Islami

Kisah Romantis Jemaah Haji Menemani Suami Lansia dan Disabilitas saat Ibadah di Tanah Suci

​​​​​Arina.id ~  Kisah romantis dibangun oleh sepasang suami istri jemaah haji asal Yogyakarta. Indrawati sang istri setia mendampingi suaminya Kapandi. Sang suami memang selain berusia lanjut juga adalah seorang disabilitas akibat penyakit diabetes yang dideritanya sejak setahun lalu.  Ya, Kapandi harus ikhlas kehilangan kaki kirinya akibat penyakit itu. Ibadah haji yang dijadwalkan untuknya dilakukan tahun

​​​​​Arina.id ~ Kisah romantis dibangun oleh sepasang suami istri jemaah haji asal Yogyakarta. Indrawati sang istri setia mendampingi suaminya Kapandi. Sang suami memang selain berusia lanjut juga adalah seorang disabilitas akibat penyakit diabetes yang dideritanya sejak setahun lalu. 

Ya, Kapandi harus ikhlas kehilangan kaki kirinya akibat penyakit itu. Ibadah haji yang dijadwalkan untuknya dilakukan tahun 2023, terpaksa tertunda. Indrawati dan Kapandi beruntung dapat berangkat haji di musim haji 2024 ini.

Kapandi dan istrinya berangkat dengan penuh semangat demi mendapat ridha Allah dan meraih predikat haji mabrur. 

Kapandi kini berusia 71 tahun. Dia pun mesti menggunakan kursi roda selama aktivitas ibadah haji 2024 ini. Indrawati, istrinya, menjadi kunci dalam melaksanakan ibadah haji. Indrawati menjalani ibadahnya juga penuh cinta dan ikhlas membantu suaminya.

Kepada Media Center Haji (MCH), Senin (13/5/2024) siang, Indrawati menceritakan dirinya baru tiba perjalanan dari hotel. Sebelum waktu sholat tiba, dirinya cepat-cepat mempersiapkan untuk suaminya agar dapat ikut sholat.

“Saya siapkan bapaknya kursi rodanya semua saya bawa ke Masjid Nabawi untuk salat dzuhur. Begitu sampai di Masjid Nabawi saya harus mengantarkan bapak ke tempat laki-laki, kan laki-laki dengan perempuan tereisah jadi saya lepas di dia di tempat laki-laki,” tuturnya.

Indrawati pun meminta suaminya agar tidak pergi ke mana-mana sebelum dirinya datang lagi. “Saya suruh dia diam nggak usah ke mana-mana sampai saya datang. Begitu saya sholat di tempat perempuan terpisah tapi suami saya setianya dia menunggu sampai kapan saya datang. Saya suruh dia diam. Dia diam terus saya datang jemput dia jadi saya jemput dia ke sini,” lanjut Indrawati.

Indrawati menturutkan setiap hari selama di Madinah, seperti itulah yang mereka lakukan setiap menjelang waktu sholat. “Begitu sampai sholat pekerjaan saya, saya antar saya lepas saya lari ke tempat yang perempuan. Selesai sholat saya lari ke sini (tempat jemaah laki-laki), ambil dia baru saya bawa ke hotel,” ujar Indrawati.

Indrawati ingin memastikan suaminya dapat beribadah dengan nyaman, meskipun ia harus berjibaku dengan waktu. Karena itu, sering kali ketika waktu Maghrib ke Isya Indrawati tidak kembali ke hotel. 

“Daripada saya khawtir Mas, khawatir sekali karena dia seorang yang ga punya kaki tapi bersyukur sama Allah bisa berangkat haji.​​​​​​ Alhamdulillah ya Allah saya bersyukur sama Allah dia bisa sampai ke Tanah Suci ini ya Allah,” tuturnya sambil menangis haru.

Dirinya juga mengaku bangga epada suaminya karena suaminya orang yang kuat dan tetap bersemangat meskipun saat ini ada keterbatasan fisik.

“Itu yang saya banggakan dan suami saya orangnya kuat sekali. Dia sangat bertahan dengan kehidupan. Semangatnya tinggi jadi saya tidak akan sia-siakan kesempatan ini,” kata Indrawati.

Sementara Kapandi mengatakan merasa beruntung mendapatkan istri yang selalu setia menemaninya. Mengantarkan suami bukan perkara mudah bagi istri, karena area wanita dan laki-laki dipisahkan di masjid tempat mereka menjalankan sholat.

Bagi Kapandi, istrinya adalah jiwanya. Pemberian air minum dari Indrawati adalah energi untuk Kapandi beribadah. Selain itu, kata Kapandi, keterbasan alat komunikasi bukan masalah, karena ia yakin sang istri selalu hadir untuknya.

Dalam menjalankan ibadah haji, seluruh fasilitas jemaah seperti makan dan tempat tinggal dijamin oleh Kementerian Agama RI. Jemaah haji Indoensia sendiri bermukim di kota Madinah selama 8 malam untuk melaksankan ibadah sunah yang dicontohkan Nabi. Kemudian jemaah akan bertolak ke Makkah selama 30 hari untuk umrah dan berhaji.

Pengepul kebahagiaan dari temuan abad modern, berupa listrik, internet dan komputer. Hidup harmonis bersama barisan code dan segelas kopi kenangan.

Sign up for a newsletter today!

Want the best of KWFeeds Posts in your inbox?

You can unsubscribe at any time

What's your reaction?


    Warning: Undefined array key "nonce" in /home/kabarwar/public_html/wp-content/plugins/newsy-reaction/class.newsy-reaction.php on line 342
  • 226
    Awesome
    Awesome

  • Warning: Undefined array key "nonce" in /home/kabarwar/public_html/wp-content/plugins/newsy-reaction/class.newsy-reaction.php on line 342
  • 15
    EW
    Ew!

  • Warning: Undefined array key "nonce" in /home/kabarwar/public_html/wp-content/plugins/newsy-reaction/class.newsy-reaction.php on line 342
  • 12
    FUNNY
    Funny

  • Warning: Undefined array key "nonce" in /home/kabarwar/public_html/wp-content/plugins/newsy-reaction/class.newsy-reaction.php on line 342
  • 9
    LOL
    Lol

  • Warning: Undefined array key "nonce" in /home/kabarwar/public_html/wp-content/plugins/newsy-reaction/class.newsy-reaction.php on line 342
  • 98
    Loved
    Loved

  • Warning: Undefined array key "nonce" in /home/kabarwar/public_html/wp-content/plugins/newsy-reaction/class.newsy-reaction.php on line 342
  • 53
    OMG
    Omg!
Leave Comment

Related Posts

Celebrity Philantrophy Amazing Stories About Stories