Bisnis

3 Metode Penyusutan, Contoh dan Cara Menghitungnya

Dipublish Tgl: Sunday, 19 May 2024 Metode penyusutan aset tetap biasa digunakan sebagai proses dalam menghitung depresiasi nilai aset dari waktu ke waktu. Ini dapat membantu perusahaan secara sistematis dalam mengalokasikan aset selama masa manfaatnya. Apa saja metode yang bisa digunakan? Bagaimana cara menghitungnya? Simak penjelasan lengkapnya pada artikel di bawah ini! Apa itu Penyusutan?

Dipublish Tgl: Sunday, 19 May 2024

Metode penyusutan aset tetap biasa digunakan sebagai proses dalam menghitung depresiasi nilai aset dari waktu ke waktu. Ini dapat membantu perusahaan secara sistematis dalam mengalokasikan aset selama masa manfaatnya.

Apa saja metode yang bisa digunakan? Bagaimana cara menghitungnya? Simak penjelasan lengkapnya pada artikel di bawah ini!

Apa itu Penyusutan?

Penyusutan Aktiva Tetap

Penyusutn aset adalah penurunan nilai aset (Credit: Freepik.com)

Mengutip dari laman keuda.kemendagri.go.id, penyusutan adalah alokasi sistematis atas nilai sebuah aset tetap yang dapat disusutkan selama masa manfaat aset. 

Penjelasan lainnya, pengertian pengusutan adalah penyesuaian nilai dilakukan terus menerus sebanding dengan penurunan kapasitas sebuah aset. Baik dari kualitas, kuantitas, maupun nilai. Hal ini terjadi karena aset tersebut digunakan dalam operasional.

Menurut Haryono Jusup (2005) aset tetap ini biasanya dikelompokkan menjadi 4, yakni:

  • Tanah, digunakan sebagai tempat berdirinya bangunan bisnis.
  • Perbaikan tanah, seperti jalan, parkir, pagar, jalan dan lain sebagainya.
  • Gedung, digunakan sebagai tempat bisnis berlangsung, bisa berupa kantor, toko, pabrik, gudang dan lainnya.
  • Peralatan, digunakan sebagai pendukung operasional bisnis, bisa berupa mesin pabrik, laptop, alat kantor dan lainnya.

Baca Juga: Contoh Aktiva Tetap dalam Akuntansi Berdasarkan Jenisnya

Faktor yang Mempengaruhi Penyusutan

Berikut beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penyusutan aset tetap, menurut Warren et al. (2018):

1. Harga Perolehan Aset

Faktor pertama yang mempengaruhi penyusutan adalah harga perolehan, dimana harga ini merupakan biaya total yang dikeluarkan untuk membeli dan menyiapkan aset hingga siap digunakan.

Adapun yang termasuk dalam harga perolehan aset adalah harga pembelian, biaya pengiriman dan pemasangan, bea masuk, dan biaya lainnya yang terkait dengan perolehan aset.

Semakin tinggi harga perolehan aset, semakin tinggi pula penyusutan yang akan dihitung setiap periode.

Baca Juga: Harga Perolehan Adalah, Fungsi, Cara Hitung dan Contohnya

2. Umur Ekonomis Aset

Faktor kedua adalah umur ekonomi aset, yakni perkiraan waktu selama aset tersebut dapat digunakan secara produktif dalam operasi bisnis.

Umur ekonomis dapat diukur dalam tahun, jam, unit produksi, atau satuan lainnya yang sesuai dengan jenis aset. Semakin pendek umur ekonomis aset, semakin tinggi penyusutan yang akan dihitung setiap periode.

3. Nilai Residu Aset

Ketiga adalah nilai residu aset, yakni nilai taksiran aset pada akhir masa manfaatnya. Nilai residu ini dapat berupa nilai jual aset bekas atau nilai besi tua, tergantung pada kondisi dan jenis aset.

Artinya, semakin tinggi nilai residu aset, maka semakin rendah juga penyusutan yang akan dihitung setiap periode.

Metode Penyusutan Menurut PSAK

Metode Penyusutan Aset Tetap

Ada 3 metode penyusutan aset tetap yang bisa digunakan menurut PSAK 16 (Credit: Freepik.com)

Berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) no 16, metode penyusutan yang umum digunakan adalah sebagai berikut:

1. Metode Penyusutan Garis Lurus

Metode penyusutan pertama berdasarkan PSAK 16 adalah metode penyusutan garis lurus, yakni metode perhitungan penyusutan yang dilakukan melalui pembagian harga perolehan yang dikurangi nilai sisa dengan masa manfaat aset.

Atau bisa dirumuskan seperti dibawah ini:

Penyusutan Garis Lurus = (Harga Perolehan - Nilai Sisa) / Estimasi Masa Manfaat

Metode ini paling umum digunakan oleh perusahaan karena perhitungannya paling sederhana dibandingkan dengan yang lain. 

