Islami

Inilah Dalil Mencium Hajar Aswad

Masjidil Haram memang selalu menjadi daya tarik para jemaah haji maupun umrah. Pasalnya, terdapat beberapa tempat bersejarah sekaligus mustajab di kota suci ini. Misalnya, Ka'bah, Maqam Ibrahim, Hajar Aswad, Multazam, Talang Emas, dan Hijir Ismail. Di antara yang paling ramai 'diperebutkan' adalah Hajar Aswad. Para jemaah yang melaksanakan haji atau umrah rela berdesakan ingin dapat

Masjidil Haram memang selalu menjadi daya tarik para jemaah haji maupun umrah. Pasalnya, terdapat beberapa tempat bersejarah sekaligus mustajab di kota suci ini. Misalnya, Ka’bah, Maqam Ibrahim, Hajar Aswad, Multazam, Talang Emas, dan Hijir Ismail.

Di antara yang paling ramai ‘diperebutkan’ adalah Hajar Aswad. Para jemaah yang melaksanakan haji atau umrah rela berdesakan ingin dapat berzikir, mencium atau sekedar mengusapnya.

Sayangnya, banyak jamaah haji umrah yang kadang menggunakan kekerasan, gontok-gontokan hingga melukai jamaah lainnya demi berebut tempat tersebut. Satu contoh kejadian yang miris adalah betapa banyak jamaah haji umrah yang terlempar, terinjak, tersungkur, gara-gara ingin mencium Hajar Aswad. 

Lantas apakah Hajar Aswad itu? Hajar Aswad adalah batu yang turun dari surga, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Nabi Muhammad:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَزَلَ الْحَجَرُ الْأَسْوَدُ مِنْ الْجَنَّةِ وَهُوَ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنْ اللَّبَنِ فَسَوَّدَتْهُ خَطَايَا بَنِي آدَمَ

Artinya: “Dari Ibn Abbas, ia berkata Rasulullah bersabda, Hajar Aswad turun dari surga, berwarna sangat putih daripada susu, lalu berwarna hitam akibat dosa manusia”. (Sunan Tirmidzi, 308)

Dalam hadits lain disebutkan:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْحَجَرُ الْأَسْوَدُ مِنْ الْجَنَّةِ

Artinya: “Dari Ibn Abbas, sesungguhnya Nabi Muhammad bersabda, Hajar Aswad itu berasal dari surga”. (Sunan Al-Nasa’i, 2886)

Hajar Aswad diserahkan oleh Allah kepada Nabi Ibrahim untuk diletakkan di sudut Ka’bah sebagai penanda dan lokasi titik dimulainya tawaf. Sudut itu adalah sudut bagian tenggara dari Ka’bah. Letaknya semakin mempermudah para peziarah untuk mencium dan mengusapnya.

Adapun dalil mencium Hajar Aswad mengacu perkataan Umar bin Khattab:

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ جَاءَ إِلَى الْحَجَرِ الْأَسْوَدِ فَقَبَّلَهُ فَقَالَ إِنِّي أَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ لَا تَضُرُّ وَلَا تَنْفَعُ وَلَوْلَا أَنِّي رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُكَ مَا قَبَّلْتُكَ

Artinya: “Dari Umar, sesungguhnya ia mendatangi Hajar Aswad, kemudian mencium Hajar Aswad dan berkata, aku mengetahui engkau adalah batu yang tidak akan memberikan faidah apapun, jika aku tidak melihat Nabi Muhammad menciummu, maka aku tidak akan menciummu”. (Sahih Bukhari, 1494)

Dalam kitab Bulughul Maram, hadits 764 juga disebutkan:

وَعَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا: أَنَّهُ كَانَ يُقَبِّلُ اَلْحَجَرَ اَلْأَسْوَدَ وَيَسْجُدُ عَلَيْهِ رَوَاهُ اَلْحَاكِمُ مَرْفُوعًا، وَالْبَيْهَقِيُّ مَوْقُوفًا 

Artinya: “Dari Ibnu Abbas bahwa ia pernah mencium Hajar Aswad dan meletakkan dahi padanya. Hadits ini diriwayatkan oleh Hakim dengan marfu’ dan Baihaqi dengan mauquf.”

Dari beberapa redaksi hadits di atas dapat dipahami bahwa mencium Hajar Aswad adalah tingkah laku yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad yang kemudian diikuti Umar bin Khattab. Mmeskipun ia menyatakan “Hajar Aswad tidak memberi faidah apapun”, namun ia melakukan itu berdasarkan ittiba’ atau mengikuti tingkah laku Rasulullah. Bukan karena maksud lain.

Dengan demikian, tradisi mencium dan mengusap Hajar Aswad itu termasuk dianjurkan. Akan tetapi yang harus diperhatikan adalah jangan sampai demi mencium Hajar Aswad malah mencelakai dan berkelahi dengan jamaah lain.

Sebab tidak jarang mereka yang berusaha mendekati Hajar Aswad malah bertikai. Mengingat lautan manusia berdesakan di sekeliling Ka’bah dengan ragam tujuan seperti tawaf, talang emas, atau Maqam Ibrahim.

Pengepul kebahagiaan dari temuan abad modern, berupa listrik, internet dan komputer. Hidup harmonis bersama barisan code dan segelas kopi kenangan.

Sign up for a newsletter today!

Want the best of KWFeeds Posts in your inbox?

You can unsubscribe at any time

What's your reaction?


    Warning: Undefined array key "nonce" in /home/kabarwar/public_html/wp-content/plugins/newsy-reaction/class.newsy-reaction.php on line 342
  • 226
    Awesome
    Awesome

  • Warning: Undefined array key "nonce" in /home/kabarwar/public_html/wp-content/plugins/newsy-reaction/class.newsy-reaction.php on line 342
  • 15
    EW
    Ew!

  • Warning: Undefined array key "nonce" in /home/kabarwar/public_html/wp-content/plugins/newsy-reaction/class.newsy-reaction.php on line 342
  • 12
    FUNNY
    Funny

  • Warning: Undefined array key "nonce" in /home/kabarwar/public_html/wp-content/plugins/newsy-reaction/class.newsy-reaction.php on line 342
  • 9
    LOL
    Lol

  • Warning: Undefined array key "nonce" in /home/kabarwar/public_html/wp-content/plugins/newsy-reaction/class.newsy-reaction.php on line 342
  • 98
    Loved
    Loved

  • Warning: Undefined array key "nonce" in /home/kabarwar/public_html/wp-content/plugins/newsy-reaction/class.newsy-reaction.php on line 342
  • 53
    OMG
    Omg!
Leave Comment

Related Posts

Celebrity Philantrophy Amazing Stories About Stories