Sat,13 June 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Rawan Bencana, Perusahaan Tambang Seng Dairi Susun Amdal Baru?

Rawan Bencana, Perusahaan Tambang Seng Dairi Susun Amdal Baru?

rawan-bencana,-perusahaan-tambang-seng-dairi-susun-amdal-baru?
Rawan Bencana, Perusahaan Tambang Seng Dairi Susun Amdal Baru?
service

Pencabutan izin kelayakan lingkungan PT Dairi Prima Mineral (DPM) seakan tak bermakna apa-apa bagi keamanan lingkungan dan masyarakat di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Kini, perusahaan tambang seng itu  menyusun analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) baru sebagai upaya mendapat izin lingkungan kembali. Proses tidak transparan dan tanpa keterlibatan masyarakat, terutama yang tinggal di daerah-daerah rentan terdampak. Masyarakat pun khawatir, bencana mengintai mereka ketika perusahaan lanjut beroperasi. Riada Panjaitan, Staf Divisi Studi dan Advokasi Perhimpunan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat Sumatera Utara (Bakumsu), bilang, proses amdal baru begitu instan, antara Mei-November 2025, tidak ada aktivitas berarti di desa-desa terdampak. “Tahu-tahu mereka sudah sidang Komisi Penilai Amdal  27 November. Ini sangat instan,” katanya. Padahal, untuk sampai ke sidang komisi, ada tahapan penting yang wajib melibatkan publik, termasuk sosialisasi dan konsultasi. Temuannya, banyak warga yang bahkan tidak mengetahui proses penyusunan amdal tengah berlangsung. Kalaupun perusahaan lakukan, belum maksimal. Karena tidak terbuka dan melibatkan publik secara menyeluruh. Padahal, poin ini  yang mereka jadikan bahan gugatan di PTUN. Perusahaan, katanya, menggunakan pola sama, tertutup, terburu-buru, dan hanya libatkan kelompok pro tambang. “Dalam rapat itu hanya dihadirkan perwakilan masyarakat dan tokoh-tokoh yang mendukung. Lalu di mana suara masyarakat yang menolak? Di mana ruang mereka untuk menyampaikan keluhan?” Padahal, Forum Penilai Amdal mestinya menjadi ruang masyarakat terdampak untuk berbicara langsung di hadapan kementerian. Parahnya, proses amdal kali ini lebih tertutup daripada tahun 2022. “Waktu itu, Komisi Penilai Amdal masih mengundang perwakilan warga yang menolak, tapi yang sekarang benar-benar dipilih ketat oleh mereka.” Dia bilang, proses administratif amdal berlangsung…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.