Tue,9 June 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Puluhan Raflesia Bermekaran di Kepulauan Anambas

Puluhan Raflesia Bermekaran di Kepulauan Anambas

puluhan-raflesia-bermekaran-di-kepulauan-anambas
Puluhan Raflesia Bermekaran di Kepulauan Anambas
service

Fenomena munculnya bunga rafflesia dalam jumlah besar di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, menarik perhatian peneliti. Di hutan seluas 47,5 hektar di Desa Tarempa Selatan, hasil identifikasi sementara temukan 25 titik rafflesia yang terus mekar setiap minggu. Dari Kota Tarempa, lokasi itu hanya berjarak sekitar 10 menit menggunakan sepeda motor dan dilanjutkan berjalan kaki sekitar 25 menit memasuki kawasan hutan yang berada di Bukit Batu Tabir. Faizal Rangkuti dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kepulauan Riau (Kepri) mengatakan, terdapat 25 spot rafflesia yang tersebar di area perbukian dengan vegetasi hutan alami. Lokasi itu berdekatan dengan area penggunaan lain (APL) yang warga manfaatkan untuk berkebun. Berdasar keterangan warga, kata Faizal, keberadaan raflesia itu sejatinya sudah lama, bahkan sejak 1980-an. Namun warga mengiranya hanya bunga biasa, karena belum mekar seutuhnya. “Mulai 2025 kemarin baru benar-benar mekar dan menarik perhatian masyarakat.” Faizal bilang bunga rafflesia di kawasan itu terus bermunculan hampir setiap minggu hingga memicu antusias masyarakat dan pemerhati lingkungan untuk datang ke lokasi. “Yang mekar itu ada terus. Hampir setiap minggu selalu ada,” ujarnya. Sejumlah peneliti dan lembaga swasta lainnya juga  datang ke lokasi, termasuk  Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Riau, MedcoEnergi, hingga pengelola Pulau Bawah Resort Anambas. Saat ini, bersama pemerintah desa, petugas kehutanan menjaga kawasan hutan itu dengan melakukan patroli rutin secara bergantian. Kini, pemerintah  melakukan verifikasi untuk penetapan kawasan itu  sebagai perhutanan sosial. “Nantinya pengelolaan akan diserahkan kepada Desa Tarempa Selatan. Tinggal menunggu penetapan dari Balai Perhutanan Sosial di Kampar.” Menurut Faizal, rafflesia…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.