Islami

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sebut Jadi Petugas Haji sebagai Jihad

Jakarta, Arina.id ~ Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Tubagus Ace Hasan Syadzily menegaskan bahwa menjadi petugas haji merupakan bentuk jihad. Hal ini karena para petugas haji berjuang untuk agama dengan memberi pelayanan pada jemaah haji. “Tidak semua masyarakat memiliki keberuntungan (menjadi petugas). Harus dipastikan memberikan layanan terbaik, bahwa tiada kata lain bahwa bapak-ibu sekalian

Jakarta, Arina.id ~ Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Tubagus Ace Hasan Syadzily menegaskan bahwa menjadi petugas haji merupakan bentuk jihad. Hal ini karena para petugas haji berjuang untuk agama dengan memberi pelayanan pada jemaah haji.

“Tidak semua masyarakat memiliki keberuntungan (menjadi petugas). Harus dipastikan memberikan layanan terbaik, bahwa tiada kata lain bahwa bapak-ibu sekalian sedang berjihad,” tegasnya dalam Bimtek PPIH Arab Saudi di Asrama Haji Embarkasi Jakarta Pondok Gede, Rabu (27/3/2024).

Atas jihad ini menurutnya, para petugas haji akan mendapatkan double pahala yakni sebagai pelayan tamu Allah dan juga sebagai haji yang mabrur. Ia berharap para petugas mampu menggunakan previllage yang didapat untuk memberikan pengabdian optimal.

“Gunakan waktu sebaik-baiknya untuk menjadi pelayan tamu Allah. Ini lebih utama dari pada menjadi jemaah haji sendiri,” ungkapnya.

Ia mengingatkan bahwa kesuksesan pelaksanaan haji di antaranya berada di pundak para petugas haji. Sebagai orang-orang yang terpilih, para petugas haji harus benar-benar memberikan pengabdian yang totalitas sebagai wujud syukur.

“Jaga nama baik bangsa. Indonesia menjadi negara terbesar jemaah haji yang memiliki karakter paling baik karena itu harus terus dijaga nama baik bangsa kita,” harapnya.

Ia pun sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang mampu menjadikan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini jauh lebih. Dengan langkah-langkah strategis, mampu memiliki waktu yang cukup panjang dalam mempersiapkannya.

“Komisj VIII dan Kemenag telah memutuskan biaya haji jauh lebih awal. Sehingga mudah-mudahan indeks kepuasan jemaah tahun ini harus ditingkatkan,” harapnya.

Pada tahun ini kuota jemaah haji Indonesia menjadi terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaraan ibadah haji yakni mencapai 241.000 orang. Awalnya, Indonesia mendapatkan kuota sebesar 221.000 jemaah pada penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M. 

Namun setelah komunikasi intens dengan Indonesia, Pemerintah Arab Saudi memberi tambahan kuota sebesar 20.000 jemaah. Sebanyak 10.000 kuota tambahan diperuntukkan bagi jemaah haji reguler, sementara 10.000 lainnya untuk jemaah haji khusus. 

Sehingga total jemaah haji Indonesia tahun ini berjumlah 241.000 orang, terdiri atas 213.320 jemaah dan 27.680 jemaah haji khusus.

Jemaah haji reguler akan dibagi dalam 554 Kloter (kelompok terbang). Mereka akan diberangkatkan dari 13 Bandara yang berasal dari 14 Embarkasi yakni Aceh, Medan, Batam, Padang, Palembang, Jakarta (Pondok Gede dan Bekasi), Solo, Surabaya, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, Lombok, dan Kertajati.

Kemenag akan menggelar Sidang Isbat (Penetapan) 1 Syawal 1445 H pada Selasa, 9 April 2024. Sidang diadakan secara tertutup diawali Seminar Pemaparan Posisi Hilal.

Kemenag Gelar Sidang Isbat 1 Syawal 1445 H pada 9 April 2024

Rais Syuriyah PBNU KH Bahauddin Nursalim atau Gus Baha mengungkapkan syarat bertemu Lailatul Qadar

Bimtek Terintegrasi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi ditutup Rabu (27/3/2024). Menag Yaqut menyampaikan 3 pesan kepada para peserta untuk penyelenggaraan haji lebih baik.

Al-Qur’an mengajarkan nilai-nilai persatuan, kerukunan antarumat beragama, dan inklusivitas, yang dapat diinternalisasi dalam pembangunan nasional.

Menteri Agama RI H Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan para petugas untuk dapat melayani para jemaah haji sebagai keluarganya sendiri.

Kemenag melakukan antisipasi jatuhnya korban jiwa pada musim haji 2024. Di antaranya dengan mensyaratkan istithaah kesehatan bagi calon jemaah.

Prof Muhammad Ali Ramdhani dilantik sebagai Sekjen Kemenag. Prof Dhani adala Rektor pertama UIN Bandung, dan menjadi Guru Besar di usia muda yaitu 34 tahun.

Pengepul kebahagiaan dari temuan abad modern, berupa listrik, internet dan komputer. Hidup harmonis bersama barisan code dan segelas kopi kenangan.

Sign up for a newsletter today!

Want the best of KWFeeds Posts in your inbox?

You can unsubscribe at any time

What's your reaction?

Leave Comment

Related Posts

Celebrity Philantrophy Amazing Stories About Stories