2. Metode Saldo Menurun

Selanjutnya ada metode saldo menurun yang juga disebut dengan saldo menurun ganda, yakni metode perhitungan penyusutan yang dilakukan dengan mengalikan biaya perolehan dengan persentase garis lurus dikali dua.

Atau dengan rumus berikut:

Penyusutan Metode Saldo Menurun = Biaya Perolehan x (Persentase Garis Lurus x 2)

Metode ini sering dibandingkan dengan metode garis lurus, karena beban penyusutan yang dihitung dengan metode saldo menurun biasanya dua kali lipat dari metode garis lurus.

3. Metode Unit Produksi

Terakhir adalah metode unit produksi yakni perhitungan penyusutan yang didasari dari pemakaian atau hasil akhir dari perkiraan aset tetap. Metode ini kebalikan dari metode garis lurus.

Dimana dalam perhitungannya metode unit produksi lebih memperhatikan fungsi pemakaian dari pada fungsi dari masanya. Adapun cara menghitungnya bisa menggunakan rumus berikut:

Penyusutan Metode Unit Produksi = ((Biaya Perolehan - Nilai Residu) x Total Jam)) / Total Estimasi Jam

Cara Menghitung Menghitung Metode Penyusutan

Berikut cara menghitung metode penyusutan dan contohnya berdasarkan jenis metodenya:

# Metode garis Lurus

Berikut langkah-langkah cara menghitung penyusutan metode garis lurus:

  • Tentukan harga perolehan aset: biaya total yang dikeluarkan untuk membeli dan menyiapkan aset hingga siap digunakan.
  • Tentukan nilai residu aset: nilai taksiran aset pada akhir masa manfaatnya.
  • Tentukan umur ekonomis aset: perkiraan waktu selama aset tersebut dapat digunakan secara produktif dalam operasi bisnis.
  • Hitung dan masukkan setiap nilai pada rumus di bawah ini 👇
Rumus Penyusutan Metode Garis Lurus = (Harga Perolehan - Nilai Sisa) / Estimasi Masa Manfaat

Contoh Soal Penyusutan Metode Garis Lurus

Misalkan sebuah perusahaan membeli mesin dengan harga Rp100.000.000, memiliki nilai residu Rp10.000.000, dan diprediksi memiliki umur ekonomis 5 tahun.

Beban Penyusutan Tahunan = (Rp100.000.000 – Rp10.000.000) / 5 tahun = Rp18.000.000

Maka beban penyusutan per tahunnya adalah Rp18.000.000 per tahun.

Tabel Penyusutan Metode Garis Lurus

# Metode Saldo Menurun

Berikut langkah-langkah cara menghitung penyusutan metode saldo menurun:

  • Tentukan harga perolehan aset: biaya total yang dikeluarkan untuk membeli dan menyiapkan aset hingga siap digunakan.
  • Tentukan nilai residu aset:  nilai taksiran aset pada akhir masa manfaatnya.
  • Tentukan umur ekonomis aset: perkiraan waktu selama aset tersebut dapat digunakan secara produktif dalam operasi bisnis.
  • Hitung tingkat penyusutan, untuk menghitung tingkat penyusutan bisa menggunakan rumus di bawah ini.
  • Tingkat Penyusutan = (2 x (Harga Perolehan Aset – Nilai Residu)) / (Umur Ekonomis Aset x Tahun)
  • Kemudian hitung nilai buku awal aset pada tahun pertama, dengan rumus: Nilai Buku Awal Aset = Harga Perolehan Aset
  •  Tentukan beban penyusutan tahunan untuk tahun pertama, gunakan rumus ‘Penyusutan Metode Saldo Menurun = Biaya Perolehan x (Persentase Garis Lurus x 2)’ dengan nilai buku awal aset pada tahun pertama.
  • Lalu, hitung nilai buku awal aset untuk tahun berikutnya, dengan rumus:
  • Nilai Buku Awal Aset Tahun Berikutnya = Nilai Buku Awal Aset Tahun Ini – Beban Penyusutan Tahunan Tahun Ini
  • Terakhir, hitung beban penyusutan tahunan untuk tahun berikutnya dengan menggunakan rumus penyusutan saldo menurun. Lakukan berulang hingga akhir masa manfaat aset.

Contoh Soal Penyusutan Saldo Menurun

Sebuah perusahaan membeli mesin dengan harga Rp100.000.000, memiliki nilai residu Rp10.000.000, dan diprediksi memiliki umur ekonomis 5 tahun.

