News

Kepala dan Wakil Kepala Otorita IKN Mundur

Kepala dan wakil kepala otorita ibu kota baru, yang mengawasi proyek senilai $32 miliar, telah mengundurkan diri, kata Menteri Sekretaris Negara pada Senin (3/6). Pengunduran diri tersebut terjadi menjelang perayaan pada Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus yang direncanakan Presiden Joko Widodo di ibu kota baru, yang disebut Nusantara atau IKN, itu. “Presiden telah menunjuk

Kepala dan wakil kepala otorita ibu kota baru, yang mengawasi proyek senilai $32 miliar, telah mengundurkan diri, kata Menteri Sekretaris Negara pada Senin (3/6).

Pengunduran diri tersebut terjadi menjelang perayaan pada Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus yang direncanakan Presiden Joko Widodo di ibu kota baru, yang disebut Nusantara atau IKN, itu.

“Presiden telah menunjuk Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang sebagai Penjabat Kepala dan Wakil Kepala,” kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno dalam pengumuman mengejutkan dari Istana Negara, Senin (3/6), seraya menambahkan bahwa pembicaraan mengenai pengunduran diri tersebut telah lama dibicarakan.

Kepala Otoritas IKN, Bambang Susantono. (Foto: VOA/Rivan Dwiastono)

Kepala Otoritas IKN, Bambang Susantono. (Foto: VOA/Rivan Dwiastono)

Kedua pejabat itu ditugaskan untuk mempercepat pembangunan ibu kota baru, katanya. Tidak ada alasan pengunduran diri yang diberikan.

Bambang Susantono, mantan pejabat di Bank Pembangunan Asia yang memimpin proyek ibu kota baru, tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Dhony Rahajoe, seorang arsitek dan mantan pengembang real estat yang menjabat wakil kepala otorita, juga tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Pengunduran diri kedua profesional tersebut terjadi di tengah kurangnya dana swasta untuk ibu kota baru yang ambisius yang dibangun di daerah terpencil dan berhutan di Kalimantan.

Truk membawa kotak suara saat pendistribusian di kawasan Ibu Kota Negara Nusantara (IKN) di Sepaku, Kalimantan Timur, 11 Februari 2024. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga via REUTERS)

Truk membawa kotak suara saat pendistribusian di kawasan Ibu Kota Negara Nusantara (IKN) di Sepaku, Kalimantan Timur, 11 Februari 2024. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga via REUTERS)

Salah satu kendalanya adalah status kepemilikan tanah di lokasi ibu kota baru, kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono pada konferensi pers hari Senin.

“Kami akan segera memutuskan status tanahnya,” ujarnya.

“Apakah kita akan menjualnya, menyewakannya, atau akan ada kerja sama antara pemerintah dan perusahaan. Kita akan mempercepatnya agar investor tidak ragu-ragu.”

Pemerintah berlomba-lomba membangun infrastruktur yang dibutuhkan untuk relokasi 12.000 PNS gelombang pertama pada September ini. Namun rencana tersebut sebelumnya telah dua kali tertunda, sehingga menimbulkan keraguan terhadap proyek ambisi presiden tersebut.

“Pengunduran diri ini akan membuat masyarakat mempertanyakan proyek tersebut,” kata Arya Fernandes, dari Pusat Kajian Strategis dan Internasional Indonesia. “Pertanyaannya adalah bagaimana meyakinkan investor bahwa tidak ada masalah dengan proyek ini.”

Nusantara dianggap sebagai warisan besar Jokowi, yang akan mengundurkan diri pada Oktober ini setelah menjabat maksimal dua periode jabatan.

Jokowi berencana mengunjungi Nusantara pada Selasa untuk meresmikan beberapa proyek, termasuk sejumlah sekolah.

Presiden terpilih Prabowo Subianto yang dekat dengan Jokowi berjanji akan terus mengembangkan ibu kota baru itu. [ab/uh]

    Pengepul kebahagiaan dari temuan abad modern, berupa listrik, internet dan komputer. Hidup harmonis bersama barisan code dan segelas kopi kenangan.

    Sign up for a newsletter today!

    Want the best of KWFeeds Posts in your inbox?

    You can unsubscribe at any time

    What's your reaction?

    Leave Comment

    Related Posts

    Celebrity Philantrophy Amazing Stories About Stories