Islami

Hukum Titip Doa pada Jemaah Haji

Masyarakat Nusantara memiliki tradisi unik menjelang musim haji. Para sanak saudara yang tidak berkesempatan berangkat haji akan menitipkan doa kepada para jemaah. Doa yang dititipkan ini beragam, mulai dari permohonan kesehatan dan kelancaran rezeki hingga harapan untuk bisa mengikuti jejak ke Tanah Suci di masa mendatang. Tradisi menitipkan doa pada jemaah haji merupakan sebuah kebiasaan

Masyarakat Nusantara memiliki tradisi unik menjelang musim haji. Para sanak saudara yang tidak berkesempatan berangkat haji akan menitipkan doa kepada para jemaah. Doa yang dititipkan ini beragam, mulai dari permohonan kesehatan dan kelancaran rezeki hingga harapan untuk bisa mengikuti jejak ke Tanah Suci di masa mendatang.

Tradisi menitipkan doa pada jemaah haji merupakan sebuah kebiasaan yang telah lama tertanam dalam masyarakat Islam Indonesia. Tradisi ini didasari pada keyakinan bahwa doa yang dipanjatkan di tempat-tempat suci seperti Makkah dan Madinah akan lebih mustajab dikabulkan oleh Allah swt.

Keberadaan Kabah, Masjidil Haram, dan Masjid Nabawi di tanah suci diyakini sebagai tempat yang istimewa dan penuh keberkahan. Di sanalah doa-doa dipanjatkan dengan penuh khusyuk dan pengharapan, dengan hati yang bersih dan jauh dari kesibukan duniawi. Hal ini lah yang membuat banyak orang meyakini bahwa doa yang dipanjatkan di tanah suci akan lebih mudah dikabulkan.

Kemudian yang menjadi pertanyaan, bagaimana hukum menitipkan doa pada jemaah haji yang akan berangkat? Apakah ini termasuk perbuatan yang pernah dicontohkan Nabi dan sahabat terdahulu?

Sulaiman bin Umar bin Manshur al-Jamal, dalam kitab Hasiyah Jamal ala Syarh al-Minhaj, Jilid II, [Beirut: Darul Fikr, tt] halaman 554 menjelaskan bahwa dianjurkan hukumnya meminta doa kepada orang yang akan berangkat haji, agar didoakan di Makkah atau Madinah.  Rasulullah saw dalam sebuah haditsnya menjelaskan bahwa ketika bertemu dengan jemaah haji, maka kita dianjurkan untuk bersalaman dengan mereka dan meminta untuk mendoakan kita. Hal ini dikarenakan jemaah haji yang telah melaksanakan ibadah haji dengan sempurna telah diampuni dosanya. 

Pada sisi lain, menurut Al-Munawi, waktu terbaik untuk meminta doa pengampunan dosa kepada jemaah haji adalah saat mereka baru saja memasuki Makkah. Hal ini karena ada kemungkinan mereka lupa atau lalai setelah itu. Beberapa pendapat lain menyebutkan bahwa waktu yang dianjurkan untuk meminta doa adalah selama empat puluh hari sejak kedatangan jemaah haji, atau selama sisa haji, Muharram, Safar, dan dua puluh hari dari Rabi’ul Awwal.

Lebih lanjut, dalam kitab Hasiyah Jamal ala Syarh al-Minhaj juga dijelaskan juga bahwa hukumnya sunnah bagi jemaah haji untuk mendoakan orang lain agar diampuni dosanya, meskipun orang tersebut tidak memintanya. 

وَفِيهِ أَيْضًا مَا نَصُّهُ وَيُنْدَبُ لِلْحَاجِّ الدُّعَاءُ لِغَيْرِهِ بِالْمَغْفِرَةِ وَإِنْ لَمْ يَسْأَلْهُ وَلِغَيْرِهِ سُؤَالُهُ الدُّعَاءَ بِهَا وَفِي الْحَدِيثِ «إذَا لَقِيت الْحَاجَّ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَصَافِحْهُ وَمُرْهُ أَنْ يَدْعُوَ لَك فَإِنَّهُ مَغْفُورٌ لَهُ» قَالَ الْعَلَّامَةُ الْمُنَاوِيُّ ظَاهِرُهُ أَنَّ طَلَبَ الِاسْتِغْفَارِ مِنْهُ مُؤَقَّتٌ بِمَا قَبْلَ الدُّخُولِ فَإِنْ دَخَلَ فَاتَ لَكِنْ ذَكَرَ بَعْضُهُمْ أَنَّهُ يَمْتَدُّ أَرْبَعِينَ يَوْمًا مِنْ مَقْدِمِهِ وَفِي الْإِحْيَاءِ عَنْ عُمَرَ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – أَنَّ ذَلِكَ يَمْتَدُّ بَقِيَّةَ الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمِ وَصَفَرٍ وَعِشْرِينَ يَوْمًا مِنْ رَبِيعٍ الْأَوَّلِ وَعَلَيْهِ فَيَنْزِلُ الْحَدِيثُ عَلَى الْأَوْلَوِيَّةِ فَالْأَوْلَى طَلَبُ ذَلِكَ مِنْهُ حَالَ دُخُولِهِ فَلَعَلَّهُ يَخْلِطُ أَوْ يَلْهُو انْتَهَى وَاَللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Artinya: “Dianjurkan bagi jemaah haji untuk mendoakan orang lain agar diampuni dosanya, meskipun orang tersebut tidak memintanya. Dan orang lain berhak untuk memintanya untuk didoakan. Dalam sebuah hadits disebutkan, “Jika kamu bertemu dengan seorang haji, maka salutlah padanya, bersalamanlah dengannya, dan mintalah dia untuk mendoakanmu, karena dia diampuni dosanya.” 

