News

BMCKTR Sumbar kebut pembersihan material longsor di jalur Malalak

Padang (ANTARA) - Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat mengebut pembersihan material longsor yang menimbun badan jalan penghubung Padang-Bukittinggi via Malalak, Kabupaten Agam. Kepala Dinas BMCKTR Sumbar, Era Sukma menyebut hingga Ahad pukul 11.00 WIB, pihaknya sudah berhasil membersihkan sebagian material longsor di jalur Malalak dan jalan tersebut telah

Padang (ANTARA) – Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat mengebut pembersihan material longsor yang menimbun badan jalan penghubung Padang-Bukittinggi via Malalak, Kabupaten Agam.

Kepala Dinas BMCKTR Sumbar, Era Sukma menyebut hingga Ahad pukul 11.00 WIB, pihaknya sudah berhasil membersihkan sebagian material longsor di jalur Malalak dan jalan tersebut telah bisa dilalui oleh kendaraan roda dua.

“Sekarang alat masih bekerja dan diharapkan pukul 13.00 WIB jalan Padang-Bukittinggi via Malalak sudah bisa dilewati kendaraan besar,” katanya.

Jalan Malalak diharapkan menjadi jalan utama sementara penghubung Bukittinggi-Padang dan sebaliknya karena jalur utama via Lembah Anai putus total disebabkan badan jalan tergerus banjir.

Baca juga: Jalan penghubung Padang-Bukiittinggi tertimbun longsor

Baca juga: Kadinkes Sumbar: Jumlah kasus diare di Pesisir Selatan sudah melandai

Gubernur Sumbar Mahyeldi menyebut telah memerintahkan jajarannya untuk secepatnya membersihkan materi longsor di jalur Malalak karena jalur itu akan digunakan sebagai jalur utama penghubung Padang-Bukittinggi untuk sementara.

“Fokus kita sekarang untuk membersihkan jalur Malalak karena menjadi jalur yang paling dekat menghubungkan Bukittinggi dan Padang,” katanya.

Ia menyebut untuk memulihkan jalur utama Padang-Bukittinggi via Lembah Anai membutuhkan waktu yang cukup lama karena seluruh badan jalan tergerus dan runtuh karena banjir.

Selain melalui Malalak jalur Padang-Bukittinggi bisa dilewati melalui Solok, namun pada pukul 11.00 WIB jalur itu tepatnya di Sitinjau Lauik macet parah karena beberapa truk dan bus mengalami kerusakan sehingga menghalangi jalan.

Banjir yang melanda Sumatera Barat pada Sabtu (11/5) malam mengakibatkan sejumlah infrastruktur jalan dan jembatan pada beberapa daerah terputus.

Salah satu yang terparah terjadi di Silaiang, Kabupaten Tanah Datar. Jalan negara penghubung Bukittinggi dengan Padang itu runtuh tergerus arus Sungai Batang Anai sehingga putus total. *

Baca juga: Gubernur Sumbar: Pengendara dilarang parkir di Fly Over Kelok Sembilan

Baca juga: Longsor di Solok putus akses jalan antar-nagari

Pewarta: Miko Elfisha
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
Copyright © ANTARA 2024

Pengepul kebahagiaan dari temuan abad modern, berupa listrik, internet dan komputer. Hidup harmonis bersama barisan code dan segelas kopi kenangan.

Sign up for a newsletter today!

Want the best of KWFeeds Posts in your inbox?

You can unsubscribe at any time

What's your reaction?


    Warning: Undefined array key "nonce" in /home/kabarwar/public_html/wp-content/plugins/newsy-reaction/class.newsy-reaction.php on line 342
  • 225
    Awesome
    Awesome

  • Warning: Undefined array key "nonce" in /home/kabarwar/public_html/wp-content/plugins/newsy-reaction/class.newsy-reaction.php on line 342
  • 15
    EW
    Ew!

  • Warning: Undefined array key "nonce" in /home/kabarwar/public_html/wp-content/plugins/newsy-reaction/class.newsy-reaction.php on line 342
  • 12
    FUNNY
    Funny

  • Warning: Undefined array key "nonce" in /home/kabarwar/public_html/wp-content/plugins/newsy-reaction/class.newsy-reaction.php on line 342
  • 9
    LOL
    Lol

  • Warning: Undefined array key "nonce" in /home/kabarwar/public_html/wp-content/plugins/newsy-reaction/class.newsy-reaction.php on line 342
  • 98
    Loved
    Loved

  • Warning: Undefined array key "nonce" in /home/kabarwar/public_html/wp-content/plugins/newsy-reaction/class.newsy-reaction.php on line 342
  • 53
    OMG
    Omg!
Leave Comment

Related Posts

Celebrity Philantrophy Amazing Stories About Stories