World News

8 orang tewas akibat tanah longsor di China

Beijing (ANTARA) - Hujan deras mengguyur beberapa provinsi di China, termasuk Hunan, Anhui, dan Guizhou, yang berdampak pada puluhan ribu penduduk. Di Provinsi Hunan, China tengah, bencana tanah longsor terjadi di Desa Douxi, Wilayah Otonom Etnis Dong Xinhuang, yang telah merenggut delapan nyawa pada Minggu (23/6) pagi waktu setempat. Pada Minggu yang sama, biro meteorologi

Beijing (ANTARA) – Hujan deras mengguyur beberapa provinsi di China, termasuk Hunan, Anhui, dan Guizhou, yang berdampak pada puluhan ribu penduduk.

Di Provinsi Hunan, China tengah, bencana tanah longsor terjadi di Desa Douxi, Wilayah Otonom Etnis Dong Xinhuang, yang telah merenggut delapan nyawa pada Minggu (23/6) pagi waktu setempat.

Pada Minggu yang sama, biro meteorologi tingkat provinsi di Hunan menaikkan tingkat tanggap darurat bencana meteorologis dari level III ke level II. Departemen meteorologi di semua tingkatan diminta untuk memantau kondisi cuaca lokal serta ketinggian air sungai dan waduk di seluruh provinsi tersebut.

Otoritas meteorologi setempat mengatakan bahwa Hunan bagian utara dan tengah masih akan mengalami hujan lebat yang terus-menerus dalam pekan mendatang, disertai risiko banjir, bahaya geologis, dan genangan air di perkotaan.

Dari Sabtu (22/6) pukul 08.00 waktu setempat hingga Minggu pukul 08.00 waktu setempat, curah hujan yang meluas mengguyur wilayah selatan Hefei, ibu kota Provinsi Anhui. Beberapa daerah lainnya juga mengalami hujan lebat, ungkap departemen manajemen kedaruratan provinsi tersebut.

Hingga saat ini, 30.000 lebih penduduk dari daerah-daerah rawan bahaya telah dievakuasi terlebih dahulu, dan lebih dari 4.000 orang yang terjebak banjir juga telah diselamatkan.

Hingga Minggu pukul 14.00 waktu setempat, level air di lima sungai di Anhui telah melampaui tingkat peringatan. Lebih dari 200 objek wisata telah ditutup untuk sementara.

Di Provinsi Guizhou, China barat daya, curah hujan yang tinggi sejak Jumat (21/6) telah berdampak pada 213.300 penduduk di 41 wilayah, sebut kantor pusat pengendalian banjir dan penanggulangan kekeringan provinsi tersebut pada Minggu.

Sejauh ini, sekitar 7.000 penduduk telah dievakuasi ke tempat aman dan hampir 1.000 orang telah direlokasi.

Departemen meteorologi setempat memperkirakan bahwa Guizhou akan terus mengalami curah hujan tinggi hingga akhir Juni.

Saat ini, berbagai daerah di Guizhou, termasuk wilayah Zhijin di Kota Bijie yang terdampak sangat parah, terlibat aktif dalam upaya penyelamatan darurat dan bantuan bencana.

Sementara itu, otoritas meteorologi dan sumber daya air China pada Minggu malam waktu setempat memperingatkan potensi aliran air gunung yang deras (mountain torrent) di beberapa daerah.

Pada Minggu pukul 20.00 waktu setempat hingga Senin (24/6) pukul 20.00 waktu setempat, aliran air gunung yang deras diperkirakan terjadi di beberapa kawasan di Zhejiang, Jiangxi, dan Hunan, menurut peringatan oranye yang dikeluarkan oleh Kementerian Sumber Daya Air China dan Administrasi Meteorologi China.

Kedua departemen tersebut juga mengeluarkan peringatan merah untuk aliran air gunung yang deras di bagian barat Zhejiang dan bagian timur laut Jiangxi.

Aliran air gunung yang deras juga dapat dipicu oleh hujan deras temporer di wilayah lain, kata peringatan tersebut.

China memiliki sistem peringatan cuaca empat tingkatan berkode warna, dengan warna merah mewakili peringatan paling parah, diikuti oleh oranye, kuning, dan biru.

Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2024

Pengepul kebahagiaan dari temuan abad modern, berupa listrik, internet dan komputer. Hidup harmonis bersama barisan code dan segelas kopi kenangan.

Sign up for a newsletter today!

Want the best of KWFeeds Posts in your inbox?

You can unsubscribe at any time

What's your reaction?

Leave Comment

Related Posts

Celebrity Philantrophy Amazing Stories About Stories