Al-Allamah Al-Munawi berkata, “Tampaknya permintaan untuk dimaafkan darinya dibatasi sebelum masuk ihram. Jadi, jika dia sudah masuk, maka kesempatannya hilang. Namun, beberapa orang mengatakan bahwa itu berlangsung selama empat puluh hari sejak kedatangannya. Dan dalam Ihya’ Ulumiddin, dari Umar RA, disebutkan bahwa itu berlangsung selama sisa haji, Muharram, Safar, dan dua puluh hari dari Rabi’ul Awwal.

Berdasarkan pendapat tersebut, hadis ini menunjukkan bahwa waktu terbaik untuk meminta doa pengampunan dosa kepada haji adalah saat mereka baru saja memasuki Mekkah. Hal ini karena ada kemungkinan mereka lupa atau lalai setelah itu. Dan Allah swt yang Maha Mengetahui kebenarannya” [Hasiyah Jamal ala Syarh al-Minhaj, Jilid II, [Beirut: Darul Fikr, tt] halaman 554].

Dalam Kitab Sunan al-Kubra, Jilid V, halaman 261 karya Imam Baihaqi memuat hadits tentang keutamaan doa para jemaah haji. Hadits yang diriwayatkan oleh  Abu Hurairah menyebutkan bahwa doa para jemaah haji dikabulkan oleh Allah swt. Hal ini dikarenakan mereka adalah tamu-tamu istimewa di rumah Allah. Dengan kata lain, mereka berada di tempat yang mulia dan dekat dengan Allah swt.

Lebih lanjut, ketika seorang haji mendoakan orang lain, doa tersebut dilipatgandakan oleh Allah. Alasannya, para haji sedang menjalankan ibadah dengan penuh kesungguhan dan ketulusan. Kondisi ini membuat doa mereka menjadi lebih mudah dikabulkan oleh Allah.

باب الدعاء للحاج ودعاء الحاج

( أخبرنا ) أبو عبد الله الحافظ ، أنا بكر بن محمد الصيرفي بمرو ، ثنا جعفر بن محمد بن شاكر ، ثنا الحسين بن محمد المروروذي ، ثنا شريك ، عن منصور ، عن أبي حازم ، عن أبي هريرة ، قال : قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم : اللهم اغفر للحاج ولمن استغفر له الحاج

Artinya: “Diceritakan kepada kami oleh Abu Abdillah Al-Hafiz, dari Bakar bin Muhammad Ash-Shafi’i di Marw, dari Ja’far bin Muhammad bin Shakir, dari Al-Husain bin Muhammad Al-Marwazi, dari Syarik, dari Mansur, dari Abu Hazim, dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Ya Allah, ampunilah dosa-dosa paraorang yang berhaji dan dosa mereka yang didoakan oleh jemaah haji.” [Imam Baihaqi, Sunan al-Kubra, Jilid V, [Beirut: Darul Ma’rifah, tt], halaman 261].

Jadi, dapat disimpulkan bahwa doa para jemaah haji memiliki keutamaan. Mereka adalah tamu istimewa di rumah Allah dan sedang beribadah dengan sepenuh hati. Hal ini membuat doa mereka lebih mudah dikabulkan dan bahkan dilipatgandakan pahalanya ketika mendoakan orang lain.
 
Mengomentari hadits ini, Imam Syaukani dalam kitab Faidul Qadir,Jilid II, halaman 129 menjelaskan bahwa jemaah haji dianjurkan untuk mendoakan orang lain, baik itu keluarga, teman, atau orang lain yang dikenal maupun tidak. Doa yang dianjurkan adalah;

 “اللهم اغفر للحاج أي حجا مبرورا (ولمن استغفر له الحاج)” 

Artinya: “(Ya Allah, ampunilah dosa orang berhaji ini, jadikan hajinya mabrur dan ampunilah dosa orang yang didoakan haji ini. Doa ini dibaca sebanyak tiga kali”.

