Featured

Publik Jepang Marah, Krematorium Peliharaan Bakar Jasad Hewan Sekalian Bareng Sampah

Krematorium khusus Peliharaan di Jepang viral kepergok Bakar Jasad Hewan Sekalian Bareng Sampah

Ilustrasi krematorium khusus hewan peliharaan di Jepang. Foto oleh Alessandro Di Ciommo/NurPhoto via Getty Images

Pegawai krematorium khusus binatang peliharaan di Jepang dituding melakukan tindakan tidak patut. Alih-alih membuang sampah secara normal, para pekerja krematorium tersebut justru sekalian membakar sampah kantor dengan jasad anjing ataupun kucing milik klien. Tindakan ini dianggap sangat tabu, karena proses kremasi serta pemakaman terhadap mahluk apapun merupakan ritual sakral di Jepang.

Praktik bakar sampah sekalian dengan jasad binatang peliharaan dilakukan pengelola Krematorium Owari Hokubu Seie selama 10 tahun terakhir. Pegawai krematorium di kawasan tengah Jepang itu biasanya turut membakar sumpit, sisa makanan, serta sampah plastik ke dalam perapian. Tindakan tak patut ini dibenarkan oleh Asosiasi Krematorium Kawasan Aihoku, melalui penyelidikan merespons postingan viral di medsos.

Saking seringnya dilakukan, pihak asosiasi terkejut ketika para pegawai mengaku hal itu mereka lakukan setiap hari. “Saya sampai heran, mengapa para pegawai krematorium itu merasa tindakan tersebut tidak bermasalah,” ujar Shinji Ito, Ketua Asosiasi Aihoku saat dihubungi VICE World News.

Kasus ini mencuat 7 November 2022, ketika seorang warga merekam proses pembakaran jasad seekor anjing disertai tumpukan sampah lain. Netizen marah besar, menganggap krematorium itu tidak menghormati sakralnya proses pemakaman serta keluarga pemilik hewan yang berduka. Manajemen krematorium sendiri berdalih bahwa petugas pembakaran disewa dari pihak ketiga, sehingga mereka bertindak bukan atas suruhan bos.

“Pegawai baru ikut melakukan tindakan tercela tersebut, karena melihat senior-senior terbiasa membakar jasad binatang sekalian dengan sampah,” imbuh Ito.

Merujuk data dari Animal Protection Index, Jepang termasuk negara dengan “perlindungan minim” terkait isu perlindungan hak binatang dibanding 50 negara lain yang disurvei. Salah satu dampaknya, menurut Ito, masih marak asumsi bila jasad binatang boleh diperlakukan sembarangan.

Follow Hanako Montgomery di Twitter dan Instagram.

Sign up for a newsletter today!

Want the best of KWFeeds Posts in your inbox?

You can unsubscribe at any time

What's your reaction?

Leave Comment

Related Posts

Celebrity Philantrophy Amazing Stories About Stories