Tabel Penyusutan Metode Saldo Menurun

  • Hitung tingkat penyusutan:

Tingkat Penyusutan = (2 x (Rp100.000.000 – Rp10.000.000)) / (5 tahun x Tahun) = 40% per tahun

  • Hitung beban penyusutan tahunan untuk tahun pertama:

Beban Penyusutan Tahunan Tahun Pertama = (Rp100.000.000 x 40%) / 2 = Rp20.000.000

  • Hitung nilai buku awal aset untuk tahun kedua:

Nilai Buku Awal Aset Tahun Kedua = Rp100.000.000 – Rp20.000.000 = Rp80.000.000

  • Hitung beban penyusutan tahunan untuk tahun kedua:

Beban Penyusutan Tahunan Tahun Kedua = (Rp80.000.000 x 40%) / 2 = Rp16.000.000

  • Dan seterusnya ..

# Metode Unit Produksi

Berikut langkah-langkah perhitungan penyusutan dengan metode unit produksi:

  • Tentukan harga perolehan aset: biaya total yang dikeluarkan untuk membeli dan menyiapkan aset hingga siap digunakan.
  • Tentukan nilai residu aset: nilai taksiran aset pada akhir masa manfaatnya.
  • Tentukan total estimasi jam produksi: perkiraan total jam produksi aset selama masa manfaatnya.
  • Hitung total jam produksi periode ini: jumlah jam produksi aset selama periode akuntansi yang sedang berjalan.
  • Terakhir, masukkan nilai di atas pada rumus penyusutan unit produksi di bawah ini 👇

Penyusutan Metode Unit Produksi = ((Biaya Perolehan – Nilai Residu) x Total Jam)) / Total Estimasi Jam

Contoh Soal Penyusutan Metode Unit Produksi

Sebuah perusahaan membeli mesin dengan harga Rp200.000.000, memiliki nilai residu Rp20.000.000, diprediksi memiliki total estimasi jam produksi 50.000 jam, dan pada periode akuntansi ini mesin tersebut telah digunakan selama 1.000 jam.

  • Hitung total jam produksi periode ini:

Total Jam Produksi Periode Ini = 1.000 jam

  • Hitung beban penyusutan untuk periode ini:

Penyusutan Metode Unit Produksi = ((Rp200.000.000 – Rp20.000.000) x 1.000 jam) / 50.000 jam = Rp3.600.000

Maka, bisa disimpulkan beban penyusutan untuk mesin ini pada periode akuntansi ini adalah Rp3.600.000. Untuk periode berikutnya bisa dilakukan perhitungan dengan rumus yang sama dengan hasil seperti tabel di bawah ini:

Tabel Penyusutan Metode Unit Produksi

Hitung Penyusutan Aset Mudah dan Akurat dengan Beeaccounting

Penyusutan aset merupakan bagian penting dari akuntansi bisnis untuk mencatat penurunan nilai aset secara berkala. Software akuntansi Beeaccounting, bisa jadi solusi Anda untuk hitung penyusutan aset dengan mudah dan akurat.

Dengan Beeaccounting, Anda dapat memilih 2 metode penyusutan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda, seperti metode garis lurus dan saldo menurun ganda.

Beeaccounting secara otomatis menghitung beban penyusutan setiap periode dan pencatatannya dalam laporan keuangan Anda. Dapatkan akses lifetime-nya sekarang juga dengan klik banner di bawah ini!

Pakai Beeaccounting Bisa Hitung Depresiasi (penyusutan Aset) Cepat, Tepat Dan Akurat

Sign up for a newsletter today!

Want the best of KWFeeds Posts in your inbox?

You can unsubscribe at any time

What's your reaction?


    Warning: Undefined array key "nonce" in /home/kabarwar/public_html/wp-content/plugins/newsy-reaction/class.newsy-reaction.php on line 342
  • 226
    Awesome
    Awesome

  • Warning: Undefined array key "nonce" in /home/kabarwar/public_html/wp-content/plugins/newsy-reaction/class.newsy-reaction.php on line 342
  • 15
    EW
    Ew!

  • Warning: Undefined array key "nonce" in /home/kabarwar/public_html/wp-content/plugins/newsy-reaction/class.newsy-reaction.php on line 342
  • 12
    FUNNY
    Funny

  • Warning: Undefined array key "nonce" in /home/kabarwar/public_html/wp-content/plugins/newsy-reaction/class.newsy-reaction.php on line 342
  • 9
    LOL
    Lol

  • Warning: Undefined array key "nonce" in /home/kabarwar/public_html/wp-content/plugins/newsy-reaction/class.newsy-reaction.php on line 342
  • 98
    Loved
    Loved

  • Warning: Undefined array key "nonce" in /home/kabarwar/public_html/wp-content/plugins/newsy-reaction/class.newsy-reaction.php on line 342
  • 54
    OMG
    Omg!
Leave Comment

Related Posts

Celebrity Philantrophy Amazing Stories About Stories