Islami

Biografi KH. Tubagus Fudoli, Pendiri Pesantren Empangasari Plered Purwakarta

Daftar Isi 1.    Riwayat Hidup dan Keluarga 1.1  Lahir 1.2  Wafat 1.3  Riwayat Keluarga 2.     Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau 2.1  Mengembara Menuntut Ilmu 2.2  Guru-Guru Beliau 3.     Penerus Beliau 3.1  Anak-anak Beliau 4.     Perjalanan Hidup dan Dakwah 4.1  Mendirikan Pondok Pesantren 4.2  Karier Beliau 4.3  Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia 5.   

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Wafat
1.3  Riwayat Keluarga

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1  Mengembara Menuntut Ilmu
2.2  Guru-Guru Beliau

3.    Penerus Beliau
3.1  Anak-anak Beliau

4.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1  Mendirikan Pondok Pesantren
4.2  Karier Beliau
4.3  Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

5.    Referensi

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga 

1.1 Lahir
KH. Tubagus Fudoli lahir pada tahun 1901 KH. Tubagus Pudoli lahir dari ayah yang bernama Raden Usman.

1.2 Wafat
Beliau berpulang ke Rahmatullahi pada 28 Oktober 1965 di usia 70 tahun.

1.3 Riwayat Keluarga
Beliau menikahi seorang wanitah sholeh dan dikaruniai beberapa anak.

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.2 Guru-Guru Beliau saat Menuntut Ilmu di antaranya:

  1. Raden Usman 
  2. KH. Hasyim Asy’ari

3. Penerus Beliau

3.1 Anak Beliau
 

4. Perjalanan Hidup dan Dakwah 

Setelah pulang dari pondok pesantren Tebu Ireng, beliau menjalankan nasihat gurunya KH. Hasyim Asyari untuk menyebarkan NU di plered Purwakarta. Sehingga dulu Kecamatan plered menjadi basis NU di Purwakarta. Tidak hanya berdakwah di plered Purwakarta saja, beliau juga berdakwah sampai daerah Karawang dan Jakarta.

Yang lebih menarik lagi yaitu beliau berdakwah sambil berniaga di Jakarta, bahkan pada setiap maulid dan rajab setelah KH. Tubagus Fudoli wafat selalu ada undangan dari Islamice Center Jakarta yang mengundang melalui surat resmi kepada Pondok Pesantren Empangsari Plered Purwakarta.

4.1 Mendirikan Pondok Pesantren
Setelah kembali dari Makkah, KH.Tubagus Mama Fudoli mendirikan dan mengasuh Pondok Pesantren Empangsari yang dulu desa tersebut bernama  babakan hayam. Pada masa kepemimpinannya, dia mulai menerapkan metode  pengajaran klasikal. Selain mengajarkan ilmu agama, beliau juga mengajarkan  pelajaran bahasa Arab. Berawal dari pesantren inilah keberadaan KH. Tubagus Fudoli menonjol dikalangan masyarakat Purwakarta dan sekitarnya.

Mulai dari kegiatan rutinnya mengajar di pesantren, kemudian mengadakan pengajian bagi masyarakat umum yang diadakan setiap hari Jumat pagi. KH. Tubagus Fudoli sangat akomodatif terhadap budaya lokal dalam berdakwah tanpa merusak sendi-sendi ajaran Islam. Dia menyampaikan taushiyahnya dalam bentuk pegon sunda agar mudah dipahami oleh masyarakat. Hal ini seperti yang dilakukan oleh Sunan Gunung Jati dalam mengIslamkan masyarakat Sunda yang sangat kental akan tradisi nenek moyang pada masa itu.

Bagi masyarakat Purwakarta sosok KH. Tubagus Fudolisebagai seorang kiai pesantren telah menjadi oase tersendiri. Dia selalu berusaha memperhatikan  perubahan yang terjadi di lingkungannya sehingga syiar dan dakwahnya mampu memenuhi tuntutan masyarakat. Kelompok-kelompok pengajian atau majelis taklim di masjid-masjid atau kelompok tertentu, sering mengundang kiai untuk menyampaikan taushiyahnya, mengisi kekosongan dan kegelisahan hati mereka akibat rutinitas kerja dan problematika sosial yang akrab dihinggapi manusia di muka bumi. Selain ashli dalam bidang agama, dia juga sangat memperhatikan kesejahteraan masyarakat Purwakarta.

4.2 Karier Beliau
Pengasuh pesantren Empangasari Plered

4.3 Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia
KH. Tubagus Fudoli juga sangat memperhatikan keadaan bangsa Indonesia yang pada saat itu kembali dijajah Belanda setelah kemerdekaan 1945 M. Beliau berperan aktif dalam menyusun strategi kemerdekaan Indonesia dalam perang 10 November 1945 di Surabaya sebagai tentara Hizbullah, bertujuan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Banyak  berperan dalam menghadapi militer Belanda antara tahun 1945-1950 M. Namun,  pada tahun 1950 M, gerakan Hizbullah tercatat sebagai pemberontak negara.

Banyak jasa beliau dalam kemerdekaan RI. Sebagai seorang santri  bersama santri-santri lainnya ikut berperang mengusir penjajah. Bahkan beliau pernah terkena peluru akan tetapi masih selamat dari kematian.

5. Referensi

Home

Sign up for a newsletter today!

Want the best of KWFeeds Posts in your inbox?

You can unsubscribe at any time

What's your reaction?

Leave Comment

Related Posts

Celebrity Philantrophy Amazing Stories About Stories