Doa ini pada dasarnya dianjurkan setiap saat, namun menurut Imam Abu Bakar Ash-Shiddiq, waktu terbaiknya adalah dari tanggal 1 hingga 20 Rabiul Awal. Jika jemaah haji belum kembali ke tanah air sebelum tanggal tersebut, maka waktu terbaiknya adalah saat mereka kembali, sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnu Rajab dan Al-Hakim.

(اللهم اغفر للحاج) أي حجا مبرورا (ولمن استغفر له الحاج) قاله ثلاثا وهو تشريف عظيم للحاج فيتأكد طلب الاستغفار من الحاج ليدخل في دعاء المصطفى صلى الله عليه وعلى آله وسلم وظاهره ندب طلب الاستغفار منه في سائر الأوقات، لكن في الإحياء عن الفاروق ما محصوله. إن غاية طلبه إلى عشرين من ربيع الأول أي فإن تأخر وصوله إلى وطنه عنها فإلى وصوله كما ذكره ابن رجب (هب) وكذا الحاكم

Artinya: “[Ya Allah, ampunilah dosa orang yang berhaji)  maksudnya dengan menjadi haji yang mabrur,  dan (ampunilah dosa orang yang didoakan oleh haji) diucapkan sebanyak tiga kali. Ini merupakan kehormatan besar bagi orang yang berhaji, sehingga dianjurkan untuk memohon ampunan dari jemaah agar termasuk dalam doa Rasulullah saw. Secara Zahir, menunjukkan anjuran untuk memohon ampunan darinya di setiap waktu. Namun, dalam kitab Ihya’ Ulumuddin dari Abu Bakar Ash-Shidiq, disebutkan bahwa batas waktu untuk memohon ampunan dari haji adalah hingga tanggal 20 Rabi’ul Awwal. Jika haji terlambat kembali ke tanah airnya, maka batas waktunya adalah sampai ia kembali. Hal ini sebagaimana yang disebutkan oleh Ibn Rajab  dan juga Al-Hakim.” [Imam Syaukani, Faidul Qadir,Jilid II, halaman 129].

Dengan demikian, menitipkan doa kepada jamaah haji untuk dipanjatkan di tanah suci boleh dilakukan dan dianjurkan.  Bahkan, jamaah haji juga disunnahkan untuk mendoakan orang lain, termasuk keluarga mereka saat berada di tanah suci. Doa yang dipanjatkan di tempat-tempat mustajab seperti Makkah dan Madinah diyakini lebih mudah dikabulkan oleh Allah swt.

Oleh karena itu, jika ingin menitipkan doa kepada jemaah haji, tidak perlu ragu untuk melakukannya. Jemaah haji akan mendoakan dengan ikhlas dan doa yang dipanjatkan di tanah suci memiliki peluang untuk dikabulkan Allah swt.

Pengepul kebahagiaan dari temuan abad modern, berupa listrik, internet dan komputer. Hidup harmonis bersama barisan code dan segelas kopi kenangan.

Sign up for a newsletter today!

Want the best of KWFeeds Posts in your inbox?

You can unsubscribe at any time

What's your reaction?


    Warning: Undefined array key "nonce" in /home/kabarwar/public_html/wp-content/plugins/newsy-reaction/class.newsy-reaction.php on line 342
  • 226
    Awesome
    Awesome

  • Warning: Undefined array key "nonce" in /home/kabarwar/public_html/wp-content/plugins/newsy-reaction/class.newsy-reaction.php on line 342
  • 15
    EW
    Ew!

  • Warning: Undefined array key "nonce" in /home/kabarwar/public_html/wp-content/plugins/newsy-reaction/class.newsy-reaction.php on line 342
  • 12
    FUNNY
    Funny

  • Warning: Undefined array key "nonce" in /home/kabarwar/public_html/wp-content/plugins/newsy-reaction/class.newsy-reaction.php on line 342
  • 9
    LOL
    Lol

  • Warning: Undefined array key "nonce" in /home/kabarwar/public_html/wp-content/plugins/newsy-reaction/class.newsy-reaction.php on line 342
  • 98
    Loved
    Loved

  • Warning: Undefined array key "nonce" in /home/kabarwar/public_html/wp-content/plugins/newsy-reaction/class.newsy-reaction.php on line 342
  • 54
    OMG
    Omg!
Leave Comment

Related Posts

Celebrity Philantrophy Amazing Stories About Stories