Sat,11 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Pra-Muktamar di Ciganjur, Savic Ali Nilai Kekuatan NU Tak Hanya Bergantung pada PBNU

Pra-Muktamar di Ciganjur, Savic Ali Nilai Kekuatan NU Tak Hanya Bergantung pada PBNU

pra-muktamar-di-ciganjur,-savic-ali-nilai-kekuatan-nu-tak-hanya-bergantung-pada-pbnu
Pra-Muktamar di Ciganjur, Savic Ali Nilai Kekuatan NU Tak Hanya Bergantung pada PBNU
service

Jakarta, NU Online

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Mohamad Syafi’ Alielha (Savic Ali) menilai kekuatan Nahdlatul Ulama (NU) tidak hanya semata-mata bergantung pada kepengurusan PBNU. Menurutnya, organisasi tetap dapat berjalan karena Nahdliyin telah memiliki pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah serta AD/ART yang telah mengakar.

Hal itu disampaikan Savic saat acara Halaqah Pra Muktamar Qo Vadis NU? Apakah NU Masih Milik Ummat? di Pesantren Luhur Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Sabtu (4/7/2026).

“Yang membuat NU bertahan bukan karena PBNU-nya oke atau enggak oke. PBNU semuanya libur, pulang kampung semua, saya kira NU masih jalan. Jadi Rais Aam maupun Gus Yahya pulang kampung, ibaratnya mengurus pondoknya masing-masing, NU masih jalan karena semua orang NU memahami bahwa NU berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah,” jabarnya.

“Bahkan AD/ART saja, karena dokumen itu menyebar, banyak yang bukan pengurus pun membacanya,” sambungnya.

Bahkan, Savic meyakini bahwa berbagai dinamika internal yang terjadi saat ini tidak akan memberikan dampak yang berarti terhadap keberlangsungan NU dalam jangka panjang.

“Artinya, sudah ada garisnya. Secara keagamaan sudah punya garis, belum lagi kitab-kitab kuning, mekanisme pengambilan keputusan, qawa’idul fiqhiyah, dan segala macam,” katanya.

Lebih lanjut, Savic juga melihat adanya perkembangan NU yang ditopang oleh percepatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak era Reformasi. 

“Oleh akses pendidikan yang terbuka serta beasiswa yang semakin banyak,” katanya.

Ia juga memperkirakan situasi organisasi akan kembali normal setelah Muktamar NU ke-35 selesai dilaksanakan pada 1-5 Agustus 2026. Dalam kondisi tersebut, kader-kader NU dinilai akan lebih leluasa mengekspresikan gagasan dan berkontribusi di berbagai sektor.

Penguatan Tata Kelola PBNU 

Sementara itu, Manajer Riset dan Data Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Seknas FITRA), Badiul Hadi, menilai NU memiliki ekosistem yang sangat kuat, terutama dari sisi kultural. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan modernisasi organisasi ke depan akan semakin besar sehingga tata kelola organisasi perlu terus diperkuat.

Menurutnya, tantangan tersebut juga tercermin dari dorongan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) agar NU mampu bersaing di tingkat global. 

“Kegelisahan yang luar biasa di tubuh PBNU itu menunjukkan adanya tantangan tata kelola organisasi yang lebih modern ke depannya, dan itu mau tidak mau harus diikuti karena semangat berdirinya NU adalah semangat yang luar biasa dalam politik global,” katanya.

Badiul memandang, sejak awal berdirinya melalui perjuangan Komite Hijaz yang dipelopori KH Abdul Wahab Hasbullah atas mandat KH Hasyim Asy’ari, hingga masa kepemimpinan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, NU selalu memiliki orientasi global. 

Dengan alasan itu, ia menilai bahwa penguatan tata kelola organisasi menjadi fondasi penting agar NU mampu memperkuat perannya di tingkat internasional.

“Fondasi global ini memerlukan tata kelola yang luar biasa. Tidak hanya digdaya secara aplikasi, tetapi juga digdaya secara struktural dan digdaya secara organisasi. Itu penting,” terangnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.