibiarkan, itu bukan sekadar persoalan teknis, tetapi juga persoalan moral dan spiritual,” kata Marwan.

Rakernas Bimas Islam 2026 diharapkan melahirkan rumusan program dan kebijakan yang memperkuat peran layanan keagamaan dalam membangun kesalehan umat yang inklusif dan berkelanjutan.

Dengan tingkat kepuasan publik terhadap layanan penyuluh agama yang mencapai skor 84,4, Kementerian Agama optimistis nilai-nilai keagamaan dapat terus dibumikan untuk menjawab tantangan sosial dan lingkungan ke depan.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.